
Haikal baru saja membuka matanya saat pagi hari dimana di sana hanya ada Bu Nina yang menemani nya di sana tanpa ada Reina apa lagi Agnia.
" bu.. " panggil Haikal saat melihat Bu nina yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Haikal, kamu sudah bangun " ucap Bu Nina sambil berjalan mendekati Haikal yang masih dalam posisi tertidur.
Haikal mencoba bangkit dan merubah posisinya menjadi duduk, tapi apa yang di rasa membuatnya mengetahui jika ada yang tidak baik pada kakinya.
" Bu.. Kenapa dengan kaki Haikal " ucap Haikal sambil menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya.
" kenapa ? Apa yang kamu rasakan ?" tanya Bu Nina dengan jantung yang berdetak sangat kencang mencoba menghilangkan pikiran buruk tentang apa yang akan terjadi pada Haikal.
" Haikal tidak bisa merasakan kaki Haikal lagi Bu " ucap Haikal sambil memegang kakinya dan mencoba menurunkan kakinya dan mencoba menggunakan kaki nya untuk berjalan.
Tapi tetap saja Haikal tak bisa menggerakkan kakinya hingga membuat Haikal terjatuh meski sedikit tertahan oleh Bu Nina.
Buggghhh
" HAIKAL... " teriak Bu Nina yang memang tidak kuat menahan berat tubuh Haikal.
" Bu.. Haikal tidak bisa berjalan " ucap Haikal yang masih berusaha bersikap tenang meski hati nya benar benar tidak tenang dan mulai menebak apa yang terjadi pada dirinya.
" ibu panggil dokter dulu" ucap Bu Nina setelah berhasil membawa Haikal ke atas tempat tidur meski dengan sangat bersusah payah.
Bu Nina pun langsung memanggil dokter dan berharap apa yang ada dalam pikiran tidak akan pernah terjadi pada Haikal.
" dok tolong periksa kondisi putra saya, dia tidak bisa merasakan kakinya dan tidak bisa menggerakkan kakinya " ucap Bu Nina sambil mengajak dokter memasuki ruangan Haikal.
Dokter pun bergegas mengikuti Bu nina untuk memastikan perkiraan semalam tidak lah benar, dokter pun mulai memeriksa kondisi Haikal dengan sangat teliti agar tidak ada kesalahan atau pun kekeliruan dari pemeriksaan nya.
" maaf " ucap dokter sambil memandang ke arah Haikal ataupun Bu Nina.
" pak Haikal mengalami kelumpuhan sementara " ucap dokter setelah memeriksa kondisi Haikal dengan sangat teliti.
__ADS_1
Bagai di sambar petir di pagi hari dimana tak pernah terbayangkan jika dirinya mengalami hal ini, Haikal terdiam karena menolak apa yang sudah terjadi padanya.
" tapi Haikal masih berjalan seperti dulu lagi kan ?" tanya Bu Nina yang masih ingin melihat haikal bisa berjalan normal seperti dulu lagi.
" bisa, tapi perlu waktu dan terapi yang harus di lakukan oleh pak Haikal untuk bisa kembali seperti dulu lagi " ucap dokter yang ingin memberi harapan agar Haikal bisa termotivasi untuk sembuh dan bisa kembali berjalan seperti dulu.
Berbanding terbalik dengan keadaan Haikal dimana Agnia saat ini ada di depan sebuah rumah besar tapi Agnia tidak tau ini rumah siapa.
" mas.. ini rumah siapa ?" tanya Agnia saat mereka baru saja turun dari mobil sultan.
" kamu nanti akan tau " ucap sultan sambil menarik Agnia agar mengikuti dirinya bersama dengan Reina Dava dan Alan.
" Apa ini rumah baru ayah ?" tanya Alan dalam hati tapi tetap mengikuti ayah dan Agnia yang baru saja memasuki rumah itu yang di hiasi hiasan ucapan selamat datang Agnia dan juga Reina.
