
Waktu berlalu begitu cepat jika kita melewati nya dengan penuh kebahagiaan terlebih dengan orang orang yang kita sayangi dan kita cintai, seperti itu juga yang di rasakan keluarga sultan dan Agnia yang kini sudah memasuki tahun ke tujuh pernikahan mereka.
Ya Agnia melahirkan anak kembar laki laki yang sultan beri nama ghani sultan Maulana dan ghavi sultan Maulana, kini usia si kembar sudah memasuki enam tahun. Sedangkan cahaya kini sudah menikah dengan Aditya atas izin dari Dava meski hingga saat ini Bu Milka masih belum bisa menerima jika Aditya menikahi cahaya.
" kapan kamu akan kembali Dav ?" gumam Reina setiap memandangi poto Dava yang ada di ponselnya.
" kenapa ?" tanya Alan saat melihat Reina yang terdiam sambil melihat ke arah layar handphone nya tapi Reina hanya menggeleng sambil menyimpan handphone nya ke dalam tas karena mereka berdua akan berangkat ke kampus yang sama meski Alan dua tingkat lebih tinggi dari Reina.
" ayo kita berangkat kak " ucap Reina kembali ceria agar Alan tidak kembali bertanya.
" apa masih belum ada kabar dari Dava ?" tanya Alan yang meyakini jika Reina masih saja menunggu kabar dari Dava yang tidak pernah menghubunginya setelah pundak ke luar negri bersama dengan kedua orang tuanya demi menghindari gangguan dari Bu Milka yang masih terus mencoba memisahkan dirinya dengan cahaya dan Dava.
" ayo kak, Reina ada kelas pagi " ucap Reina yang tak ingin menjawab pertanyaan kakaknya yang Alan sendiri sudah bisa menebaknya.
Alan yang masih memendam perasaanya pada Reina ikut merasa sakit melihat Reina yang tersiksa karena berharap kabar dari Dava yang menghilang tanpa jejak selama satu tahun ini.
" Reina dengarkan kakak " ucap Alan sambil menghentikan Reina dengan menarik tangan Reina agar menghadap padanya.
" kamu bisa tanyakan keadaan Dava pada bunda " ucap Alan yang tak tega melihat Reina memendam rasa rindunya untuk laki laki yang iya cintai.
" kalo memang Dava ingat sama Reina tidak perlu bertanya pada bunda, Dava tau dan hapal nomor Reina " ucap Reina yang tak berani menatap ke arah Alan karena matanya sudah berembun hanya tinggal berkedip air mata itu pasti tumpah di pipi Reina.
Alan kini sudah berjalan lebih dulu untuk mengeluarkan motornya karena iya mengerti jika Reina tidak mau dirinya tau jika saat ini hatinya sedang rapuh.
Tanpa Alan dan Reina sadari jika Agnia mendengar pembicaraan kedua putra putrinya yang sedang membahas tentang Dava yang tak mau mengabari Reina.
" apa aku beritahu saja pada Reina alasan Dava tidak memberi kabar pada Reina ya ?" tanya Agnia yang tak tega melihat Reina seperti itu, bahkan Agnia dan sultan masih berpikir jika Reina dan Dava hanya sebatas sahabat tidak lebih.
" biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka dengan cara mereka sendiri " ucap sultan yang mendengar gumaman Agnia istrinya.
" bunda ayo kita berangkat " ucap Ghani dan ghavi yang sudah bersiap di bantu oleh bi tari asisten yang di siapkan sultan untuk istrinya agar tidak terlalu capek mengerjakan semua pekerjaan rumah.
__ADS_1
" sama ayah aja ok " ucap sultan menawarkan diri sekalian berangkat ke kantor.
" no no no .. Sama Bunda " ucap ghavi.
" kalo sama ayah banyak bunda bunda lain yang godain ayah " ucap Ghani sambil menarik tangan Agnia di hadapan sultan.
" oh ya, kenapa Ghani ngga pernah cerita ?" tanya Agnia sambil melihat ke arah sultan yang terlihat salah tingkah mendengar aduan dari putranya.
" Ghani lupa " ucap Ghani sambil menundukkan wajahnya.
