End Of Patience

End Of Patience
Maling teriak Maling..


__ADS_3

Agnia tidak percaya jika dirinya akan kembali bertemu dengan laki laki yang sudah membelanya meski tidak secara langsung.


" anda " tanya ulang agnia pada laki laki di hadapannya yang tak lain adalah sultan om dari Dava.


" kenalkan saya Sultan omnya Dava " ucap sultan sambil mengulurkan tangannya pada agnia tapi agnia hanya mengatupkan tangannya di depan dada.


" agnia ibu dari temannya Dava " ucap agnia sungkan terlebih agnia masih sadar jika dirinya masih sah sebagai istri dari Haikal.


Sultan tidak percaya jika wanita yang di belanya adalah ibu dari teman Dava yang tadi iya dengan ceritanya meski hanya sekilas.


" silahkan masuk, saya panggilkan Dava dan Reina dulu " ucap pak sultan sambil membuka lebar pintu utama rumah Dava.


Sultan pun langsung mencari Dava yang ternyata sedang bermain game sambil menemani Reina yang masih tertidur di gajebo belakang rumahnya.


" Dav.. ada ibu dari teman kamu di depan " ucap pak sultan yang melihat sekilas kepada Reina yang terlihat sembab di bagian matanya.


" ya sudah Dava titip Reina dulu " ucap Dava yang langsung bangkit untuk menemui bunda agnia.


" awas ya jangan di ganggu Reina nya " ucap Dava yang memang sangat menyayangi agnia.


" udah kayak pacarnya aja " ucap sultan sambil mendorong Dava agar cepat menemui agnia.


Dava pun menuju ruang tamu lewat halaman samping rumahnya tapi saat akan menemui agnia terlihat agnia sedang berbicara dengan ibunya.


" Bun.. " sapa Dava pada agnia bundanya Reina


" hai dav.. Reina mana ?" tanya agnia saat tak melihat Reina di belakang Dava.


" Reina ada di belakang Bun, kebetulan setelah pulang seolah Reina tertidur di sana " ucap Dava sedikit berbohong.


" boleh Tante temui Reina ?" tanya agnia karena tak enak jika dirinya terlalu lama di rumah Dava.


" mari Bun lewat sini " ucap dava sambil mengarahkan agnia lewat jalan samping rumahnya.


" tuh Reina " ucap Dava dimana Reina masih tertidur dan tak jauh dari Reina ada laki laki yang agnia kenali sebagai om Dava.


Agnia pun berjalan menghampiri Reina yang masih tertidur,

__ADS_1


" sayang.. ini bunda.. ayo bangun " ucap agnia sambil membuka selimut yang di gunakan Reina, tapi saat tangan Agnia menyentuh tangan Reina membuat agnia panik bukan main.


" sayang.. ini bunda.. ayo bangun.. " kepanikan agnia yang terdengar di teling Dava dan juga sultan membuat keduanya mendekati agnia yang masih membangunkan Reina.


" kenapa Bun ?" tanya Dava karena tadi Reina masih baik baik saja.


" Reina panas tinggi dan Reina tidak mau bangun " ucap agnia yang masih panik.


" awas dav.. " ucap sultan yang langsung naik ke gajebo dan mengambil alih Reina. Tanpa ijin sultan menggendong reina menuju ke dalam rumah dan meletakan nya di atas sofa ruang keluarga rumah Dava.


" dav.. kamu panggil dokter adi tapi sebelum itu ambilkan kayu putih " ucap pak sultan.


Agnia pun duduk di samping Reina yang masih tak sadarkan diri, tak lama datang Bu cahaya yang mendengar jika Reina mendadak sakit.


" Reina kenapa Bu " tanya Bu cahaya sambil memberikan kayu putih pada agnia.


" saya tidak tau, pas saya akan membangunkan Reina sudah seperti ini " ucap agnia sambil mengoleskan kayu putih ke hidung perut dan telapak kaki Reina.


