
Seperti janjinya pada bu cahaya dan juga Agnia dimana hari ini sultan dan Agnia akan menikah, tapi karena permintaan Agnia yang hanya ingin sah secara hukum dan agama tanpa harus mengadakan resepsi besar untuk pernikahan mereka.
" selamat ya, mulai saat ini kamu dan Reina sudah menjadi bagian dari keluarga, dan mba harap kalian selalu bahagia dan bisa melewati setiap ujian dalam rumah tangga kalian " ucap Bu cahaya sambil memeluk Agnia yang baru saja sah sebagai istri dari sultan meski tanpa di saksikan oleh Alan.
" terima kasih mba sudah mau menerima Agnia dan juga Reina jadi bagian dari keluarga, dan Agnia harap ini adalah pernikahan terakhir bagi Agnia dan juga mas sultan " ucap Agnia penuh harap.
" aamiin.. Mba akan selalu mendoakan agar kalian selalu hidup bahagia " ucap Bu cahaya.
" sayang, mulai saat ini kamu dan Reina akan tinggal di rumah yang pernah mas tunjukkan kemarin lusa "
Agnia hanya bisa mengangguk karena bagaimana pun kini dirinya adalah tanggung jawab sultan sedangkan Reina meski bukan tanggung jawab sultan tapi sultan dengan tangan terbuka menerima Reina.
" selamat ya Bun.. Om " ucap Reina yang masih memanggil sultan dengan sebutan om.
" sayang bukan om lagi sekarang tapi ayah " ucap Agnia mengingatkan Reina yang harus mengganti panggilan untuk Sultan karena sekarang sultan adalah suaminya ayah sambung Reina.
Tapi tanpa di duga sultan hanya menggenggam tangan Agnia sambil menggeleng wajahnya demi membuat reina nyaman akan kehadirannya.
" maaf, Reina masih belum terbiasa merubah panggilan pada ayah sultan " ucap Reina sambil menundukkan wajahnya takut sultan marah padanya.
" ayah tidak keberatan jika kamu masih ingin memanggil ayah dengan panggilan om, toh itu tidak merubah status kita dimana ayah sekarang adalah ayah sambung kamu dan kamu anak ayah " ucap sultan yabg memang tak mempermasalahkan panggilan Reina padanya.
Agnia merasa sangat lega saat melihat sultan yang begitu pengertian dan tidak memaksakan apapun pada Reina.
" ngga papa yah, Reina hanya belum terbiasa tapi sekarang Reina yakin jika ayah bisa melindungi bunda dan menyayangi Reina bahkan lebih dari ayah Haikal " tapi sultan menggeleng tak setuju dengan apa yang di ucapkan Reina tadi.
" ayah hanya akan berusaha menjadi ayah yang baik buat kamu tapi tetap saja kamu harus bisa menghormati ayah Haikal seburuk apapun dirinya "
Agnia benar benar tersanjung melihat sultan yang begitu sangat hebat dalam berpikir.
" sudah.. sultan sekarang ajak anak dan istrimu untuk tinggal di rumah yang sudah kamu siapkan untuk Agnia dan Reina " ucap Bu cahaya.
__ADS_1
" mba benar, Ayo sayang ?" ajak sultan sambil melihat ke arah Agnia dan juga Reina yang masih berbincang dengan dava.
" om, malam ini biar Reina nginep di rumah Dava aja ? " ucap Dava penuh harap.
.
" om sih terserah reina saja " ucap sultan sambil mengulurkan tangannya pada agnia untuk meninggalkan kantor catatan sipil saksi pernikahan mereka.
Sultan dan Agnia baru saja tiba di rumah sultan sedangkan Reina ikut bersama Dava dan Bu cahaya memberikan kesempatan pada ayah dan bundanya untuk bersama.
" apa kamu sudah siap ?" tanya sultan sambil menggenggam tangan Agnia dan menciumnya.
" siap untuk apa ?" tanya Agnia yang sebenarnya mengerti dengan maksud ucapan sultan tapi Agnia malu mengakui nya.
