
Untuk pertama kalinya dalam hidup agnia dirinya harus berpisah dengan Reina putri satu satunya, karena keegoisan Haikal yang tidak ingin membiarkan agnia merawat Reina membuat keduanya terpaksa terpisah.
" sayang.. kamu harus baik baik di sana " ucap agnia yang tak ingin melepaskan tangan Reina.
" Bu.. agnia titip Reina " ucap agnia pada Bu Nina yang tak bisa berbuat banyak dengan keputusan yang di ambil haikal.
" iya kamu tenang saja " ucap Bu Nina yang tau kekhawatiran seorang ibu pada anaknya.
Haikal langsung melajukan mobilnya menuju rumah setelah berhasil membawa Reina dari agnia yang hanya bisa menangisi kepergian Reina.
Di sudut yang tak jauh dari kontrakan agnia tanpa agnia sadari ada yang merasa iba dengan apa yang agnia alami saat ini.
" andai status mu sudah jelas saya ingin sekali menghapus air mata yang kini mengalir di wajah cantik mu " gumam laki laki tersebut yang masih terus memperhatikan agnia yang masih setia berdiri di teras rumahnya.
Setelah melihat agnia masuk orang tersebut pun berbalik dan meninggalkan tempat persembunyian nya untuk kembali ke rumahnya.
" dari mana saja kamu sultan ?" tanya bu cahaya saat sultan sudah memasuki rumah nya.
" melihat agnia, tapi apa kak tau apa yang tadi aku lihat ?" tanya sultan tanpa ingin menutupi apapun dari kakaknya
" Reina dibawa paksa oleh ayahnya agar tidak tinggal di rumah kontrakan agnia " ucap sultan emosi, Sedangkan Bu cahaya hanya melihat perubahan di wajah adiknya.
" andai agnia sudah berubah status nya, sultan pasti bisa membantunya untuk menahan Reina pergi " ucap sultan sedangkan Bu cahaya hanya bisa geleng geleng kepala melihat reaksi yang di berikan sultan jika sudah membahas masalah agnia.
" kamu harus bersabar dan kamu harus yakin jika memang agnia berjodoh dengan mu pasti akan ada jalan " ucap Bu cahaya mencoba mengerti perasaan sultan pada agnia.
Tanpa menjawab apapun sultan memilih masuk kedalam kamarnya sedangkan Bu cahaya hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah sultan yang seperti seorang ABG yang baru mengenal cinta.
' bukan hanya kamu yang terluka dengan kejadian yang menimpa agnia dan Reina tapi jika Dava keponakan mu ' gumam Bu cahaya yang masih melihat kepergian adiknya.
Agnia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dimana biasanya Reina berbaring di sana dan menemaninya tidur.
" sayang.. bunda rindu... bagaimana bisa bunda menjalani hidup tanpa kamu di sisi bunda " ucap agnia sambil membelai bantal yang di gunakan Reina setiap malamnya.
__ADS_1
Sama halnya dengan yang di rasakan Reina, Dimana setelah sampai di rumah neneknya Reina langsung mengurung diri di kamar tanpa mendengar kan teriakan ayahnya yang dari tadi memanggilnya.
" ayah tega.. ayah kejam " ucap Reina sambil memukul mukul bantal nya.
" sayang .. buka .. ini nenek... " ucap Bu Nina yang tak tega melihat wajah sedih cucunya yang tidak bisa terluapkan dengan benar.
" sudahlah bu biarkan saja, haikal yakin jika besok semuanya akan kembali seperti semula " ucap Haikal yang berpikir Reina hanya butuh waktu beradaptasi.
" sini ibu mau bicara " ucap Bu Nina sambil menarik Haikal ke ruang tamu agar jauh dari Reina
" kenapa kamu begitu egois ?" tanya Bu Nina tak habis pikir dengan jalan pemikiran Haikal selama ini.
" Haikal hanya ingin membuat agnia kembali pada Haikal " ucap Haikal bersikeras.
" apa kamu pikir dengan merebut Reina dari agnia bisa meluluhkan hati agnia yang sudah hancurkan berkali kali oleh mu ?" tanya Bu Nina.
