
Seburuk apapun seorang ibu pasti akan memikirkan masa depan anaknya dan itu juga yang di lakukan savitri karena dalam hati Savitri ingin jika anaknya kelak tidak akan mengalami apa yang dirinya alami.
" beri mas waktu untuk memikirkan semuanya " ucap Haikal yang masih berharap bisa kembali bersama dengan Agnia dan Reina putrinya.
" Vi harap mas tidak akan terlalu lama berpikir karena semakin lama kandungan Vi akan semakin bertambah besar " ucap Savitri sedikit mendesak Haikal.
" tapi jujur mas masih berharap bisa kembali dengan agnia karena mas yakin Agnia tidak akan mudah melupakan mas " ucap Haikal yang tentu saja membuat Savitri sakit hati dengan ucapan yang Haikal tanpa memikirkan perasaan nya.
" mas pulang dulu " ucap Haikal pamit karena hari sudah semakin malam.
Savitri tak bisa berbuat banyak karena Haikal seolah tak memberinya celah untuk mendekat bahkan merayu dirinya.
" Vi bukan hany memikirkan diri Vi saja mas, tapi Vi kini sadar jika Vi tak bisa membiarkan anak kita tidak mengenal ayahnya ' gumam savitri sambil melihat kepergian Haikal yang tanpa ragu bahkan sekedar berbalik untuk melihat nya.
Haikal pun mulai meninggalkan rumah savitri bukan untuk kembali ke rumah Bu Nina, tapi Haikal memutar mobilnya menuju rumah dimana agnia dan Reina berada.
" apa kali ini sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mas, hingga kamu sudah mengajukan perpisahan kita ke pengadilan " ucap Haikal sambil melihat ke arah rumah Agnia tanpa ingin turun dari mobilnya.
Mentari mulai menyinari bumi dimana agnia dan Reina kini sedang sibuk dengan segala aktivitas mereka masing masing.
" Bun, Reina tidak ingin kembali kerumah ayah" ucap Reina sebelum agnia mengantarkan nya ke sekolah.
Agnia menghela nafasnya yang terasa sangat sesak, bukan karena dirinya tak bis mencukupi kebutuhan Reina tapi karena iya hanya ingin memberikan kenyamanan untuk putrinya.
" baiklah, nanti bunda akan bicara sam ayah dan semoga saja ayah mau mengijinkan kita bersama " ucap Agnia yang tak tega melihat putrinya yang terlihat tertekan.
" bunda boleh nanya ?" tanya Agnia hanya ingin memastikan sesuatu.
" apa Bun " ucap Reina sambil menikmati sarapan yang sudah di buat oleh Agnia untuk mereka berdua.
" tapi Reina harus berkata jujur " ucap Agnia terlihat serius, Reina pun mengangguk yakin jika dirinya akan berusaha jujur menjawab pertanyaan bundanya.
" apa Reina masih berharap jika ayah dan bunda bisa bersama ?" tanya Agnia
__ADS_1
" jujur kemarin Reina masih berharap jika bunda dan ayah bisa kembali bersama " ucap Reina dengan mata berkaca-kaca.
" tapi setelah ayah menampar Reina dan malah melempar kan kesalahan pada Reina membuat Reina berpikir jika memang bunda lebih baik berpisah dengan ayh yang tidak bisa menghargai orang yang tulus dan sayang padanya " ucap Reina.
Mendengar penuturan Reina membuat agnia kini mantap untuk berpisah dan berharap Haikal akan mempermudah semuanya.
" sudah jangan menangis lagi, kan cantiknya jadi ilang " ucap Agnia sambil membantu menghapus air mata putrinya.
" tuh denger dava sudah datang jemput kamu " ucap Agnia saat mendengar suara motor yang berhenti di depan rumahnya.
" tapi inget ya, jangan dulu pacaran masih kecil " ucap Agnia menggoda putrinya agar putrinya bisa kembali ceria seperti dulu.
" apaan sih Bun, Dava sama rein ngga pacaran kok " ucap Reina dengan wajah bersemu merah.