" maaf bunda, tapi lain kali kami pasti akan jagain ayah dari Bunda bunda genit di sekolah " ucap Ghavi.
" awas ya kalo ayah macam macam " ancam Agnia sambil mencium pipi sultan karena sebenarnya Agnia sangat percaya jika sultan tidak akan pernah mengkhianati nya.
" ayah janji " ucap sultan yang membalas mencium kening Agnia di hadapan Ghani dan ghavi.
" ayo bunda " ucap Ghani dan ghavi yang sudah biasa melihat kemesraan kedua orang tuanya.
" apapun akan mas lakukan demi menjaga keutuhan rumah tangga kita " ucap sultan dimana dua hari lalu Nabila yang baru saja di bebaskan dari penjara mendatangi kantor sultan.
Flashback on
" siang pak, ada tamu yang mencari bapak " ucap salah satu bawahan sultan.
" siapa ?" tanya sultan yang merasa tidak memiliki janji dengan siapapun.
" seorang wanita, katanya mantan istri bapak " ucap bawahan sultan yang berjaga di depan.
" nabila " gumam sultan tapi tak lama sultan mengangguk membiarkan Nabila masuk.
Bawahan sultan pun keluar dari ruangan atasannya dan mempersilahkan tamunya untuk masuk.
__ADS_1
" siang mas " sapa Nabila sambil menyodorkan tangannya yang malah di acuhkan oleh sultan yang merasa enggan menerima jabatan tangan dari Nabila mantan istrinya.
Nabila menarik tangannya yang masih menggantung karena tidak mendapat sambutan yang di harapkan dari sultan, jujur Nabila berharap sultan mau menyambutnya kembali setidaknya demi Alan yang mungkin saja bisa mempererat hubungannya.
" bagaimana kabar Alan ?" tanya Nabila yang kini sudah duduk di hadapan sultan meski terhalang meja di antara mereka.
" Alan baik, bahkan Alan sekarang sudah kuliah dan Alan bisa melebihi harapan yang aku sandarkan padanya " ucap sultan penuh kebanggaan saat berbicara tentang Alan.
" dimana kalian tinggal sekarang ? Apa masih di tempat yang sama seperti dulu ?" tanya Nabila berusaha lebih dekat dengan sultan dimana kini Nabila sudah bangkit dan berjalan ke arah sultan yang masih melihat apa yang akan Nabila lakukan padanya.
" JAGA BATASAN MU " ucap sultan tegas saat Nabila yang berjarak beberapa langkah lagi darinya.
" aku bukan orang asing bagi mu mas ? Bahkan aku pernah ada di hatimu " ucap Nabila yang kecewa dengan penolakan yang di berikan sultan padanya.
" itu dulu, sebelum kamu mengecewakan ku dan sebelum kamu berusaha mencelakai Agnia istriku saat ini " ucap sultan tapi ucapan sultan malah membuat Nabila begitu murka.
" dia hanya wanita yang baru kamu kenal tapi aku sudah menemani mu dari semenjak kamu masih belum apa apa !!" ucap Nabila yang kini sudah kembali mendekat ke arah sultan.
" tapi dia wanita yang aku cintai dan juga ibu dari anak anakku " ucap sultan dengan mata yang berbinar, mendengar kata anak membuat Nabila menatap heran bagaimana bisa sultan memiliki anak sedangkan bersamanya tidak.
" apa kamu yakin jika dia anak kamu mas ? Coba kamu pikir bersama dengan ku saja selama dua belas tahun pernikahan kamu tidak memiliki anak, bagaimana bisa dengan Agnia kamu memiliki anak ?"
" DIAM... JANGAN PERNAH BERKATA BURUK TENTANG AGNIA !!! JIKA TIDAK AKU TIDAK AKAN SEGAN MEMASUKAN KAMU KEDALAM PENJARA LAGI !!!
✍️✍️✍️ ujian rumah tangga Agnia sultan memang tidak ada habisnya karena kita tidak bisa memaksa seseorang untuk bisa menerima kita apa adanya, dan sebenarnya kemana Dava dan apa alasan Dava tidak menghubungi Reina ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1