" ibu harap kamu tidak akan pernah menyesali apa yang sudah kamu lakukan pada agnia dan juga Reina " ucap Bu nina sambil bersiap pergi meninggalkan Haikal.
" Haikal yakin jika apa yang Haikal lakukan kini bisa membuat Reina kembali dan kita akan jadi keluarga yang utuh " ucap Haikal yakin.
Malam ini terasa sangat berat bagi reina dan juga agnia meski dengan susah payah, mereka pun akhirnya bisa memejamkan setelah lelah menangis.
Mentari pagi yang mulai menyinari bumi membuat agnia terjaga karena cahaya mentari yang memasuki sela sela kamar agnia.
" pagi sayang ... semoga kamu di sana selalu bahagia " ucap agnia sambil memandang Poto putrinya.
" bunda juga akan berusaha tersenyum mulai saat ini, dan doakan bunda agar bisa mengambil hak asuh kamu dari ayah kamu " tekad agnia dalam hati.
Dan sesuai dengan ucapannya pagi ini dimana agnia mencoba tersenyum dan bersemangat menjalani hidup meski harus hidup seorang diri.
" aku harus berangkat pagi agar bisa bertemu dengan Reina di sekolah nya " ucap agnia yabg sudah bersiap pergi bekerja meski hari masih pagi.
" bunda rindu kamu sayang " ucap agnia saat melihat wajah putrinya di wallpaper handphonenya.
__ADS_1
Agnia mulai melajukan motor nya menuju sekolah Reina tapi agnia tidak secara langsung menunggu Reina di depan gerbang tapi agnia sengaja bersembunyi agar Haikal tidak menyadari keberadaannya.
" Reina sekolah dulu ya yah " ucap Reina yang baru saja turun dari mobil Haikal yang tak jauh dari posisi agnia saat ini.
" hati hati, ingat pulang sekolah langsung pulang ke rumah nenek " ucap Haikal mengingatkan Reina.
" jika kamu melanggar apa yang ayah perintahkan maka jangan salahkan ayah jika ayah memindahkan sekolah kamu ketempat dimana bunda kamu tidak akan bisa menemui kamu lagi " ucap Haikal mengancam Reina.
" ayah tega " ucap Reina sambil membanting pintu mobil haikal.
" ayah hanya ingin bundamu sadar dan kembali sama ayah, itu saja " ucap Haikal yang masih melihat kepergian putrinya.
Haikal pun melajukan mobilnya menuju kantor, agnia yang sudah melihat mobil Haikal yang pergi meninggalkan sekolah Reina pun kini keluar dari persembunyiannya dan berjalan masuk ke sekolah untuk mengejar Reina.
" Sayang ... " teriak agnia berharap Reina mendengar nya, dan benar saja Reina menghentikan langkah dan berbalik karena mengenali suara yang begitu iya rindukan semalaman.
Reina berlari menghampiri agnia yang sudah merentangkan tangannya untuk menyambut putrinya dalam pelukan nya.
" bunda rindu.. " ucap agnia sambil mencium kening Reina.
" Reina juga kangen sama bunda " ucap Reina yang sudah tidak memperdulikan pandangan teman temannya terhadap dirinya.
" ya sudah, bunda berangkat kerja dulu kamu yang rajin ya sekolah nya " ucap Agnia sambil menghapus jejak air mata yang masih mengalir di pipi Reina.
" bunda tau mungkin ayah akan membatasi pertemuan kita tapi kamu jangan khawatir bunda pasti perjuangkan kamu " ucap agnia yang sangat paham dengan watak suaminya.
" dan bunda janji setiap pagi akan datang lebih dulu ke sini dan membawa kan sarapan untuk kamu setiap harinya agar kamu tidak merasa jauh dari bunda.. " ucap agnia yang malah membuat Reina semakin menangis.
" Reina sayang sama bunda ..
✍️✍️✍️ Apakah Reina dan agnia akan selamanya seperti ini dan bagaimana Haikal menghadapi savitri yang terus memintanya untuk menikahinya secara sah 😒😒
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