" iya bunda tau dan bunda percaya sama kamu dan Dava " ucap Agnia sambil mengantar Reina kedepan.
" loh kok ada pak sultan juga ?" tanya Agnia yang baru menyadari jika ada dua motor yang datang pagi ini.
" apa sih Dav, sudah sana berangkat sekolah nanti kesiangan " ucap pak sultan sebelum Dava benar benar membuka kartunya.
Dava dan Reina pun berangkat dengan motor Dava sedangkan pak sultan memilih duduk di kursi teras rumah Agnia tentunya setelah di persilahkan duduk oleh Agnia.
" teh, kopi ?" tanya Agnia menawarkan pak sultan.
" tidak terima kasih, saya kesini hany ingin memastikan jika kmu dan Reina baik baik saja " ucap pak sultan jujur.
" Alhamdulillah saya dan Reina baik baik saja dan terima kasih atas perhatiannya " ucap Agnia yang tidak ingin pak sultan salah paham dan berpikir jika dirinya memberi harapan dan membuka hati untuknya.
" dan maaf sebelumnya mungkin ucapan saya terkesan tidak sopan " ucap Agnia sambil melihat ke arah lain sambil melihat ke sekeliling.
" meski saya sedang mengajukan proses cerai tapi bagaimana pun status saya masih sebagai istri dari mas Haikal " ucap Agnia yang langsung di mengerti oleh pak sultan.
" say mengerti dan maaf jika kedatangan saya membuat kamu merasa tidak nyaman " ucap pak sultan yang sudah bangkit dari duduknya dan bersiap pergi meninggalkan Agnia.
__ADS_1
" maaf, saya hanya ingin orang lain tidak berpikiran buruk baik tentang saya maupun tentang anda " ucap Agnia menyampaikan apa yang ada dalam pikiran nya.
" dan jika kelak kamu dan suamimu sudah benar benar berpisah, apa saya bisa mendekatimu ? " tanya pak sultan sambil melihat ke arah Agnia yang hanya bisa menunduk.
" entah lah, apa bisa saya kembali membuka hati setelah berkali kali di khianati " ucap Agnia.
" baiklah, tapi saya pasti akan kembali setelah kamu dan suamimu benar bener berpisah" ucap pak sultan tegas seolah tidak memberikan celah pada Agnia untuk menolak dirinya.
Pak sultan pun memilih pergi meninggalkan Agnia yang masih terus menjaga jarak padanya, meski pun begitu pak Sultan sungguh bangga dengan Agnia yang mampu membatasi diri disaat dirinya butuh sandaran dari masalah yang tengah iya hadapi.
" maaf, tapi saya sendiri masih belum yakin apa masih bisa percaya pada laki laki " ucap Agnia yang selalu menyimpan kekecewaan pada Haikal selama ini.
Seolah semua pengkhianatan Haikal sangat membekas di hatinya hingga agnia merasa sulit untuk kembali percaya pada cinta dan kesetiaan.
Lain halnya dengan Haikal yang saat ini sedang berbicara pada Bu Nina tentang apa yang di bicarakan dengan savitri semalam.
" apa kamu yakin jika anak yang di kandung Savitri adalah anak mu ?" tanya Bu Nina yang masih ragu dengan cerita savitri yang mengandung anak dari putranya.
" entah lah Bu, tapi Haikal yakin jika kali ini savitri jujur Bu " ucap Haikal.
" lalu apa kamu kini sudah menyerah untuk kembali pada Agnia dan Reina ?" tanya Bu Nina yang sangat tau jika Agnia tidak akan mau berbagi suami dengan siapapun terlebih savitri selingkuhan suaminya dulu.
" jujur Haikal masih berharap bisa kembali dengan Agnia dan Reina tapi Haikal juga harus memikirkan anak yang sedang di kandung oleh Savitri " ucap Haikal yang tiba tiba saja menemukan cara untuk bisa mendapatkan semuanya.
" jadi kamu ingin memiliki semuanya ??
✍️✍️✍️😡 serakah.. apa cara yang akan Haikal lakukan untuk bisa meyakinkan agnia tanpa melepaskan savitri ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1