
Reina tidak menyangka saat dirinya berniat melihat Dava di saat itu juga Dava langsung menariknya kedalam kamar yang membuatnya berteriak kaget.
" DAVA .. APA YANG KAMU LAKUKAN?" tanya Reina setelah di tarik masuk oleh Dava kedalam kamarnya.
greppp
Dava reflek memeluk Reina karena dirinya benar benar butuh sandaran bahkan hati Dava merasa tidak tenang membayangkan apa yang di katakan laki laki itu adalah suatu kebenaran.
" kamu kenapa ? apa karena ini juga kamu seperti menjauh dari ku dan dari bunda ?" tanya Reina yang masih membiarkan Dava memeluk dirinya.
" aku takut " ucap Dava yang sudah bisa menguasai perasaan nya bahkan kini Dava sudah melepaskan pelukan nya dari Reina.
" Reina mengerti " ucap Reina yang 0ernah di posisi yang jauh lebih sulit dari yang Dava alami saat ini.
" tapi percayalah, jika bunda pasti tau yang terbaik buat anaknya " ucap Reina.
" tapi bagaimana jika dia memang ayah ku ? " ucap Dava yang tak bisa membayangkan tiba tiba dirinya memiliki seorang ayah.
" apapun itu aku yakin jika kamu pasti bisa melewatinya dan yang harus kamu ingat disini ada aku, ayah dan bunda Agnia " ucap Reina mencoba menyemangati Dava.
" ayo kita ke luar, ayah dan bunda pasti akan senang melihat kamu keluar dari kamar, dan percayalah apapun keputusan yang akan bunda cahaya ambil memang yang terbaik untuk kamu " ucap Reina sambil menarik Dava keluar dari kamar dan ternyata berbarengan dengan cahaya dan juga Aditya yang baru saja masuk ke dalam rumah.
" sayang " cahaya langsung memanggil Dava yang juga baru saja duduk bersama dengan sultan dan Agnia.
Sejenak cahaya melihat ke arah sultan, Agnia dan Reina tapi tak lama tatapan nya beralih pada Dava putranya yang berhak tau yang sebenarnya.
" Bun.." Dava mengerti jika Bu cahaya mengkhawatirkan dirinya yang mungkin belum siap menerima semuanya, tapi Dava mencoba meyakinkan Bu cahaya jika dirinya akan baik baik saja.
" Bun.. Jelaskan yang sebenarnya "
" Bunda tidak perlu khawatir, Dava akan mencoba mengerti dan memahami apa yang akan bunda jelaskan terkait dengan ayah kandung Dava" ucap Dava.
__ADS_1
" dia.. " cahaya yang baru saja akan membuka suara untuk menjelaskan semuanya tapi Aditya langsung memotong pembicaraan cahaya.
" Biar mas yang jelaskan " ucap Aditya yang langsung mendapat perhatian dari semua yang ada di sana apalagi saat Aditya menyebut kata mas pada cahaya membuat sultan yakin jika hubungan kakaknya dengan laki laki ini sudah kembali seperti semula.
" Dava.. Maafkan ayah .. "
" mungkin ayah telat untuk datang pada kalian, tapi sungguh bukan keinginan ayah seperti ini " ucap Aditya yang sudah menjawab semua rasa penasaran Dava tanpa harus menjelaskan panjang lebar.
" apa yang membuat ayah begitu lama muncul di hadapan Dava ? Dan kenapa bunda memberitahu pada Dava jika ayah Dava sebelumnya sudah tiada ?" tanya Dava yang hanya ingin tau alasan dibalik menghilangnya Aditya semala lima belas tahun ini.
" bunda akan jelaskan nanti " ucap cahaya yang perlu waktu bagi Dava menerima semuanya.
" bunda kamu benar Dava, butuh waktu untuk menjelaskan semuanya dan itu biar hanya kamu dan bunda kamu yang ada di rumah ini " ucap sultan karena hati semakin malam dan alangkah tidak baik jika Aditya terlalu malam pulang dari rumah kakaknya.
