End Of Patience

End Of Patience
Penyesalan Haikal


__ADS_3

Bel pulang sekolah baru saja berbunyi berbarengan dengan datangnya taksi ya g berhenti tepat di samping pagar sekolah Reina.


" sayang .. kamu di mana ?" tanya agnia yang saat ini sedang menghubungi Reina melalui sambungan telepon nya.


" baru saja keluar kelas, ada apa Bun ?" tanya Reina yang masih berjalan santai dengan Dava sahabat terbaiknya.


" ibu di depan di samping kiri gerbang sekolah " ucap agnia memberitahu posisinya pada Reina.


Reina yang mendengar ucapan bundanya pun langsung bergegas ketempat dimana ibunya berada di ikuti Dava yang masih setia menemani Reina, beruntun kelas Reina tidak begitu jauh dari gerbang sekolah jadi hanya butuh beberapa menit kini Reina sudah bisa menemukan ibunya.


" Bun.. " sapa Reina dan juga Dava sambil menyalami agnia.


" ayo kita pergi " ucap agnia sambil menuntun Reina menuju taksi online yang membawa agnia dari rumah Haikal.


" Dava mau Tante antar " ucap agnia yang tau jika Dava adalah sahabat putrinya.


" ngga Tante terima kasih, Dava bawa motor " ucap Dava yang sudah mendengar apa yang di alami Reina dan bundanya malam tadi.


" ya sudah kalo gitu Tante sama Reina duluan ya " ucap agnia sambil memasuki taksi online di susul Reina.


" jalan pak " ucap agnia saat taksi yang iya tumpangi sudah mulai melaju.


" kita mau kemana Bun ?" tanya Reina ada bundanya,


" kita mau cari kontrakan untuk kita berdua " ucap agnia tanpa menatap wajah Reina.


Reina hanya menggenggam tangan bundanya agar bundanya kuat menghadapi awal dari perjalanan hidup yang mungkin tidak akan semudah yang mereka bayangkan.


Agnia mendapat alamat kontrakan itu melalui iklan pamflet yang tak sengaja terlihat oleh agnia saat sedang menunggu taksi yang iya pesan.


" terima kasih " ucap agnia yang baru saja turun di tempat yang agnia tuju.


Beruntung bagi agnia dan juga Reina karena terdapat satu kamar yang kosong, meski tak begitu besar tapi menurut agnia itu sangat cukup untuk dirinya dan juga Reina.


" sayang.. maaf jika kita harus tinggal di tempat seperti ini untuk sementara " ucap agnia yang sebenarnya merasa sangat bersalah atas tindakan yang iya ambil.


" Reina ngga papa, yang penting kita selalu bersama dan bunda ngga sedih lagi itu sudah lebih dari cukup buat Reina " ucap Reina sambil memeluk punggung bundanya.


Agnia langsung membayar tempat tinggalnya dan beruntungnya agnia yang memiliki tabungan dari hasil membuat novel online.

__ADS_1


" bunda mau mie ? " tanya Reina yang merasa jika perutnya sudah berdisko ria minta di isi.


" boleh, dapurnya di belakang ya dan beruntungnya kita karena di kontrakan ini disediakan kompor meski kecil " ucap agnia.


Sedangkan Haikal kini sudah berada di rumah ibunya Bu Nina yang masih terlihat marah setelah tau jika dirinya bermain gila dengan Savitri saudara jauhnya.


" Savitri.. sebaiknya kamu pergi dan tinggalkan Haikal " ucap Bu Nina tegas.


" ngga bisa Tante " ucap Savitri yang tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa bersama Haikal.


" kenapa tidak bisa ?" ucap Bu Nina sambil menatap tajam ke arah Haikal dan juga Savitri.


" saya hamil " ucapan Savitri tentu saja membuat Bu Nina mendadak mengalami migren sedangkan Haikal tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dari Savitri.


" jangan mengada ada " ucap Haikal yang tidak percaya jika Savitri benar benar hamil darah dagingnya.


