
Savitri begitu sedih saat tau Haikal masih meragukan anak yang sudah iya lahirkan bahkan saat ini anak nya sedang di gendong oleh Bu Nina.
" apa perlu savitri melakukan tes DNA untuk anak kita, agar mas percaya jika anak itu adalah anak Vi dan mas " ucap savitri mencoba bersabar dengan Haikal yang masih belum bisa percaya padanya.
" kalian bisa lanjutkan di rumah, lihat taksi sudah datang " ucap Bu Nina agar savitri dan Haikal bisa saling mengendalikan diri.
Savitri membantu Haikal memasuki taksi di bantu juga dengan supir taksi tentunya, sedangkan Bu Nina sudah duduk di kursi depan mobil di samping supir.
Sedangkan sultan yang tak tau harus kemana pun memilih menepikan mobilnya di tepi jalan setelah lumayan jauh dari rumah nya yang rencananya akan iya tempati dengan Agnia.
" kita mau kemana ?" tanya sultan saat Agnia menatap padanya yang tiba tiba saja menghentikan mobilnya.
" agnia nggak tau, apa mas mau ke rumah Agnia saja ? Karena Agnia tidak mau wanita itu ikut masuk ke dalam rumah yang akan kita tempati jika dia masih berharap kembali pada mas " ucap Agnia, sedangkan sultan malah tersenyum mendengar nada bicara Agnia yang terdengar cemburu pada Nabilla.
" apa kamu sedang cemburu sayang ?" tanya sultan sambil menggenggam tangan kanan Agnia menggunakan tangan kirinya setelah kembali melajukan mobilnya menuju tempat yang akan iya habiskan sebagai malam pertamanya dengan Agnia.
" Agnia berhak cemburu karena Agnia istri sah mas, bahkan belum satu hari Agnia menjadi istri mas sudah ada yang ingin menjadi madu untuk Agnia " ucap Agnia semakin kesal.
" sayang, bahkan jika mas belum menikah sekalipun mas tidak akan mau kembali pada Nabila apapun alasannya " ucap sultan sambil mencium punggung tangan Agnia.
" dan jika mas sampai melakukan itu maka Agnia yang akan mengakhiri hubungan kita " ucap Agnia tegas.
" siap.. " ucap sultan sambil melihat ke arah Agnia.
" tunggu mas, kita mau kemana ? Ini bukan jalan ke rumah Agnia ?" tanya Agnia saat baru menyadari jika ini bukan jalan ke arah rumahnya atau ke arah rumah Bu cahaya.
" kita akan ke tempat spesial untuk merayakan pernikahan kita dan untuk menutupi rasa cemburu di hati kamu yang sedang menggelora di hati " ucap sultan yang tentu saja membuat Agnia malu karena baru satu hari sultan sudah tau bagaimana diri nya jika sedang cemburu.
Setelah kepergian sultan, Nabila dan Alan kembali ke rumah mereka atau lebih tepatnya rumah pemberian sultan untuk Alan.
__ADS_1
" mah, sebenarnya apa yang mama rencana kan ?" tanya Alan yang sungguh sangat menyesal sudah merubah hari pernikahan ayahnya dan ibu sambungnya.
" mamah hanya ingin kembali sama ayah kamu " ucap Nabila tapi tak berani menatap ke arah Alan.
" mamah ngga usah berbohong lagi ? Alan sudah tau semuanya " ucapan Alan sontak membuat Nabila menatap ke arah putranya.
" apa yang kamu ketahui ?" tanya Nabila masih mencoba bersikap tenang di hadapan Alan.
" apa begitu banyak rahasia yang mamah sembunyikan dari Alan ?" tanya Alan penuh curiga.
" Alan sudah besar mah, dan Alan siap mendengarkan semua kebenaran yang mamah sembunyikan selama ini termasuk dari ayah " ucap Alan yang merasa jika ada rahasia besar yang di sembunyikan ibunya.
" kamu ini bicara apa sih " ucap Nabila memilih meninggalkan Alan yang kini sudah menatap tajam pada diri nya.