" anda tenang saja, Reina mungkin hanya kelelahan " ucap pak sultan mencoba menenangkan agnia yang terus saja menghadapi ujian hari ini.


" om.. dokternya sedang dinas " ucap Dava dengan nafas yang memburu.


" euuhhh.. Bun.. Bunda.. " gumam Reina yang masih belum membuka matanya.


" sayang... ini bunda ... bangun sayang.. jangan buat bunda takut... " ucap agnia yang sudah tidak bisa menahan air matanya.


" ayo mba kita bawa Reina ke rumah sakit saja " ucap Bu cahaya yang juga ikut mengkhawatirkan Reina yang sudah iya anggap putrinya juga.


Dengan sigap pak sultan kembali menggendong Reina menuju mobilnya yang terparkir di sisi kiri jalan, agnia terus mengikuti pak sultan yang membawa Reina.


Agnia pun membuka pintu tengah mobil agar dirinya bisa memangku kepala Reina sedangkan Dava memilih di depan di samping omnya.


" rumah sakit terdekat ngga papa kan ?" tanya sultan pada agnia sedangkan agnia hanya mengangguk menyetujui Karena yang iya pikirkan hanya kondisi Reina.


Mobil pun melaju membelah jalanan dan tak butuh waktu lama mobil yang di kemudikan pak sultan pun sudah memasuki halaman rumah sakit.


" pak tolong " ucap Dava pada security yang berjaga di depan UGD dan tak perlu banyak drama kini Reina sedang di tangani, agnia hanya bisa terduduk lemas di kursi tunggu rumah sakit.

__ADS_1


drrrtt drrrtt


Handphone agnia pun bergetar tanda ada panggilan masuk yang ternyata dari Bu Nina mertuanya.


" Nia.. kamu dimana nak.. pulang lah.. maafkan Haikal " ucap Bu Nina yang memang sangat menyayangi agnia dan juga Reina.


" agnia di rumah sakit Bu.. tiba tiba saja Reina tidak sadarkan diri " ucap agnia.


" APA KAMU BILANG.. ??"


" REINA DI RUMAH SAKIT.. RUMAH SAKIT MANA AKU SEGERA KE SANA " ucap seseorang yang tak lain adalah Haikal, agnia yang tak tau jika Haikal ada di sana pun hanya bisa pasrah jika Haikal kembali memarahinya.


" rumah sakit harapan " ucap agnia singkat, sedangkan pak sultan yang tak sengaja mencuri dengar pun ikut kesal dengan orang yang langsung membentak agnia tanpa tau apa yang terjadi.


" ada apa kal.. " tanya Bu Nina pada putranya yang terlihat marah.


" Reina masuk rumah sakit, ini semua karena Agnia yang keras kepala dan egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri " ucap Haikal yang kini sudah bersiap menuju rumah sakit dimana agnia berada.


" ibu ikut " ucap Bu Nina sambil mengikuti Haikal agar bisa menahan Haikal jika saja Haikal melakukan hal hal di luar batas.


" tapi ibu jangan ikut campur apa yang akan Haikal lakukan di sana " ucap Haikal yang tau jika ibunya sangat menyayangi agnia terlebih Reina.


Bu Nina pun hanya diam karena untuk membalas ucapan haikal pun akan sangat percuma karena iya tau bagaimana watak Haikal dan tak butuh waktu lama Haikal dan Bu Nina kini sudah sampai di rumah sakit harapan.


" ayo Bu.." Haikal pun bergegas menuju UGD tapi lagi lagi iya melihat laki laki yang tadi siang terlibat pemukulan dengannya karena agnia.


" AGNIA " bentak Haikal yang kini sudah berdiri di hadapan agnia.


" Sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan laki laki ini hah ??" tanya Haikal curiga.


" pantas saja kamu menolak untuk kembali dengan mas, ternyata kamu juga sama " ucap Haikal yang semakin tak terkendali.


" SELINGKUHHH


✍️✍️✍️hadehh maling teriak maling 🤦🤦 bukannya sadar tapi malah semakin menjadi.


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2