" mas tau jika kamu paham dengan maksud ucapan mas " ucap sultan semakin mengeratkan genggaman tangannya dan menempel kan di dadanya yang kini sudah berdetak sangat cepat.
blushh
" mas, bukankah itu Alan ?" Ucap agnia yang melihat Alan yang sedang berdiri di depan pagar rumah sultan yang memang di gembok oleh sultan.
Sultan ikut melihat kearah Agnia tapi apa yang di lihat bukan hanya Alan tapi juga ada Nabilla uang sedang berdiri di sisi pagar rumah nya.
" kini apa lagi yang akan mereka lakukan ?" tanya sultan tapi Agnia tanpa di duga menggenggam tangan sultan yang sempat terlepas.
" mas harus tenang, kita lihat apa yang akan mba Nabila lakukan sekarang ?" ucap Agnia.
Kini sultan dan Agnia turun dari dalam mobil nya dan menghampiri Alan dan tak lama Nabilla keluar dari tempat nya dan itu membuat Agnia mengeratkan genggaman tangannya pad sultan.
" Alan ? Apa yang terjadi ? Dan kenapa kamu mengajak mamamu ke rumah ayah ?" tanya sultan pada alan.
" mas ... maafkan Nabila mas.. " ucap Nabilla sambil berdiri diantara Agnia dan sultan yang membuat genggaman keduanya pun terlepas di ganti dengan berdirinya Nabila di antara mereka berdua.
__ADS_1
" mah .. Jangan seperti ini " ucap Alan yang malu dengan apa yang di lakukan ibunya.
" Alan benar karena mulai hari ini Agnia adalah istri mas dan kamu harus bisa menghormati itu " ucap sultan sambil menarik kembali Agnia agar berada di samping nya.
" aku menyesal mas, aku ingin kita kembali, dan jika memang kamu sudah menikah dengan Agnia itu tak masalah buatku "
Ucapan Nabila sukses membuat Agnia mengangkat wajahnya tak percaya dengan pemikiran Nabila yang seperti tak menghargai sebuah pernikahan.
" aku rela menjadi yang kedua buat kamu " ucap Nabila yang tanpa diduga keluar dari mulutnya.
" maaf.. Tapi saya tidak ingin membagi suami saya dengan siapapun, apa lagi pada mantan istri yang tidak tau malu seperti anda " ucap Agnia yakin.
" KAUUUU " Nabila ingin sekali menampar wajah Agnia saat itu juga tapi jika iya melakukan nya maka iya kan kehilangan kesempatan untuk bisa kembali pada sultan.
" aku hanya ingin melindungi apa yang sudah menjadi milikku dan aku harap kamu mengerti dengan semua ucapan ku " ucap Agnia sambil menarik tangan Sultan dan memilih kembali masuk kedalam mobil dari pada ke dalam rumah yang pasti Nabila akan ikut masuk ke dalamnya.
" maaf kan bunda Alan tapi bunda harap Alan mengerti kenapa Bunda melakukan ini semua" ucap Agnia sebelum memasuki mobilnya sedangkan sultan sudah lebih dulu masuk ke dalam mobilnya.
" kenapa mamah melakukan itu " tanya Alan sambil melihat ke arah mobil ayah nya yang sudah menjauh dari rumah nya.
" karena mamah harus melindungi kamu " ucap Nabilla dalam hatinya.
Lain hanya dengan savitri yang benar benar menerima keadaan Haikal yang harus cuti bekerja sampai waktu yang entah sampai kapan.
" mas.. Apa kamu tidak ingin memberikan nama untuk anak kita ?" tanya savitri sambil mendorong kursi roda sedangkan bayinya di gendong oleh Bu Nina.
" apa harus mas yang memberikan nama ?" tanya Haikal sambil melihat ke arah jalan yang begitu padat.
" apa mas masih meragukan anak itu "
✍️✍️✍️ sebenarnya apa yang di pikirkan Haikal hingga seperti enggan memberi nama untuk anak yang di lahir kan savitri🤔😤😤 dan apa yang sebenarnya terjadi pada Nabilla hingga tiba tiba saja datang ke rumah sultan ??
__ADS_1