
Sudah satu bulan sultan dan Agnia menikah, dan selama itu juga Alan ada di rumah Agnia dan sultan bersama Reina tentunya, meski sesekali Dava nginap di rumah itu bersama dengan Bu cahaya tentunya.
Tapi meski sudah satu bulan kaki Haikal masih belum ada kemajuan meski terapi sudah di lakukan oleh Haikal di bantu oleh Bu Nina.
" Bu.. Haikal mendapat surat pemberhentian kerja karena sudah satu bulan ini Haikal tidak bisa memenuhi kewajiban Haikal sebagai pekerja "
Bu Nina bukan tak bisa mencerna apa yang di ucapkan Haikal, tapi iya hanya ingin memastikan jika tebakannya salah.
" Haikal di PHK " ucap Haikal dengan raut wajah yang terlihat sedih.
" ibu mengerti, lalu bagaimana dengan kehidupan kita kedepannya ?" tanya Bu Nina yang memang hanya mengandalkan Haikal selama ini.
" Haikal masih punya simpanan uang tapi mungkin hanya cukup untuk beberapa bulan saja " ucap Haikal menutupi kegundahan hatinya.
" tapi mungkin Haikal tidak akan bisa menanggung biaya hidup Adam " ucap Haikal yang lagi lagi mengingkari apa yang iya ucapkan dan janjikan.
" tunggu !! apa selama ini kamu memberikan hak Reina ?" tanya Bu Nina yang tiba tiba saja mengingat jika Reina juga masih memiliki hak atas kewajiban yang harus di tunaikan Haikal.
Haikal hanya menggeleng karena memang selama ini Haikal yang begitu egois tidak pernah memberikan uang untuk Reina karena dirinya masih berharap Agnia akan mengemis padanya dan akhirnya mau kembali padanya lagi.
" pantas " ucap Bu Nina yang kini sadar jika tuhan kini sedang mencabut nikmat yang di berikan pada Haikal karena kesalahan yang sudah Haikal lakukan sendiri.
" kenapa Bu ?" tanya Haikal yang heran dengan apa yang di ucapkan ibunya.
" tuhan sedang mencabut nikmat yang sudah dia berikan padamu karena kamu yang tidak adil dan tidak memberikan hak mu kepada Reina.
degg..
Haikal terdiam sambil terus menatap ke arah ibunya yang baru menyadarkan atas kesalahan yang iya lakukan selama setahun belakangan ini.
" lalu Haikal harus apa Bu ? " tanya Haikal yang tiba tiba saja merasa jalan yang iya hadapi buntu.
" minta maaflah pada Agnia dan juga Reina " tapi belum selesai Bu Nina bicara Haikal sudah menyela ucapannya.
__ADS_1
" kenapa harus minta maaf ? bahkan di saat Haikal dalam keadaan seperti ini Reina sama sekali tidak datang menjenguk Haikal " ucap Haikal yang merasa jika Reina kini sudah tak menganggapnya ayah karena sudah memiliki ayah baru.
" kamu tau Haikal, kamu itu sangat lucu " Haikal langsung menatap ke arah ibunya yang mengatakan jika dirinya lucu tapi Haikal tidak merasa jika dirinya lucu atau sedang melucu.
" apanya yang lucu Bu ? apa Haikal salah jika mengatakan itu ?" tanya Haikal tanpa rasa bersalah.
" ya kamu itu lucu, disaat kamu tak perduli pada Reina mereka bisa menerima tapi saat mereka terlihat cuek kamu malah ingin di perhatikan oleh Agnia dan juga Reina "
lain halnya di rumah Agnia dan sultan dimana pagi ini terasa berbeda karena tiba tiba saja akan meminta izin ingin pulang ke rumah mamanya Nabila yang sejak satu bulan lalu Nabila benar benar membiarkan Alan hidup tenang di rumah Agnia dan sultan tapi itu malah menimbulkan kecurigaan di hati Alan.
" Bun.. siang nanti setelah pulang sekolah Alan mau pulang ke rumah mama dulu " Agnia yang mendengar itu merasa lega bukan karena merasa Alan menjadi beban keluarga nya, tapi Agnia bangga karena akhirnya Alan mau datang dan menjenguk ibunya tanpa di minta atau di paksa.
