End Of Patience

End Of Patience
Keegoisan Haikal..


__ADS_3

Haikal tidak menyangka jika agnia bisa mengetahui apa yang terjadi padanya dan savitri kemarin lusa, bahkan bu nina saja tidak tau apa yang terjadi padanya.


" jelaskan sama ibu Haikal apa yang terjadi antara kamu dan Savitri yang tidak ibu ketahui ?" tanya Bu Nina penasaran.


Tapi Haikal hanya diam tanpa ingin menjelaskan karena sungguh saat iya menikahi savitri Iya tak benar benar ingin mengakui nya terlebih di hadapan ibunya.


" biar agnia kasih tau Bu " ucap agnia tapi agnia mengehentikan ucapannya saat Reina membawa minuman untuk mereka semua.


" sayang.. lebih baik kamu di kamar saja ya, nanti kalo semuanya udah selesai bunda panggil " ucap agnia yang tak ingin Rekha mendengar pembicaraan mereka.


Reina langsung mengikuti apa yang bundanya perintahkan meski sebenarnya Reina ingin mengetahui pembicaraan ayah dan neneknya.


" mas Haikal dan savitri sudah menikah secara siri " ucap agnia langsung yang tentu saja membuat Bu Nina menatap tajam wajah putranya.


" apa benar yang agnia katakan Haikal ?'" tanya Bu Nina yang merasa kecewa dengan apa yang putranya lakukan.


" Haikal di jebak Bu " ucap Haikal mencari alasan.


" Haikal terus di goda oleh Savitri dan saat Haikal datang ke sana tak lama warga pun datang dan menggerebek rumah savitri " ucap Haikal yang berusaha menyakinkan ibunya dan juga agnia.


" kamu taukan bagaimana mas jika sudah di goda apa lagi jika menyangkut hal itu " ucap Haikal tanpa rasa bersalah sudah mengkhianati agnia.


" iya agnia tau dan agnia mengerti " ucap agnia yang sudah kebal dengan alasan yang di berikan Haikal setiap ketahuan berselingkuh.


" agnia juga sudah ikhlas dengan apa yang terjadi sama mas dan juga Savitri " ucap agnia dengan. senyum yang terlihat jelas di wajah agnia, Haikal merasa lega saat mendengar apa yang di ucapkan agnia karena berpikir agnia merelakan dirinya berpoligami.


" tapi maaf agnia tidak bisa melanjutkan pernikahan ini " Haikal yang mendengar keputusan Agni pun langsung memberikan tatapan tajam pada agnia.


" bukannya kamu sudah ikhlas jika mas menikahi Savitri ?" tanya haikal yang tidak setuju dengan keputusan Agnia yang ingin berpisah darinya.


" agnia memang sudah ikhlas bahkan benar benar ikhlas dan ikut bahagia dengan apa yang terjadi " ucap agnia penuh keyakinan.


" tapi agnia tidak bisa dan tidak mau membagi suami dengan siapapun " ucap agnia yang langsung di genggam oleh Bu Nina seolah memberikan kekuatan dan dukungan pada agnia.


" dan maaf karena besok agnia akan mengajukan pengajuan gugatan perceraian " tapi Haikal langsung menggenggam tangan Agnia yang satunya.


" mas ngga mau, mas lebih baik menceraikan Savoy dari pada berpisah dengan kamu dan juga Reina " ucap Haikal tapi agnia langsung melepaskan tangan haikal yang masih menggenggam tangannya.

__ADS_1


" sudah cukup selama ini Agnia memberikan kesempatan untuk mas agar mas berubah tapi semua itu tidak ada hasilnya " ucap agnia yang tak kuasa menahan air mata nya.


" bohong jika agnia tidak terluka dengan perpisahan ini " ucap agnia sambil menghapus air mata nya.


" tapi mungkin ini yang terbaik untuk kita terlebih untuk kesehatan mental Reina dan agnia harap mas bisa menerima keputusan ini " ucap agnia.


" mas akan meninggalkan savitri jika memang kamu tidak ingin dimadu " ucap Haikal tanpa banyak berpikir.


