End Of Patience

End Of Patience
Bebas Lalu Bangkit


__ADS_3

Haikal pikir savitri menelponnya dari rumahnya tapi kini Haikal sungguh terkejut karena savitri ada di Antara mereka bahkan kondisi yang tidak kondusif membuat Haikal ingin sekali menarik keluar Savitri dari sana.


" Vi..sedang apa kamu di sini dan dari mana kamu tau Agnia ada di sini ?" tanya Haikal, sedangkan Bu Nina membantu Reina untuk bangkit dari bersimpuh nya di hadapan Haikal.


" Bu.. Agnia mau istirahat, bisa minta mereka berdua pergi dari sini " ucap Agnia yang Malas melihat wanita di hadapan nya itu.


" Nia !! Kenapa berbicara seperti itu ? Siapa tau savitri kesini ingin untuk cek kandungan nya dan tak sengaja melihat ibu dan Reina memasuki ruangan ini " ucap Haikal tanpa sadar membela savitri tepat di hadapan agnia dan Reina putrinya.


" oh iya maaf, silahkan " ucap Agnia memilih diam dan membiarkan Savitri berada di sana sedangkan dirinya langsung memejamkan matanya begitupun dengan Reina yang memilih duduk di samping Agnia dan meletakan kepalanya di dekat kepala agnia.


" kamu benar benar keterlaluan Haikal, lebih baik kamu bawa wanita peliharaan kamu itu keluar dari sini " ucap Bu Nina sambil mendorong Haikal keluar dari ruangan Agnia.


" dan ibu setuju dengan apa yang Agnia putuskan, jika perlu ibu yang akan menjadi saksi yang akan membantu Agnia lepas dari kamu " ucap Bu Nina yang sontak saja membuat Haikal menatap tajam ke arah sang ibu yang malah ingin mendukung Agnia.


" ayo mas, kita pergi dari sini saja " ucap Savitri sambil merangkul lengan Haikal tepat di hadapan Bu Nina seolah sekarang tidak masalah jika Bu Nina tidak merestui hubungan nya dengan Haikal putranya.


Haikal pun memilih pergi untuk menenangkan hatinya karena kembali gagal meluluhkan Agnia untuk mau di madu bersama dengan Savitri.


" mas.. Savitri akan selalu ada buat mas dalam keadaan apapun " ucap Savitri dimana mereka sudah ada di dalam mobil Haikal.


" Vi ngga akan meninggalkan mas dan Vi akan membuat mas bahagia, Vi janji " ucap savitri terus mengucapkan kata rayuan agar tertanam di ingatan Haikal jika mereka akan selalu bersama.


" baiklah kita akan menikah satu Minggu lagi karena lusa mas akan mendatang pengadilan dan akan mengabulkan apa yang Agnia pinta dan ajukan " ucap Haikal yang sudah mengambil keputusan sebelum sang ibu bertindak jauh dan malah merusak nama baiknya.


Andai Haikal tau isi hati savitri, saat ini savitri sangat bahagia seperti memenangkan barang yang selama ini menjadi barang rebutan nya dengan Agnia.


Setelah kepergian Haikal, Bu Nina hanya bisa merebahkan tubuhnya di atas sofa yang terletak disudut ruangan, sedangkan Bu cahaya Dava dan pak sultan baru saja sampai di rumah mereka.

__ADS_1


" Bun apa Reina akan baik baik saja ?" tanya Dava mengkhawatirkan sahabat nya, Bu cahaya yang sangat peka dengan perubahan Dava pun tersenyum sambil membelai rambut Dava.


" Reina pasti baik baik saja, apa lagi di sana ada neneknya Reina yang tak akan membiarkan pak Haikal melukai putrinya " ucap Bu cahaya.


Seperti apa yang Haikal ucapkan pada savitri jika dirinya akan mengabulkan permohonan perceraian yang di ajukan Agnia tanpa perlu mediasi dan melalui proses yang lumayan menguras waktu dan tenaga kini Haikal dan Agnia benar benar putus dari ikatan pernikahan yang selama ini mengikat keduanya.


