End Of Patience

End Of Patience
Kebusukan Nabilla


__ADS_3

Nabilla yang sudah tersadar saat sultan dan Alan sedang berdebat pun memilih diam dan pura pura tertidur untuk mendengarkan usaha Alan membujuk ayahnya untuk mau kembali padanya, tapi Billa tak tahan saat sultan terus mencoba meyakinkan Alan jika memang dirinya yang bersalah.


" kamu salah paham mas ?" ucap Nabilla yang kini mencoba untuk duduk di atas tempat tidur rumah sakit.


" mah.. syukurlah mamah udah sadar " ucap Alan yang langsung menghampiri Nabilla yang sedang menatap pada sultan.


" kamu hanya salah paham melihat kedekatan ku dengan Arsy " ucap Nabilla mencoba membuat sultan percaya padanya.


" benarkah ? Lalu jika memang semuanya hanya salah paham kenapa harus selama ini kamu jujur sama mas ?" ucap sultan yang tak ingin kembali masuk ke dalam jebakan Nabilla.


" kenapa sih ayah ngga mencoba percaya sama mamah kalo mamah emang sudah berubah, dan mamah kan sudah bilang kalo itu semua salah paham " ucap Alan yang terus membela Nabilla di hadapan sultan.


" ayah pulang, maaf kalo ayah tidak bisa bersama dengan kalian dan ayah yakin suatu saat kebenaran akan terbongkar dengan sendirinya dan ayah harap kamu tidak akan menyesal sudah pernah membela yang salah"


Setelah mengucapkan itu sultan benar benar pergi meninggalkan Nabilla dan Alan yang hanya bisa melihat kepergiannya dengan diam.


" maaf mah Alan tidak berhasil membujuk ayah untuk kembali bersama kita " ucap Alan merasa bersalah, lain halnya dengan Nabilla yang semakin membulatkan tekadnya untuk bisa membuat sultan kembali bagaimana pun caranya.


Sebelum pulang sultan sengaja mencari ruangan dimana Haikal di rawat dan beruntung saat sultan akan menuju ruangan Haikal berbarengan dengan yang akan menuju ruang Haikal dengan membawa plastik belanja untuk keperluan Bu Nina sebelum iya pulang.


" Nia " panggil sultan saat Agnia akan memasuki lift.


" mas...kok Kamu ada di sini ?" tanya Agnia yang berpikir sultan masih menemani mantan istri dan anaknya.


" mas kangen sama kamu " ucap sultan yang tak ingin membahas masalah Nabila yang akan membuat darahnya mendidih.


Agnia mencoba memahami jika sultan tak ingin dirinya membahas mantan istrinya saat ini.


" mas mau jenguk mas Haikal ?" tanya Agnia.

__ADS_1


" memang kmu masih mau di sana ?" tanya sultan yang sedikit cemburu dengan tingkat keperdulian Agnia pada mantan suaminya.


" Agnia cuma mau kasih ini buat Bu Nina sekalian jemput Reina yang sedang menemani Bu Nina di sana " ucap Agnia yang mulai paham dengan sikap dan gerak tubuh sultan saat dirinya mulai cemburu.


" mas temani biar kita bisa pulang bareng " ucap sultan.


" tapi kan Agnia bawa motor, lagian Agnia kesini sama Reina " ucap Agnia yang berpikir jika dirinya ikut bersama sultan bagaimana dengan motor dan juga putrinya.


" gampang, motor bisa tinggal dulu di sini besok sebelum ke toko mas antar ke sini untuk ambil motor, lagian mas ngga tega liat kamu bawa motor malam malam " Agnia hanya memutar bola matanya kearah lain mendengar gombalan sultan di akhir kalimat.


" Agnia bukan ABG yang akan mempan denger kalimat gombal mas " ucap Agnia yang memilih berjalan lebih dulu sedangkan sultan hanya tersenyum melihat Agnia yang malu akibat ucapannya.


