End Of Patience

End Of Patience
Kembali...


__ADS_3

Mentari bersinar cukup terik yang langsung menerpa tubuh agnia yang sedang terduduk di kursi taman dimana di hadapan nya ada banyak hamparan bunga tulip warna warni yang menyejukkan matanya.


Hingga sebuah cahaya menerpa tubuh agnia yang sedikit demi sedikit mulai tersedot ke cahaya itu,


" Agnia.. tunggu.. " Agnia pun melihat kearah sumber suara yang sangat iya kenali yaitu suaminya sultan.


" mas.. Agnia harus pergi " ucap agnia yang hendak kembali berbalik menghadap arah cahaya.


" kamu tidak boleh pergi " ucap sultan yang berhasil meraih tangan Agnia.


" ada mas dan juga Reina yang masih membutuhkan kamu " ucap sultan yang masih menggenggam tangan Agnia.


" apa kamu sudah tidak mencintai mas lagi sayang" tanya sultan yang sudah berlinang air mata di hadapan Agnia.


" Agnia lelah, Agnia ingin ikut dengan ayah dan ibu Agnia yang sudah datang menjemput Agnia " ucap Agnia sambil melihat ke arah sepasang paru baya yang tak jauh dari posisi Agnia dan sultan saat ini.


" mas tau kamu lelah, tapi masih ada mas dan Reina yang bisa kamu jadikan teman untuk kamu bersandar dan berbagi cerita " ucap sultan sambil menggenggam tangan Agnia.


" katanya kamu akan memberikan mas seorang anak " ucap sultan yang terus mencari alasan agar bisa menahan Agnia agar tidak pergi dari sisinya.


" tapi ayah dan ibu Agnia sudah menunggu di sana" tunjuk Agnia dengan dagunya bahkan kini agnia ingin sekali bisa memeluk kedua orang tuanya.


" sayang.. dia benar .. Reina masih sangat membutuhkan kamu, dan kini ibu yakin kamu sudah berada di tangan yang tepat " ucap ibu kandungnya Agnia yang kini sudah ada di hadapan Agnia dan juga sultan.


" terimakasih Bu, sultan janji akan menjaga dan mencintai Agnia sampai kapanpun " ucap sultan.


Setelah mengatakan itu kedua orang tua Agnia pun menghilang, begitu pun dengan Agnia yang tidak tiba saja ikut menghilang.


"AGNIA... AGNIA ? " Sultan baru saja terbangun dari tidurnya bahkan karena efek rasa takut dari mimpi yang baru saja iya alami membuat nya langsung menghampiri Agnia.


" Sayang.. mas mohon.. sadarlah, jangan buat mas takut " ucap sultan yang kini sudah berada di samping Agnia yang masih setia memejamkan matanya.


Jari jemari Agnia pun mulai bergerak dan bola mata yang masih tertutup kelopak mata kini sudah bisa di gerakan dan perlahan Agnia membuka mata nya, proses itu pun terlihat jelas di mata sultan yang sungguh merasa sangat bersyukur karena kini agnia sudah kembali sadarkan diri.


" mas.. "

__ADS_1


" sayang... Alhamdulillah " ucap sultan yang langsung memeluk Agnia seolah melepaskan rasa rindu dan rasa takut dalam hatinya.


" jangan pernah seperti ini lagi.. mas tidak bisa membayangkan bagaimana mas nanti jika kamu tidak segera sadar " ucap sultan yang masih memeluk Agnia.


Agnia yang merasa sangat di cintai dan di harapkan oleh sultan pun hanya bisa meneteskan air mata nya, bahkan dalam hati iya sangat bersyukur bisa di pertemukan dengan laki laki yang sangat mencintai dirinya.


" mas panggilkan dokter dulu " ucap sultan yang segera beranjak dari duduknya untuk memanggil dokter agar bisa memeriksa kondisi Agnia.


Dokter pun langsung memeriksa kondisi Agnia dan setelah memeriksa kondisi Agnia semuanya masih baik baik saja bahkan luka di bagian kepala Agnia pun tidak mengalami pemulihan yang sangat cepat.