" semoga apa yang kamu putuskan tidak akan pernah kamu sesali seumur hidup " ucap Haikal sambil menjabat tangan Agnia yang baru saja keluar dari rumah sakit beberapa hari lalu.


" terima kasih mas, dan Agnia harap mas akan selalu sehat dan bisa menemukan wanita yang benar benar mas cintai agar mas bisa menghentikan petualangan cinta mas pada setiap wanita " ucap Agnia tanpa ada niatan apapun saat mengucapkan semua itu.


Haikal pun pergi lebih dulu bersama dengan Savitri yang meng menemani Haikal dalam sidang keputusan perceraian mereka.


"Vi sangat bahagia, karena sekarang Vi sudah menjadi istri satu satunya untuk mas " ucap Savitri sambil merangkul lengan Haikal sambil meninggalkan pengadilan agama.


" semoga " ucap Haikal cuek sambil terus berjalan menuju mobilnya tanpa memikirkan perasaan Savitri.


Savitri sangat mendengar apa yang Haikal ucapkan tapi savitri yakin jika dirinya bisa mengendalikan Haikal bahkan membuat Haikal tak akan pernah memikirkan wanita lain selain dirinya.


" maaf kan bunda sayang, karena bunda kamu jadi merasakan hal seperti ini " ucap Agnia yang sangat tau jika Reina juga terluka akibat perceraian nya.


" ngga papa bunda, kita akan bangkit bersama dan kita akan saling mendukung dan percaya atau sama lain, janji ?" ucap Reina sambil mengulurkan jari kelingking agar Agnia berjanji menggunakan jari kelingkingnya juga.


" janji "


" dan kita akan tunjukan sama ayah jika kita bisa bangkit dan bisa berdiri sendiri " ucap Agnia.


Agnia dan juga Reina memilih pulang ke rumah mereka dan merasa lega dengan semua yang pernah membelenggu nya, begitu pun Haikal yang memang sudah menikahi savitri seperti keinginan savitri.

__ADS_1


" sayang tapi Bunda mohon jika kamu bertemu dengan om sultan jangan mengatakan apapun tentang hari ini " ucap Agnia tak ingin pak sultan membuktikan ucapannya yang akan datang padanya saat dirinya sudah lepas dari Haikal.


" memang kenapa Bun, om sultan kan baik terus yang Reina tau kalo om sultan juga suka sama bunda " ucap Reina sengaja menggoda bundanya.


" ih.. Nakal ya, sekarang udah bisa ngeledek bunda ya " ucap Agnia bukannya marah tapi merasa senang karena Reina sudah berangsur angsur kembali ceria seperti dulu.


" bunda belum berpikir untuk mencari pasangan atau mencari pengganti ayah buat kamu " ucap Agnia agar Reina tau dan tidak berusaha mendekatkan dirinya dengan sultan.


" bagi bunda hidup berdua sama kamu, itu sudah lebih dari cukup " ucap Agnia sambil merangkul putrinya.


" terima kasih bunda " hanya itu kata yang keluar dari mulut Reina, karena hanya bundanya yang selalu memikirkan kebahagiaan nya.


Agnia akan membuktikan ucapannya dengan bekerja sangat keras bahkan tak menuntut nafkah untuk Reina putri mereka satu satunya, meski Agnia harus bekerja dan berjualan secara online tapi tak menyurutkan semangatnya.


" Bun .. Reina boleh ngga bantu bunda jualan " ucap Reina yang sebenarnya tak tega melihat sang bunda yang bekerja seorang diri untuk mencukupi kebutuhan mereka berdua.


" bantu seperti apa ? Bunda hanya tidak ingin karena kamu ingin membantu bunda malah membuat kamu tidak konsentrasi belajar " ucap Agnia.


" gini loh bunda ku sayang "


" kita bisa jualan secara online jadi Reina yang membantu bunda memasarkan kue hasil buatan bunda dan bunda yang membuat ' ucap Reina menjelaskan.


" biar ayah tau jika kita juga bisa hidup tanpa dirinya dan uangnya ..


✍️✍️✍️ jadi curiga ?? Apa jangan jangan ada syarat yang di ajukan Haikal hingga agnia dan Reina harus seperti itu untuk mencukupi hidup mereka ?🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2