End Of Patience

End Of Patience
Kesempatan Terakhir..


__ADS_3

Terkadang harga diri dan keegoisan seorang laki laki bisa mengalahkan apapun termasuk tangisans seorang anak yang merindukan sosok ayah yang dulu sangat mencintai keluarga nya


" ayah masih tetap sama " ucap Haikal yang seolah menutup hati dengan tangis Reina dan agnia.


" kamu dan Bunda mu yang berubah " ucap Haikal.


" kalian yang ingin menjauh dari ayah " ucap Haikal.


" pokoknya ayah ngga mau tau, ayah ingin kalian kembali pulang ke rumah malam ini juga "


Setelah mengucapkan itu Haikal pun pergi meninggalkan semua orang yang menatap penuh kecewa dengan apa yang di putuskan Haikal.


" Bun.. Reina ngga mau tinggal sama ayah lagi " ucap Reina yang masih tetap pada pendirian nya.


" sayang... " agnia kembali duduk di dekat putrinya dan menggenggam tangan Reina yang masih terasa demamnya.


" kita akan memberi ayah kesempatan lagi " ucap agnia sambil membelai rambut Reina yang terlihat berantakan.


" tapi Bun.. " Reina yang ingin membantah pun kembali terdiam setelah mendengar apa yang di ucapkan bundanya.


" bunda janji, ini yang terakhir kita memberikan kesempatan pada ayah untuk berubah " ucap agnia yang juga di dengar oleh Bu Nina


" terima kasih sayang sudah mau memberikan kesempatan pada Haikal " ucap Bu Nina yang merasa sangat senang dengan keputusan yang diambil agnia.


" dan jika memang nanti Haikal kembali berulah dan membuat kalian terluka ibu akan mendukung semua keputusan kalian " ucap bu Nina.


Setelah keluar dari ruangan Reina, Haikal pun pergi ke rumah Savitri yang seharian ini tidak iya hubungi.


" mas.. " Savitri langsung memeluk Haikal karena Savitri sempat berfikir jika Haikal akan menjauh dari nya.


Haikal pun membalas pelukan Savitri dan membawanya masuk ke dalam rumah.


" mas lapar apa kamu sudah masak ?" tanya Haikal yang memang merasa lapar semenjak keluar dari rumah sakit tapi iya sudah sangat malas untuk berhenti di restoran.

__ADS_1


" Vi.. masak masakan kesukaan mas " ucap Savitri sambil menggandeng tangan Haikal menuju ruang makan dimana benar saja di sana sudah tersedia makanan kesukaan Haikal.


Haikal dan Savitri pun makan dengan tenang bahkan sikap Haikal sudah kembali hangat dan Haikal bahkan memberikan pujian pada Savitri tentang masakan yang iya buat.


" mas sudah kembali dengan agnia " ucap Haikal setelah mereka selesai makan malam dan kini mereka sedang duduk di ruang keluarga.


Sejujurnya Savitri kecewa saat mendengar jika Haikal sudah kembali pada agnia, tapi Savitri harus bisa menahan semuanya agar semua yang sudah iya perjuangkan selama ini tidak akan gagal untuk yang kedua kalinya.


" lalu Savitri bagaimana ?" tanya Savitri seolah olah dirinya pasrah dengan apa yang akan di putuskan Haikal untuknya.


" kamu masih tetap istri mas meski pun siri " ucap Haikal tanpa rasa bersalah.


" apa Vi harus tetap sembunyi dan diam ?" tanya Savitri yang ingin tau apa haknya di mata Haikal.


" untuk sementara iya, sampai agnia benar benar percaya jika mas setia padanya " ucap Haikal yang memang sudah memikirkan semuanya sebelum bertemu dengan Savitri.


" baik lah, tapi ijinkan Savitri bisa hamil anak mas " ucap Savitri sambil membelai paha Haikal yang biasanya hanya dengan itu Haikal akan mudah terpancing oleh nya.


" lalu sampai kapan kita akan seperti ini " ucap Savitri yang sudah berpindah duduk di atas pangkuan Haikal.