" seperti yang saya bilang, nyonya Agnia sangat bersemangat untuk hidup dan kini anda telah kembali " ucap dokter yang memeriksa agnia.


" baiklah saya tinggal dulu, dan jika besok kondisi nyonya Agnia masih stabil maka nyonya Agnia bisa segera pulang " ucap dokter yan setelah mengatakan itu pun langsung pamit untuk kembali ke ruangannya lagi


" terima kasih sayang " ucap sultan yang kini benar benar lega setelah apa yang di ucapkan dokter tentang kondisi Agnia saat ini.


" mas.. Reina ?" tanya Agnia yang langsung teringat pada putrinya yang tak iya lihat di sana.


" Reina di rumah kak cahaya jadi kamu tenang saja dan yang harus kamu fokuskan adalah kesehatan kamu sendiri " ucap sultan sambil membelai wajah Agnia seolah mematri wajah Agnia di hatinya.


" Agnia minta maaf sudah membuat mas dan Reina khawatir " ucap Agnia penuh sesal.


Sultan kembali memeluk Agnia karena rasa takut akan di tinggal pergi Agnia membuatnya takut jika dirinya memejamkan mata ini semua tidak lah nyata.


" mas tidur, istirahat .. Agnia juga mau tidur " ucap Agnia yang tak tega melihat wajah lelah sultan ditambah jam kini sudah menunjukan pukul tiga pagi.


" mas akan tidur setelah kamu tertidur " ucap sultan.


Haikal yang baru saja terbangun saat adzan subuh pun langsung memanggil manggil ibunya.


" Bu... ibu ..." teriak Haikal yang tak sabar ingin segera pergi melihat kondisi Agnia saat ini.


" ada apa ? apa kamu sadar jika ini masih pagi ?" tanya Bu Nina yang baru saja membuka mata setelah mendengar teriakan Haikal putranya.


" maaf... tapi Haikal sudah tidak sabar untuk datang ke rumah sakit dimana Agnia di rawat saat ini " ucap Haikal tanpa rasa bersalah di hadapan Bu ibunya.

__ADS_1


" tapi kamu lihat ini baru jam berapa ?" tanya Bu Nina yang sedikit kesal dengan apa yang di pinta putranya.


" dan jam berkunjung rumah sakit saja belum " ucap Bu Nina yang langsung berbalik menuju kamarnya lagi.


Ting tong tingg tong


Bu Nina yang baru saja menuju kamarnya langsung kembali untuk melihat siapa yang datang pagi pagi seperti ini.


" Savitri ?" Bu Nina yang baru saja membuka pintu nya tak percaya jika Savitri kembali datang ke rumahnya


" Bu ... " Savitri langsung memeluk Bu Nina yang masih terhalang Adam di antara mereka.


" kamu kenapa vi ?" tanya Bu Nina karena heran dengan keadaan Savitri saat ini.


" Vi ngga kuat Bu.. " ucap Savitri yang sudah masuk menuju ruang keluarga rumah Bu Nina.


" ngga kuat kenapa ? " tanya Bu Nina yang heran saat melihat jika Savitri baik baik saja jika di lihat dari fisiknya saja.


" mereka terus mencemooh Savitri dan berpikir jika Adam anak tidak sah dari laki laki yang tidak jelas " ucap Savitri yang memang terlihat sangat sedih tentang apa yang iya ceritakan.


" bagaimana bisa seperti itu ?" tanya Bu Nina .


" vi ngga tau, padahal Vi hanya tinggal berdua dengan Adam di rumah peninggalan ayah dan ibu.


" Haikal.. Haikal lihatlah siapa yang datang sepagi ini "


" untuk apa kamu datang lagi ke rumah ini..??"


✍️✍️✍️. 😤 Haikal ni minta di hajar kayaknya, orang mah tanya dulu kondisi Savitri ini malah ngomong kasar 😡😡 apa yang sebenarnya terjadi pada Savitri ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya.


love you moreee 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2