
Bukannya Agnia ingin melindungi Haikal, tapi Agnia hanya ingin Reina tidak memandang buruk pada Haikal ayahnya sampai kapan pun.
" benarkan jika yang melakukan itu adalah mantan suami mu kan ?" tanya sultan mengulang pertanyaan nya berharap Agnia menjawab pertanyaan nya.
" agnia mohon, jangan memberitahu Reina jika ayahnya berulah " ucap Agnia dengan wajah mengiba pada sultan.
" Agnia hanya tidak ingin Reina semakin membenci ayahnya " sultan kini mengerti kenapa Agnia seolah melindungi Haikal bukan karena masih mencintainya tapi hanya agar Haikal tidak semakin kehilangan kewibawaannya di mata Reina.
" kamu tau, mas semakin kagum dan semakin tidak sabar menjadikan kamu istri mas " ucap sultan yang tentu saja membuat pipi Agnia bersemu merah.
" mas pergi dulu ya, tadi di kasih tau jika hasil check up kamu sudah keluar " ucap sultan karena baru saja ada perawat yang memberi tahu jika hasil check up Agnia sudah keluar.
Agnia hanya bisa berharap jika semuanya baik baik saja dan apa yang di prediksi dokter tidak lah benar, sedangkan Haikal yang sebenarnya ingin sekali melihat kondisi Agnia sebenarnya sudah ada di dekat ruang rawat Agnia dan di saat sultan keluar.
" mas.. " Agnia tidak percaya saat Haikal memasuki ruangan nya.
" ya.. Ini aku, syukurlah kamu masih ingat " ucap Haikal sambil duduk di samping Agnia yang terbaring di ranjang rumah sakit.
" ada apa mas kesini ? Apa savitri tau mas datang ke sini ? Tanya Agnia tanpa melihat ke arah Haikal.
" apa sekarang kamu sudah tidak mengharapkan kehadiran mas lagi ?" tanya Haikal yang mungkin sudah lupa pada status nya yang sudah berpisah dengan Agnia.
" mungkin lebih tepatnya, Agnia tidak ingin membuat savitri salah paham dengan kedatangan mas kesini " ucap Agnia meluruskan.
" dan mungkin mas lupa, jika kita sudah tidak memiliki hubungan apapun " Haikal yang mendengar ucapan Agnia langsung saja menatap tajam wajah Agnia yang terlihat masih pucat.
" ah iya, mas lupa " ucap Haikal dengan senyum yang terlihat mengerikan di mata Agnia.
" mas pikir setelah kita berpisah kamu akan memilih sendiri dan fokus pada Reina putri kita " ucap Haikal yang tentu saja membuat Agnia menatap Haikal.
" tapi ternyata kamu memang ingin segera berpisah agar bisa menikah dengan laki laki yang sok perduli sama kamu " ucap Haikal semakin tajam dalam berbicara tanpa memikirkan perasaan Agnia.
" aku memang benar benar perduli pada Agnia " ucap seseorang yang semalaman menemani Agnia di rumah sakit siapa lagi kalo bukan sultan.
__ADS_1
" benar kah ? Apa setelah kalian menikah kamu akan tetap perduli pada Agnia dan Reina ?" tanya Haikal yang tidak percaya dengan apa yang di ucapkan sultan begitu saja.
Agnia yang merasa jika suasana menjadi semakin panas, membuat harus mengalihkan perhatian keduanya.
" mas.. Apa hasilnya ?" tanya agnia yang tentu saja membuat kedua laki laki yang bersitegang menatap padanya, tapi sultan dengan berani dan tanpa keraguan mendekati agnia dari sisi lainnya.
" syukurlah semua yang di perkirakan dokter tidak terjadi " ucap sultan sambil menggenggam tangan Agnia tepat di hadapan Haikal yang tentu saja membuat darah Haikal kembali mendidih.
" tapi .. " tapi kenapa tanya Agnia penuh ke khawatiran jika memang ada hal serius yang terjadi pada tubuhnya.
" kamu jangan terlalu lelah dalam bekerja hingga tidak membiarkan tubuhmu istirahat dengan benar " ucap sultan seperti apa yang di sampaikan dokter tadi di ruangan nya.
