End Of Patience

End Of Patience
Cemburu membutakan segalanya...


__ADS_3

Tiga puluh menit sebelum Reina dan pak sultan tiba di rumah Agnia,


" Nia.. Agnia.. " Agnia yang mengenal suara orang yang memanggil nya, mencoba berjalan perlahan karena kepalanya yang sedikit berputar.


" mas.. " dengan suara lemahnya menyapa Haikal yang berada di hadapan agnia.


" mas ingin membawa Reina dari sini " ucap Haikal menerobos masuk ke dalam rumah Agnia, Agnia yang tak siap dengan dorongan dari Haikal pun terhuyung ke belakang dn membentur pintu rumahnya.


Heggg


Benturan benda tumpul dengan punggung Agnia membuat Agnia merasakan nyeri yang tersambung ke dadanya.


" Reina belum pulang " ucap Agnia setelah rasa sakit akibat benturan tadi tidak terlalu terasa.


" dan mas ngga bisa membawa Reina dari sini begitu saja " ucap Agnia mengingatkan Haikal dengan kesepakatan yang mereka lakukan sebelum ketuk palu perpisahan mereka.


" mas bisa melakukan itu, karena mas ayahnya " ucap Haikal yang sudah di liputi rasa amarah.


" Agnia juga Bundanya " ucap Agnia mengingatkan Haikal jika bukan hanya dirinya yang memiliki hak atas Reina.


" bahkan Agnia rela tidak mendapatkan apapun saat perpisahan kita demi bisa membawa Reina pergi bersama Agnia " ucap Agnia mengingat kan.


" terserah, yang pasti mas akan tetap membawa Reina " ucap Haikal memasuki kamar Agnia untuk membereskan barang-barang dn baju baju Reina yang akan iya bawa keluar dari rumah ini.


" mas tidak boleh lakukan itu " ucap Agnia tak ingin kalah, tapi Agnia lupa jika dirinya sedang tidak sehat semenjak pulang dari taman kota.


" awas.. Jangan halangi mas " ucap Haikal semakin murka karena Agnia terus saja menghalangi dirinya hingga tanpa sengaja Haikal mendorong tubuh lemah Agnia hingga membentur sudut lemari kamar nya.


Brakkk


Agnia tergeletak tak berdaya bahkan Agnia kembali tak sadarkan diri di hadapan Haikal, Haikal tersadar dengan sikap kasarnya terhadap Agnia karena rasa kecewa dan rasa cemburu membuatnya lupa dan berubah menjadi kasar tak terkendali.


" Nia.. Nia.. Bangun lah " ucap Haikal sambil menepuk nepuk pipi Agnia agar tersadar tapi tak lama terdengar deru mobil yang berhenti di depan rumah Agnia.

__ADS_1


Karena panik Haikal memilih pergi melewati pintu belakang tanpa melihat lagi ke arah Agnia yang tak sadarkan diri.


" Bun.. bunda.. " ucap Reina yang masih terdengar di luar rumah tapi tak lama suara Reina semakin jelas bahkan terdengar berteriak saat melihat Agnia yang tak sadarkan diri di dalam rumah dengan rumah yang terlihat berantakan.


" BUNDAAA " Reina berteriak melihat bundanya seperti itu yang tentu saja membuat pak sultan merangsek masuk ke dalam kamar Reina dimana Reina berada.


" Nia.. " pak sultan langsung menggendong Agnia keluar dari kamar menuju mobilnya di ikuti Reina di belakang nya.


" om.. bunda kenapa om ?" tanya Reina dengan air mata yang sudah menganak sungai di pipinya.


" kita berdoa saja semoga bunda kamu baik baik saja " ucap pak sultan yang juga sama khawatir nya dengan Reina.


" jangan lupa kunci pintunya " ucap pak sultan mengingatkan agar iya bisa menyelidiki kembali apa yang sebenarnya terjadi pada Agnia hingga bisa tergeletak tak sadarkan diri bahkan dengan keadaan kamar yang terlihat berantakan karena di acak acak.