" kenapa, kamu tidak percaya mas ?" tanya Savitri pada Haikal tapi tatapannya pada tantenya Bu Nina.


" kita bahkan sering melakukan nya jadi tidak ada yang tidak mungkin jika aku bisa hamil bukan ?" tanya Savitri tanpa rasa bersalah mengatakan itu di hadapan Bu Nina.


" dasar bodoh " ucap Bu Nina sambil melempar bantal sofa ke arah Haikal.


" maksud Tante apa ?" tanya Savitri yang merasa tersinggung dengan pertanyaan yang di lontarkan Bu Nina.


" kamu paham maksud Tante, dan Tante yakin jika bukan hanya Haikal laki laki yang kamu jerat selama ini " ucap Bu Nina yang sering mendengar kabar buruk tentang Savitri.


" jangan percaya sama Tante " ucap Savitri sambil menggenggam tangan Haikal.


" Vi hanya melakukan itu sama mas saja " ucap Savitri meyakinkan Haikal.


Haikal menatap Savitri dan tak lama pada ibunya yang tidak akan berkata bohong jika menyangkut kebahagiaan dirinya.


" apa buktinya jika kamu hanya bersama mas selama ini ?" tanya Haikal yang mulai mencurigai Savitri.


" MAS...." Savitri kembali menggenggam tangan Haikal agar percaya padanya.


" sebaiknya kamu pergi dari sini dan jangan coba coba kamu mendekati Haikal lagi " ucap Bu Nina yang langsung menarik paksa Savitri agar keluar dari rumahnya.


" Tante ngga bisa melakukan ini sama Savitri " ucap Savitri yang masih memberontak dari tarikan tantenya.

__ADS_1


" mas... kamu akan kesepian jika tidak ada Vi di sisimu " ucap Savitri yang masih berharap Haikal akan mencoba menghentikan ibunya yang ingin memisahkan mereka.


Tapi Haikal memilih pergi menuju kamarnya dimana kamar itu terdapat foto pernikahan dirinya dan agnia lima belas tahun lalu.


" maafkan mas sayang " ucap Haikal yang menyesali apa yang sudah iya lakukan dua hari ini.


" apa kamu akan memaafkan mas sayang " ucap Haikal sambil membelai wajah agnia yang terlihat sangat cantik saat itu.


" mas mohon kembali lah " ucap Haikal yang benar benar menyesal kali ini.


" tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki semua nya " ucap Bu Nina saat memasuki kamar putranya.


" ibu juga merasa bersalah karena sudah menampar agnia karena termakan hasutan Savitri " ucap Bu Nina sambil menatap wajah agnia meski lewat foto.


" tapi.. apa agnia mau memaafkan pendosa seperti Haikal bu ?" tanya Haikal yang merasa insecure dengan semua yang sudah iya perbuat selama ini.


" yang penting kamu harus yakin jika agnia dan Reina pasti akan memaafkan mu suatu saat nanti " ucap Bu Nina.


" yang penting kamu harus sungguh sungguh dan berjanji tidak mengulangi semua kesalahan kamu selama ini " ucap bu Nina


" maafkan Haikal Bu " ucap Haikal yang kini sudah duduk di hadapan ibunya yang sedang duduk di pinggir tempat tidur nya dimana Haikal kini sudah menyandarkan kepalanya di pangkuan ibunya.


" ibu sudah memaafkan kamu, asal kamu berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi" ucap Bu Nina.


" dan ibu harap kamu bisa membawa kembali menantu ibu agnia dan cucu ibu Reina " ucap Bu Nina.


" tapi Haikal ngga tau dimana agnia dan Reina berada " ucap Haikal sambil menundukkan wajahnya.


" akan ada banyak jalan jika kamu memang bersungguh sungguh untuk bisa menemukan agnia dan juga Reina " ucap Bu Nina menasehati putranya.


" Haikal janji akan membuat agnia kembali Bu...


✍️✍️✍️ apa kali ini Haikal benar benar bertobat ? dan apakah Haikal benar benar menyesal ?🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2