" beri mas waktu " ucap Haikal yang langsung mencumbu Savitri di ruang keluarga,dan mungkin ini juga alasan Haikal tak bisa lepas dari Savitri yang bisa mewujudkan semua fantasi yang selalu iya bayangkan saat bersama agnia.


Lain halnya di rumah sakit dimana agnia yang menemani Reina di rumah sakit tanpa memikirkan dimana Haikal berada, bahkan agnia sama sekali tidak mencari tau dimana Haikal berada.


" sayang.. ibu pulang dulu ya " ucap Bu Nina yang memikirkan dimana Haikal putranya berada.


" iya Bu.. hati hati.. maaf tidak bisa mengantar ibu " ucap agnia yang juga sangat menyayangi ibu mertuanya, Bu Nina pun pergi meninggalkan cucu dan menantunya menuju rumah nya dan berharap Haikal sudah lebih dulu sampai di rumah terlebih dahulu.


" Bun.. apa bunda yakin ayah bisa berubah " ucap Reina yang sebenarnya tidak setuju dengan keputusan yang di ambil ibunya.


" sudah .. lebih baik Reina tidur agar bisa segera sehat dan bisa sekolah lagi " ucap agnia sambil membenarkan selimut yang di pakai Reina.


Reina pun mulai memejamkan matanya dan mencoba percaya jika memang ayahnya bisa kembali seperti dulu, melihat Reina yang sudah memejamkan matanya, agnia pun ikut memejamkan matanya dengan bersandar pada pinggir tempat tidur Reina.

__ADS_1


" om.. kenapa om tidak bicara apapun saat di rumah sakit tadi ?" tanya Dava pada sultan saat mereka sudah sampai di rumah nya.


" kan tadi om sudah bilang, itu urusan rumah tangga mereka kita tidak berhak ikut campur " ucap sultan sambil mengusap rambut Dava yang memang terlihat sangat menyayangi Reina.


" tapi om.. harusnya om membela bunda agnia saat ayah reina menuduh om dan bunda agnia " sultan pun berbalik menatap keponakan nya yang memang sedang masanya hanya mengedepan kan emosi dri pada akal sehat.


" sudah, lebih baik kamu istirahat dan doakan semoga teman kamu segera sehat kembali " ucap sultan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


' bukan om tak ingin membela agnia, tapi dia masih berstatus istri orang lain jadi om harus tau batasan yang ada di antara kami ' gumam sultan saat sudah di kamarnya.


' dan semoga saja apapun yang sedang di hadapi oleh agnia, dia bisa melewati semuanya dengan lapang dada ' ucap sultan lagi.


Malam pun menyelimuti setiap insan yang ada di bumi, termasuk Haikal yang baru saja melewati malam panjangnya dengan Savitri bahkan dengan berbagai macam gaya yang mereka lakukan meski mereka melakukan nya di ruang keluarga rumah Savitri.


" mas sangat puas dengan semua yang kamu lakukan " ucap Haikal yang baru saja mendapatkan pelepasan nya untuk yang kesekian kalinya.


" kamu tau Vi, jika kamu hamil mungkin kita tidak akan bisa melakukan gaya yang kita inginkan seperti tadi " ucap Haikal yang memang hanya menganggap Savitri sebagai pemuas fantasinya saja.


" baiklah, apapun yang mas inginkan " ucap Savitri yang hanya ingin membuat Haikal senang, tapi dirinya akan tetap membuka alat kontrasepsi yang selama ini iya pasang untuk mencegah Kehamilan.


" ini yang mas suka dari kamu, tidak pernah membantah ucapan mas dan yang paling penting gua milikmu sangat nikmat " ucap Haikal sambil membelai gua yang masih belum tertutup apapun.


" gua ini akan selalu siap untuk mas datangi " ucap savitri sambil membelai Toya sakit Haikal.


' andai agnia seperti kamu


✍️✍️✍️😡😡 dasar Haikal pikirannya ngga jauh dari gua... apa Haikal kali ini bisa benar benar menutupi pernikahan sirinya dengan Savitri?? 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2