Agnia menatap ke arah sultan dan juga ke arah Reina Dava dan Alan dan kembali menatap ke arah sultan untuk memastikan jika apa yang iya lihat memanglah nyata.
" kamu tidak bermimpi sayang, apa yang kamu lihat memang sebuah kenyataan " ucap sultan sambil mencium tangan Agnia yang ada dalam genggaman nya.
" jangan lagi ada air mata di matamu ini, karena mulai sekarang kamu harus bahagia " ucap sultan.
" yah.. Apa ini rumah baru ayah ?" tanya Alan yang sudah tidak bisa mengendalikan rasa penasaran nya tentang rumah yang saat ini iya datangi.
" iya.. Ayah membeli ini setelah setengah tahun berpisah dengan mama kamu " ucap sultan yang tak ingin Alan salah paham lagi padanya.
" dan rumah ini akan menjadi rumah kita setelah kita menikah lusa nanti " ucap sultan.
" tapi Dava boleh kan menginap di sini " tanya dava yang tak bisa membayangkan jika Alan juga ikut tinggal di sini bersama Reina, bagaimana bisa iya menjaga Reina dari Alan jika Alan ikut tinggal di sini.
" boleh dong " jawab Agnia yang tak ingin membuat Dava kecewa apa lagi Reina dan dirinya sering sekali merepotkan Dava dn Bu cahaya.
" yah.. Apa memang sudah tidak ada kesempatan lagi untuk ayah dan mama untuk kembali bersama ?" tanya Alan yang masih terdengar oleh Agnia dan juga Reina.
Agnia menatap sultan yang juga menatap ke arahnya, tapi Agnia tidak mengatakan apapun pada sultan seolah menyerah kan semua keputusan pada sultan.
__ADS_1
" maaf, karena bagi ayah tidak akan ada lagi kesempatan jika menyangkut perselingkuhan" ucap sultan yang mungkin harus berbicara apa adanya pada Alan agar putranya bisa mengerti alasan sebenarnya dirinya berpisah dengan Nabila ibunya.
" Nia.. Mas tinggal dulu ya, ada yang harus mas bicarakan pada Alan " ucap sultan yang tak ingin kembali menunda memberitahu kan kebenarannya pada Alan.
" iya mas, Agnia harap mas bisa bersikap tenang saat menyampaikan semuanya pada Alan " ucap Agnia yang tau apa yang ingin di bicara sultan pada Alan.
Sultan berjalan lebih dulu lalu di ikuti Alan menuju halaman samping, dimana di sana terdapat gajebo kecil dengan kolam ikan di hadapan nya.
" Alan.. Ayah mohon jangan menyela apa yang akan ayah bicarakan, dan jika semuanya sudah jelas ayah harap kamu bisa mengerti kenapa ayah bisa jadi seperti ini dan tak memberikan kesempatan seperti yang kamu minta untuk mama mu " ucap sultan sebelum menceritakan semua luka yang pernah iya dapat dari Nabila dan juga sahabat nya.
Flashback on
Saat itu usia pernikahan sultan dan Nabila memasuki tahun ke 16 pernikahan mereka, sedangkan saat itu usia Alan baru empat belas tahun.
Sore itu saat Sultan pulang dari tugasnya bahkan hujan turun sangat deras tapi tak menyurutkan semangat sultan untuk pulang menemui istri dan anaknya Nabila dan juga Alan yang begitu sangat iya rindukan.
" sayang.. " sultan memasuki rumahnya yang tak dikunci padahal hujan semakin deras, Sultan terus masuk mencari Nabila dan Alan tapi saat iya tidak menemukan anak dan istrinya.
" mas.. Pelan.. Ada Alan di rumah.. " suara itu terdengar pelan saat sultan mendekat ke pintu kamar nya.
" mas..?? Memang ada siapa di dalam kamar ? Apa mungkin... "
Krieetttt
" apa yang kalian lakukan ???
✍️✍️✍️ apa yang di lakukan Nabila dikamar nya dan sultan ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1