" tidak masalah jika mamah tidak mau memberitahu kebenaran itu pada Alan, karena Alan yakin jika tuhan pasti akan menunjukan kebenaran nya " ucap Alan yang kini sudah meninggalkan Nabila yang masih terdiam mendengar Alan yang kini sudah lebih dewasa.
" apa kamu akan siap saat mengetahui kebenaran yang ayah kamu sendiri tidak tak pernah tau hingga saat ini " ucap Nabila sambil melihat ke arah Alan tapi dengan suara yang sangat pelan.
Nabila melihat siapa yang menghubunginya yang sebenarnya sudah bisa iya tebak siapa yang menghubungi nya.
" halo " ucap Nabila dengan suara yang terdengar bergetar.
" halo sayang.. Bagaimana ? Aku dengar hari ini sultan sudah menikah ?" tanya orang yang menghubungi Nabila siapa lagi jika bukan Arsy.
" aku sudah berusaha semaksimal mungkin bahkan aku sudah mengatakan bersedia menjadi istri kedua untuk sultan tapi sultan memilih pergi dan meninggalkan Aku dan juga Alan di depan rumahnya " jelas Nabila berharap Alan tidak mendengar ucapannya.
Tapi siapa sangka jika tiba tiba saja handphone yang masih tersambung pada Arsy di rebut paksa oleh Alan.
" katakan apa mau mu ?" tanya Alan, sedangkan Nabila yang berusaha mengambil handphone yang masih di tempelkan Alan di telinga nya.
__ADS_1
" Alan, sini handphone nya " ucap Nabila yang mencoba mengambil handphone nya dari Alan.
" Alan hanya ingin tau apa sebenarnya mau orang itu mah " ucap Alan yang masih terus menggenggam handphone ibunya yang masih tersambung.
" sebaiknya kamu tanyakan sendiri pada mamah mu apa yang iya sembunyikan dari mu dan juga dari ayah mu yang bodoh itu " ucap Arsy dan tak lama sambungan telepon itu pun tertutup dari Arsy.
" bisa mamah jelaskan apa yang di maksud laki laki itu ?" tanya Alan sambil memberikan handphone ibunya ke tangan Nabila.
" apa.. Mama ngga menyembunyikan apapun" jawab Nabilla gugup dan itu terlihat jelas di mata Alan.
" sampai kapan mama menyembunyikan kebenaran itu dari Alan ?" ucap Alan yang geram dengan ibunya yang tidak mau berkata jujur padanya.
" baiklah, simpan saja semua rahasia itu sampai mama puas dan mulai saat ini Alan tidak mau tinggal dengan mama lagi " ucap Alan kembali memasuki kamarnya tapi malah di ikuti oleh ibunya Nabila.
" sayang, jangan seperti ini "
" mama sama sekali tidak mengerti harus jujur tentang apa sama kamu " ucap Nabila masih saja menutupi semuanya.
Sedangkan Alan hanya mendengarkan tapi tangannya terus memasukan beberapa helai pakaian ke dalam tas dan juga buku buku pelajaran nya karena dirinya akan memilih tinggal bersama dengan sultan.
" Alan.. mama mohon jangan tinggalkan mama " ucap Nabila yang sudah terduduk di pinggir tempat tidur Alan dimana tas yang berisi pakaian Alan berada.
" Alan sudah tau jika mama yang selingkuh dari ayah, dan Alan pun akan melakukan hal yang sama jika sampai istri Alan melakukan apa yang mama lakukan " ucap Alan memancing ibunya untuk berkata jujur tentang semuanya.
" itu kan rahasia yang di bicarakan laki laki itu ? Atau memang masih ada lagi rahasia yang mama simpan dari Alan dan juga ayah ?" tanya Alan yang merasa bukan itu yang di Khawatirkan ibunya.
Deg
" apa jangan jangan Alan bukan anak kandung mama dan ayah ???
__ADS_1
✍️✍️✍️ tinggal jujur aja apa susahnya sih 😡😡 setelah jujur tinggal bujuk Alan untuk tetap bersama dengannya 😤😤 di Haikal juga keras kepala, udah ngga bisa jalan sendiri aja masih 😒😒😤