Sultan mencoba berjalan lebih cepat dam meraih pinggang Agnia agar berjalan beriringan dengan nya, sedangkan Agnia yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa melambat kan langkah nya agar sultan tidka semakin membuat ulah.


" jangan berdiri di depan atau di belakang mas, tapi berjalan lah di samping mas dalam mengarungi kehidupan kedepannya " ucap sultan tepat di telinga Agnia sebelum mereka berdua memasuki kamar rawat Haikal.


" iya, kita pulang sayang " ucap Agnia yang tak ingin membahas bagaimana bisa sultan ada di rumah sakit yang sama, Agnia hanya menatap sekilas ke arah Haikal yang masih memejamkan matanya lalu meneruskan langkahnya ke arah Bu Nina.


" Bu.. Nia pulang dulu ya, ibu juga harus istirahat jangan terlalu Lelah " ucap Agnia sambil mencium tangan Bu Nina di ikuti Reina sedangkan sultan hanya mengangguk dari jauh.


" Bun motor kita gimana ?" tanya Reina yang mengingat motor yang mereka bawa.


" besok aja di ambilnya, sekarang kita pulang tapi sebelum itu kita makan dulu ya om lapar" ucap sultan.


Seperti yang di ucapkan sultan, saat ini mereka sedang berada di warung nasi uduk pinggir jalan yang masih sangat ramai meski waktu hampir tengah malam.


Sedangkan di rumah sakit yang lain savitri masih terjaga memikirkan kondisi Haikal dan bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk pada Haikal apa yang akan iya lakukan sedangkan dirinya baru saja operasi Caesar.


" ya tuhan tolong lindungi suami hamba dan berikan kmu semua kekuatan untuk menerima apapun yang sudah engkau gariskan untuk kami " ucap Savitri dan tak lama dirinya pun terlelap.

__ADS_1


Lain halnya dengan Bu cahaya yang baru tau jika sultan kembali pergi bahkan membawa mobilnya pun berpikir jika ada sesuatu yang terjadi pada Agnia, demi mengubur rasa penasaran Bu cahaya pun mencoba menghubungi sultan dan beruntung hanya beberapa kali berdering sultan sudah mengangkat sambungan telepon nya.


" iya mba ada apa ?" tanya sultan yang baru saja menyelesaikan suapan terakhir nya langsung mengangkat sambungan telepon nya saat tau sang kakak yang mencoba menghubungi nya.


" kamu dimana ? Apa semuanya baik baik saja ?" tanya Bu cahaya khawatir.


" sultan baik dan sebentar lagi sultan pulang, tapi sultan akan membawa agnia dan Reina pulang " ucap sultan yang tidak mungkin mengantarkan agnia dan Reina tengah malam seperti ini, apa kata tetangga Agnia jika mereka melihat Agnia diantar malam malam oleh seorang laki laki.


" tapi Agnia dan Reina baik baik saja kan ?" tanya Bu cahaya yang teringat Agnia kembali tak sadarkan diri.


" agnia baik bahkan saat ini Agnia dan Reina sedang makan malam yang sudah terlalu malam " ucap sultan sambil melihat ke arah Agnia.


" ya sudah kakak tutup dulu sambungan nya, salam untuk Agnia " setelah mengucapkan itu Bukan cahaya pun benar benar menutup sambungan telepon nya.


Lain halnya di ruangan Nabila, Nabila terus meracuni pikiran Alan hingga akhirnya sebuah ide muncul dan membuat Nabila menatap penuh misteri pada Alan.


" kamu tau dimana anak wanita itu bersekolah ?" tanya Nabila dan berharap Alan tau.


" tau, tapi untuk apa ?" tanya Alan yang tak ingin ibunya melakukan apa yang membuat mereka menyesalinya nanti.


" kamu harus menekan anak itu untuk tidak merestui hubungan wanita itu dengan ayahmu


✍️✍️✍️ waduh😡😡 pantas sultan meninggalkan Nabila, ternyata Nabila berhati busuk 😒😤😤


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2