
" jantung... " tak pernah terpikir oleh sultan jika Agnia akan merasakan sakit seperti yang di perkirakan dokter, bukan sultan meragukan kemampuan dokter tapi seperti yang tadi dokter itu katakan jika itu baru perkiraan nya saja.
" baiklah dok, tolong lakukan yang terbaik untuk Agnia " ucap sultan yang akan mengambil alih tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga Reina meski pun Agnia masih belum menerima dirinya sepenuhnya.
Setelah mengucapkan semua itu pada dokter, sultan pun keluar dari ruangan itu dan melihat kakaknya serta Dava sudah ada bersama dengan Reina yang kini sedang mengisi dalam pelukan Bu cahaya.
" om.. bunda agnia kenapa ?" tanya Dava setelah sultan berada dekat dengan mereka.
" bunda Agnia harus menjalani medical check up agar kita tau apa yang menyebabkan Agnia sering tak sadarkan diri " ucap sultan yang masih terdengar oleh sang kakak.
" sayang kamu lebih baik pulang saja sama bunda ya, biar bunda kamu om sultan yang jaga " ucap bunda cahaya yang tak tega melihat Reina menunggu agnia di rumah sakit.
" Reina mau disini aja sama bunda " ucap Reina yang tak tega meninggalkan Agnia di rumah sakit sendiri.
" biarkan saja Reina di sini mba, ada Sultan yang jaga mereka berdua " ucap sultan yang mencoba mengerti kekhawatiran Reina pada ibunya.
" ya sudah, kakak titip Reina ya dn jaga Agnia dengan baik " ucap Bu cahaya.
" kakak mau bicara sebentar sama kamu " ucap Bu cahaya sambil menarik tangan Sultan menjauh dari Reina dan Dava.
" kenapa kak ?" tanya sultan yang sebenarnya tau apa yang akan di tanyakan kakaknya padanya.
" sebenarnya ada apa dengan Agnia dan bagaimana pertemuan kalian tadi " tanya bu cahaya langsung.
" jantung " satu kata yang membuat Bu cahaya memundurkan langkahnya tak percaya wanita sebaik agnia harus menerima banyak cobaan dalam hidup bahkan setelah berkali kali di khianati kini tubuhnya pung mengkhianati dengan memberikan penyakit yang mematikan.
" tapi itu baru diagnosa awal, makanya dokter menyuruh melakukan medical check up untuk memastikan semuanya.
" dan sultan berharap jika semuanya salah dan Agnia hanya kelelahan " ucap sultan masih mencoba berfikir positif.
" apa Reina tau ?" tanya Bu cahaya yang kini semakin mengkhawatirkan Reina, sultan hanya Menggeleng karena memang semuanya belum lah pasti.
" lalu bagaimana pertemuan kalian tadi, apa Agnia mau menikah dengan kamu setelah masa Iddah nya selesai " tanya Bu cahaya.
__ADS_1
" Agnia ngga mau menikah dulu, mungkin ada trauma dalam dirinya dan merasa jika semua laki laki sama seperti mantan suami nya yang telah mengkhianati nya " ucap sultan.
" bahkan mantan suami Agnia masih terus mengganggu Agnia "
Degg
Mata sultan membulat saat mengingat kondisi rumah Agnia yang terlihat berantakan, pikiran nya langsung tertuju pada Haikal yang mungkin saja melakukan hal buruk terlebih terlihat jelas wajah penuh kecemburuan pada matanya saat melihat Agnia dan dirinya di taman kota tadi.
" kenapa ? " tanya Bu cahaya yang melihat wajah sultan yang seperti menyimpan amarah tapi tak tau amarah tentang apa.
" nanti sultan cerita jika sudah pasti " ucap sultan sambil mengajak kakaknya kembali menemui Agnia yang mungkin saja sudah di pindahkan ke ruang perawatan.
" om.. Bunda baru bisa melakukan medical check up besok pagi " terang Reina saat Sultan sudah ada di hadapannya.