" dan untuk kamu, sebaiknya kamu pulang karena apa yang kamu inginkan sudah kamu dapatkan " ucap sultan mengusir Aditya secara halus.
" baiklah aku pamit pulang tapi aku akan kembali ke sini besok " ucap Aditya.
" kak, kami pulang dulu dan sultan yakin Dava anak yang cerdas dan juga dewasa dalam berpikir jadi Dava pasti akan mengerti dengan semua yang sudah terjadi di antara kakak dan Aditya " ucap sultan memberi dukungan pada kakaknya karena mereka hanya berdua jadi harus saling mendukung apapun yang terjadi.
" terima kasih om, selalu ada di saat kami sedang membutuhkan " ucap Dava yang menganggap sultan lebih dari sekedar seorang paman karena dari sultan lah Dava mendapatkan sosok seorang ayah selama ini.
Sultan pun memeluk keponakannya yang lebih dari seorang ponakan selama ini, Agnia pun merasa bangga pada Dava yang terlihat sangat dewasa melebihi usianya.
" kak, kami pulang dulu " ucap Agnia sambil memeluk cahaya yang berusaha tersenyum di hadapan semuanya.
" terima kasih sudah datang " ucap cahaya sambil memeluk Agnia yang malah menumpahkan semua yang iya tahan sejak tadi.
" jangan bersedih, sambut kebahagiaan yang akhirnya datang dan kakak harus percaya pasti ada pelang setelah badai dan mungkin saat ini pelang itu sudah datang menghampiri kakak dan juga Dava " ucap Agnia yang sudah mendengar semua cerita dari sultan meski hanya garis besarnya saja.
" tapi apa Dava mau menerima Aditya ?" tanya cahaya yang sudah melerai pelukannya pada Agnia.
__ADS_1
Agnia pun tersenyum sambil membantu menghapus sisa air mata yang masih menetes di pipi kakak iparnya.
" sama seperti Reina, Dava itu anak yang cerdas dan dewasa yang pasti akan mengerti dengan semua penjelasan yang akan kakak sampaikan " ucap Agnia meyakinkan cahaya.
Agnia, sultan dan Reina pun akhirnya pergi meninggalkan rumah cahaya dan juga Dava menuju rumah mereka.
" yah.. Memang selama ini ayahnya Dava pergi kemana ?" tanya Reina yang penasaran dengan kemunculan ayah Dava secara tiba tiba.
" entahlah, ayah sendiri tidak tau " ucap sultan apa adanya,
" tapi apapun itu, selama kak cahaya dan juga Dava bisa menerima nya kembali, kita hanya bisa mendukungnya apapun itu selama itu bisa membuat kak cahaya dan Dava bahagia " ucap sultan sambil tetap pokus mengemudikan mobilnya.
" ayah benar Rein, tapi Bunda mohon jika Dava tidak menceritakan apapun kamu jangan bertanya " ucap Agnia tak ingin Reina terlalu ikut campur dengan masalah pribadi Dava.
" bunda kamu benar sayang, berikan Dava waktu dan ayah yakin jika memang dia ingin bercerita orang pertama yang akan iya ceritakan adalah kamu " ucap sultan sambil melihat ke arah Reina yang ada di kursi belakang.
" iya " ucap Reina singkat.
Setelah kepergian sultan Agni dan Reina, cahaya pun terduduk di kursi ruang keluarga dimana sultan berada tadi.
" Bun lebih baik Bunda istirahat, kita akan membahas semuanya besok " ucap Dava yang langsung pergi memasuki kamarnya.
" apa kamu marah sama bunda ?" tanya cahaya yang merasa jika sikap Dava sangat berbeda, Dava pun menghentikan langkahnya di ambang pintu kamarnya tanpa berbalik ke arah cahaya.
" apa kemarahan Dava dan perasaan Dava mempengaruhi semuanya ? Apa Dava tidak berhak tau kebenaran nya jika saja laki laki itu tidak muncul di hadapan Dava ??"
✍️✍️✍️ kenapa Dava bersikap seperti itu pada cahaya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Love you moreee 😘😘😘