" toh mas tidak "


" STOPP " belum selesai Haikal menghentikan ucapannya agnia langsung memotongnya karena tidak ingin mendengar alasan yang di berikan Haikal.


" jangan membuat kamu semakin buruk di mata agnia mas " ucap agnia yang jengah dengan apa yang di lakukan Haikal.


" lebih baik mas bina rumah tangga mas dengan savitri degan baik dan lupakan agnia " ucap agnia.


" mungkin savitri lebih dari segalanya dari agnia hingga bisa membuat mas sampai menikahinya " ucap agnia.


" tapi sayang " agnia langsung menggeleng tak ingin mendengar apapun lagi dari suaminya yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami.


" baiklah ibu menerim kepuasan agnia " ucap Bu Nina yang mengerti bagaimana perasaan agnia saat suaminya yang selalu iya berikan kesempatan terus saja menorehkan luka di hatinya.


Haikal pun memilih masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Reina yang sedang ada di kamarnya.


" mas.. " Agni mengejar Haikal yang berusaha memasuki kamar putrinya.


" jika kamu tetap ingin berpisah dengan mas baiklah, tapi Reina akan ikut mas karena mas tidak ingin Reina hidup terlunta lunta jika ikut sama kamu " ucap Haikal.


Reina yang mendengar perdebatan di depan intu kamarnya pun akhirnya membuka pintunya dan ternyata apa yang di lakukan nya adalah suatu kesalahan.


" sayang ayo ikut ayah " ucap Haikal yang berhasil menggenggam tangan Reina.


" engga yah, Reina ngga mau ikut ayah " ucap Reina sambil mencoba melepaskan tangan haikal yang masih menggenggam pergelangan tangan nya.


" mas.. agnia mohon lepaskan reina " ucap agnia sambil sambil membuka genggaman tangan Haikal di pergelangan putrinya.


" terserah jika kamu ingin berpisah dengan mas, tapi Reina akan ikut sama mas " ucap Haikal sambil menarik tangan Reina agar bisa segera keluar dari rumah agnia.

__ADS_1


" agnia janji akan bisa menghidupi Reina dengan baik " ucap agnia sambil menahan tangan Haikal yang kini sudah berada di depan pintu keluar.


" Haikal lepaskan reina " ucap Bu Nina yang tak tega melihat Reina yang jadi bahan rebutan agnia dan putranya.


" baiklah Reina akan ikut ayah.. " ucap Reina yang tak tega melihat wajah Bundanya.


" sayang .. " agnia langsung menggeleng tak setuju dengan apa yang di putuskan putrinya.


" yah.. biar Reina bicara dulu sama Bunda " ucap Reina mencoba melepaskan genggaman tangan ayahnya.


" baik.. ayah tunggu "


" ingat hanya lima menit " ucap Haikal yang langsung berjalan ke arah teras rumahnya.


Reina langsung memeluk bundanya yang juga langsung memeluknya erat seolah tak ingin melepaskan pelukan itu.


" sayang.. bunda mohon jangan tinggalkan bunda " ucap agnia yang sudah tidak kuasa menahan air mata nya yang semakin membasahi pipinya.


" Bun... " Reina terus menghapus air mata agnia yang terus saja mengalir tanpa henti, tapi agnia kembali memeluk putrinya yang begitu sangat iya sayangi.


" bunda jangan sedih.. " ucap Reina dalam pelukan agnia.


" di manapun Reina berada Bunda akan selalu ada di hati " ucap Reina yang kini sudah merenggangkan pelukannya dari agnia.


" tapi sayang... bunda ngga bisa hidup tanpa kamu sayang.. " ucap agnia.


" Reina juga sama, reina juga tak bisa hidup tanpa bunda, tapi mungkin ini yang terbaik untuk saat ini " ucap Reina menghapus air mata agnia.


" Reina janji akan mencoba membujuk ayah agar bisa mengijinkan Reina tinggal sama bunda "


" sudah habis... ayo pergi ...


✍️✍️✍️😡😡 Haikal ngga punya hati .. author bikin nyesel nanti🤭🤭


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2