" dan sebentar lagi bunda akan di pindahkan ke keruang perawatan " sultan hanya mengangguk sambil duduk tak jauh dari Dava.
" sayang.. bunda sama dava pulang dulu ya " ucap Bu cahaya yang melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
" apa kamu mau ikut sama bunda pulang ?" tanya Bu cahaya yang sebenarnya tak tega meninggalkan Reina di rumah sakit.
" ya sudah kalo gitu bunda pulang dulu ya " ucap Bu cahaya sambil berjalan di ikuti Dava di belakang.
" aku pulang dulu ya, besok pagi aku kesini lagi bawain sarapan " ucap Dava yang merasa bersyukur karena besok hari Sabtu dan sekolah mereka pun libur.
" makasih dav " ucap Reina dengan senyum yang terlihat hambar karena bercampur kesedihan.
Agnia baru saja di pindahkan di ruang perawatan di ikuti oleh Reina dan sultan yang setia berada di samping Agnia yang masih enggan membuka mata.
" Bun.. Bangun.. Apa bunda begitu lelah hingga bunda ngga mau bangun dan melihat Reina lagi " ucap Reina sambil menggenggam tangan Agnia yang terlihat pucat.
" kamu harus yakin kalo bunda kamu pasti sadar, dn mungkin saja bunda kamu sekarang sedang tertidur " ucap sultan, Reina hanya mengangguk dan percaya jika Bundanya pasti akan sadar sebentar lagi.
" euhhh " Reina yang mendengar suara sang bunda pun langsung duduk tegap karena tadi sempat tertidur di lengan Agnia.
__ADS_1
" Bun.. Syukurlah bunda sudah sadar " ucap Reina yang merasa lega karena Agnia sudah sadarkan diri.
" om.. bunda sudah sadar " ucap Reina sambil melihat ke arah sultan yang berdiri di belakang Reina.
" iya syukurlah " ucap pak sultan.
" maaf saya kembali merepotkan mas " ucap Agnia yang memanggil sultan dengan sebutan mas seperti yang di inginkan sultan.
Sultan yang mendengar Agnia sudah merubah panggilan nya pun tersenyum senang, dan ini merupakan kemajuan dalam hubungannya yang masih hanya sekedar bayangan semu.
" maaf ya sayang, karena bunda kmu jadi harus tidur di rumah sakit lagi " ucap Agnia yang kasihan dengan Reina karena dirinya.
" bunda jangan berbicara seperti itu " ucap Reina sambil menggeleng kan wajahnya karena Agnia pun akan melakukan hal yang sama jika sampai dirinya yang terbaring di rumah sakit.
" sebaiknya kamu tidur saja, biar om yang jagain bunda kamu " ucap sultan karena melihat rein yang sepertinya mengantuk.
" om Sultan benar sayang, sebaiknya kamu tidur sudah malam " ucap Agnia.
Sedangkan Haikal setelah keluar dari pintu belakang rumah Agnia sebenarnya tidak langsung pergi tapi mengikuti kemana sultan membawa Agnia, bahkan sultan pun tau pembicaraan sultan dan Bu cahaya.
" laki laki itu ternyata gigih juga untuk mendapatkan Agnia " ucap Haikal sambil menunjuk dinding rumah sakit dimana Agnia ada di dalam bersama sultan dan Reina.
" tapi aku pasti bisa menekan Agnia agar mau kembali pada ku bagaimana pun caranya " ucap Haikal bukan karena cinta lagi iya ingin Agnia kembali tapi karena harga diri yang tak ingin apa yang pernah menjadi miliknya di miliki orang lain.
" bahkan jika itu harus mengorbankan savitri dan anak yang ada dalam kandungan nya " ucap Haikal yang sudah tertutup ego.
" maaf pak, ada perlu apa bapak di sini " tanya suster jaga yang memperhatikan Haikal sejak tadi.
" anda... !!!
✍️✍️✍️ nah loh apa sultan keluar dan memergoki Haikal ya ?? 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