" Iya, tapi Bunda pesan jika memang Alan mau menginap di sana kabari Bunda dan jangan terlalu keras kepada mama Nabila " ucap Agnia menasehati.
" iya Bun, Alan harap mama baik baik saja dan mama sudah lebih baik dari terakhir bertemu dengan Alan " ucap Alan penuh harap.
" aamiin " ucap Agnia yang kini sudah selesai menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan suaminya.
" yah, Alan mau pulang ke rumah mama dan Bunda juga sudah memberi izin " ucap Alan yang baru memberitahu sultan setelah mendapat izin dari Agnia.
" baiklah, jangan lupa memberi kabar jika akan menginap " ucap sultan seperti apa yang di pesankan Agnia.
" iya yah " ucap Alan yang kini sudah memulai sarapan pagi sebelum berangkat sekolah.
" Reina juga mau me rumah nenek nina ya Bun " ucap Reina yang tiba tiba saja ingin bertemu dengan neneknya.
" baiklah " ucap Agnia karena yakin anak anaknya bisa menjaga diri dan memutuskan yang terbaik untuk mereka sendiri.
" sama siapa ke rumah nek Nina ?" tanya Alan yang benar benar menjaga Reina karena memang usia mereka hanya selisih satu tahun dan kebetulan di sekolah Alan adalah kakak kelas Reina.
" sama Dava " ucap Reina tanpa beban.
" kan nanti malam Dava juga mau sekalian nginap di sini sama bunda cahaya " ucap Reina lagi setelah di beritahu oleh Dava.
__ADS_1
Alan hanya diam tanpa mengatakan apapun lagi, jujur hatinya kini mulai tertarik pada Reina yang memang terlihat manis dan menarik.
Seperti biasa sultan selalu mangantar Alan dan Reina saat dirinya akan berangkat Dinas, dan kini hanya tinggal Agnia seorang diri di rumah. toko kue yang di rintis Agnia dan sultan pun kini sudah Agnia percaya kan pada orang kepercayaan nya karena sultan tidak mau Agnia terlalu lelah dalan bekerja dan mengurus rumah dan juga dirinya tentunya.
tok tok tok
" pasti ada yang tertinggal " tebak Agnia yang mengira jika yang kembali datang adalah sultan.
" mba nabila ?" Agnia tampak kaget saat membuka pintu ternyata Nabila yang datang ke rumahnya pagi ini.
" aku ingin bicara " ucap Nabila sambil memasuki rumah sultan tanpa Agnia suruh, meski sedikit curiga Agnia tetap membiarkan Nabila masuk ke dalam rumahnya.
" ada apa ?' tanya Agnia karena Agnia yakin jika Nabila memiliki tujuan tersembunyi datang ke rumah nabila.
" aku ingin kembali pada Sultan dan Alan " mendengar ucapan Nabila membuat Agnia tersenyum sinis karena merasa Nabila hanya menganggap sultan dan Alan hanya sebuah barang yang bisa Nabila ambil dan berikan sesuka hati.
" kenapa ? apa aku salah ? "
" ya kamu salah, karena mas sultan dan Alan bukan lah barang yang bisa kamu ambil dan buang sesuka hatimu " ucap Agnia kesal.
" dan saat ini mas sultan adalah suamiku jika kamu lupa " ucap Agnia.
" aku mencintai nya dan aku tak pernah berniat membagi atau memberikan mas sultan pada siapapun " ucap Agnia.
" dan sebaiknya kamu keluar dari rumah ini sebelum saya benar benar mengusir kamu dengan cara yang kasar " ucap Agnia.
" SOMBONG.. asal kamu tau jika aku adalah cinta pertama mas sultan, jadi cinta yang kamu berikan belum tentu bisa menggeser rasa cinta yang mas sultan miliki untuk ku hingga saat ini.
" KAMU SALAH...
✍️✍️✍️ Cinta pertama mungkin akan menduduki posisi nya sendiri di hati tapi cinta sejati akan bisa menguasai hatinya sepenuhnya.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
" love you moreee 😘😘