" iya om " ucap reina bergerak cepat agar bundanya bisa segera mendapatkan penanganan.


Sultan langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat dimana agnia pernah di rawat dulu saat menjadi korban tabrak lari sore itu.


" Bun.. Bangun jangan buat Reina takut " ucap Reina sambil menepuk nepuk pipi Agnia agar sadarkan diri, pak sultan hanya bisa melihat dari spion kaca dalam mobil untuk melihat kondisi Agnia saat ini.


Dan tak butuh waktu lama kini Agnia sudah di letakan di atas ranjang dorong rumah sakit untuk menuju ruang tindakan.


" duduk rein, kamu percaya saja jika bunda kamu akan baik baik saja " ucap pak sultan sambil mengarahkan Reina ke kursi tunggu yang selalu ada didepan ruang tindakan.


" om boleh minta bunda cahaya datang " Ucap Reina di sela sela tangisnya, tak tega melihat Reina seperti itu, pak sultan pun mencoba menghubungi kakaknya.


" halo kak " sultan langsung memanggil kakaknya saat sambungan telepon nya di angkat tanpa tau siapa yang mengangkat sambungan tersebut.


" halo om, Bunda lagi siapkan makan malam, om masih di rumah Reina " tanya dava yang samar samar terdengar suara isak tangis Reina.


" om.. Itu suara Reina kan ? Reina kenapa ?" tanya Dava yang langsung khawatir pada Reina sahabat spesial nya.


" iya itu Reina, tolong panggilkan Bunda kamu, om mau bicara " ucap pak Sultan yang harus bicara langsung pada sang kakak, meski penasaran dava langsung memberikan handphone Bu cahaya pada Bu cahaya yang sudah ada di hadapan Dava.

__ADS_1


" kak.. tolong datang ke rumah sakit sekarang dimana dulu agnia di rawat " ucap pak sultan tanpa menjelaskan lebih detail lagi.


" ok kakak segera ke sana sama Dava " ucap Bu cahaya tanpa banyak bertanya, setelah tau jika kakaknya akan datang ke sini pun langsung menutup sambungan telepon nya berbarengan dengan dokter yang baru saja keluarga dari ruang penanganan.


" dok bagaimana kondisi bunda saya " ucap Reina yang sudah berada di hadapan dokter tersebut.


Huhh


Dokter pun menghela nafas sebelum menjelaskan kondisi Agnia saat ini.


" untuk saat ini nyonya Agnia bisa di katakan stabil tapi kami menyarankan untuk melakukan medical check up seluruh untuk nyonya Agnia untuk meyakinkan jika diagnosa yang saya duga tidak lah benar "


ucapan dokter yang membuat Reina bingung dengan penjelasan dokter tapi tidak dengan pak sultan yang merasa jika ada masalah serius dengan kesehatan Agnia hingga harus melakukan medical check up.


" dok bisa bicara berdua " ucap pak sultan yabg ingin memastikan jika Agnia memang baik baik saja tidak seperti apa yang ada dalam pikirannya.


" silahkan " ucap dokter sambil berjalan menuju ruangannya.


" sayang tunggu di sini dulu ya, ada yang harus om tanyakan tentang kondisi bunda pada dokter " Reina hanya mengangguk membiarkan pak sultan pergi toh ini juga untuk bundanya.


Pak sultan pun berjalan ke arah dokter tersebut yang memang tak jauh dari tempat Agnia berada.


" dok.. Tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Agnia ? Bahkan satu hari ini saja agnia dua kali tak sadarkan diri ?" tanya pak sultan tak sabar.


" maaf sebelum saya menjawab pertanyaan anda, anda itu siapanya nyonya Agnia karena kami hanya boleh memberitahu kondisi pasien pada keluarga nya.


" saya calon suaminya " ucap sultan tanpa keraguan.


" menurut diagnosa sementara nyonya Agnia menderita...


✍️✍️✍️ thor nanggung Agnia sakit apa ? 😡😡 sabar ya.. Kita tunggu apa yang di ucapkan dokter tentang kondisi Agnia ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2