" wow... sangat romantis sekali kalian berdua, bahkan di saat hubungan kalian masih belum bisa di jalani karena Agnia masih dalam masa Iddah " ucap Haikal menyindir sultan dan Agnia yang sepertinya tidak menganggap ada kehadiran nya.
" maaf jika apa yang anda lihat membuat anda cemburu " ucap sultan sedikit menyindir Haikal yang sepertinya sulit melepaskan Agnia meski keduanya telah benar benar berpisah.
" harusnya jika memang anda mencintai Agnia, anda tidak menyia nyiakan Agnia dulu atau mengkhianati Agnia seperti yang pernah anda lakukan pada Agnia " ucap sultan yang hanya ingin menyadarkan Haikal.
" mas.. Agnia mohon jangan membuat keributan di sini " ucap Agnia yang sudah duduk di atas tempat tidur nya.
" baik lah, tapi mas akan tetap mengambil hak asuh atas Reina jika kamu menikah dengan laki laki ini " ancam Haikal dan tak lama Haikal pun berlalu pergi meninggalkan Agnia yang terdiam mendengar ancaman Haikal.
Sultan yang tau jika Agnia paling tidak bisa di ancam dengan menggunakan Reina mencoba meyakinkan Agnia jika semuanya akan baik baik saja.
" jangan takut, Haikal hanya mengancam dan menakuti kamu " ucap sultan mencoba menenangkan Agnia.
" tapi bagaimana jika itu benar terjadi ? agnia tidak bisa jauh dari Reina " ucap agnia yang sudah berlinang air mata.
" mas janji dan mas akan berusaha agar Reina selalu bersama dengan kamu " ucap sultan yang tak tega melihat kesedihan di hati Agnia.
" sudah lah, ayo kita bersiap " ucap sultan sambil menghapus air mata Agnia.
" dokter sudah membolehkan kamu pulang " bisik sultan di telinga Agnia, Agnia langsung melihat ke arah Sultan untuk memastikan ucapannya.
__ADS_1
" atau kamu masih ingin tidur di rumah sakit ?" tanya sultan yang langsung membuat Agnia menggeleng penuh semangat.
" baiklah ayo kita bersiap, Reina pasti senang melihat bundanya sudah pulang dn berkumpul lagi " Agnia tersenyum lega akhirnya bisa kembali pulang, meski semuanya masih belum baik baik saja terutama yang menyangkut dengan Haikal mantan suaminya.
" apa seorang suami akan egois setelah berpisah dari mantan istrinya ?" tanya Agnia yang sekilas tau jika sultan juga berpisah dengan mantan istrinya.
" tidak semuanya seperti mantan suami kamu" ucap sultan yang tak ingin Agnia semakin trauma dalam menjalin hubungan.
" mungkin dia masih belum bisa melepaskan kamu, atau mungkin dia baru menyadari jika kamu memang sangat berarti setelah kalian berpisah " ucap sultan yang sebenarnya cemburu jika memang itu benar benar terjadi.
" apa mas tidak pernah menyesal berpisah dengan mantan istri mas ?" tanya Agnia yang hanya ingin mengalihkan pembicaraan tentang Haikal dan diri nya.
Sultan menghentikan aktivitas nya dan menatap ke arah Agnia yang seperti nya mulai tertarik dengan masa lalunya.
" lain kali mas cerita, kita pulang saja dulu " ucap sultan sambil melanjutkan berkemasnya sambil menunggu perawat melepaskan infus di tangan Agnia.
Haikal yang baru saja sampai ke rumah langsung di sambut wajah masam Savitri yang merasa kesal karena Haikal tidak pulang semalaman.
" kemana mas semalam ?" tanya savitri yang bukannya menyambut Haikal, malah memberondong pertanyaan pada Haikal.
" jangan membuat mas semakin malas untuk pulang ke rumah " ucap Haikal yang tidak ingin menjawab pertanyaan savitri.
" pasti Agnia ya kan ? Apa mas masih ingin kembali pada agnia yang jelas jelas sudah memilih laki laki lain ?"
" kalo iya memang kenapa ?
✍️✍️✍️ ni orang dua.. ngga sadar diri😡😡 kapan sadarnya sih😒😒
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1