End Of Patience

End Of Patience
Gagal Move On


__ADS_3

" terima Kasih " ucap Agnia saat baru saja sampai di rumahnya, bahkan pak Sultan mengantarkan agnia sampai ke dalam rumah bukan ke kamar ya..


" sama sama, kamu istirahat saja biar Reina saya yang jemput saja " ucap pak sultan


" tidak usah, Reina akan pulang dengan Dava nanti saya kasih tau Reina langsung pulang ke rumah saja " ucap Agnia yang tak enak terus merepotkan pak sultan.


" baik lah, saya pulang dulu " pamit pak sultan agar Agnia bisa beristirahat dan memulihkan tenaga nya.


Haikal yang baru saja kembali ke kantor pun tidak bisa berkonsentrasi bekerja, bayangan Agnia yang di peluk oleh pak sultan masih terlihat jelas di matanya bahkan ucapan savitri juga semakin membuat darahnya mendidih.


' pantas saja kamu bersikeras untuk berpisah dengan mas, ternyata kamu ingin bebas melakukan apa yang kamu mau dengan laki laki itu ' tuduh Haikal pada Agnia meski hanya lewat gumaman saja.


Sedangkan Reina yang baru saja pulang sekolah langsung berjalan beriringan dengan Dava menuju parkiran sekolah.


" dav tunggu " Adel tiba tiba menyelak di antara Reina dan Dava yang membuat Reina terdorong dan terbentur sudut jendela yang mereka lewati.


" aauuhhh " spontan Reina mengaduh sambil memegang lengannya yang terasa nyeri kena siku jendela kelas.


" maaf maaf sengaja " ucap Adel pelan tapi masih terdengar oleh Reina.


" Adel kamu tuh kenapa sih " ucap Dava berpindah ke dekat Reina.


" kamu ngga papa rein ?" tanya Dava karena melihat Reina yang sepertinya kesakitan karena memegangi lengan atasnya.


" sakit dikit, ayo pulang " ucap Reina memilih tak memperpanjang masalah dengan Adel, Adel yang melihat itu pun semakin membenci Reina karena merasa Reina mencari muka pada dava.


Seperti ucapannya tadi pagi kalo setelah pulang sekolah Dava akan mengajak rein pulang ke rumahnya dan kebetulan juga Bu cahaya juga menanyakan Reina yang sudah lama tidak datang ke rumahnya.


" Bun.. Lihat siapa yang datang " teriak Dava saat memasuki rumahnya.


" masuk itu ucap salam bukan malah teriak " ucap Bu cahaya dari dalam rumah tapi tak lama wajahnya berubah senang saat melihat Reina ikut pulang bersama putranya.


" hai sayang.. " peluk Bu cahaya yang terlihat sangat senang melihat Reina.


" perasaan bunda ngga pernah sesenang itu ketemu Dava " ucap Dava sambil berlalu dari dua wanita yang iya sayangi.

__ADS_1


" ada yang cemburu Bun " ucap Reina sambil menjulurkan lidahnya ke arah Dava.


" sudah biarkan saja, ayo masuk, kamu kan sudah lama ngga maen ke sini " ucap Bu cahaya yang merasa memiliki anak perempuan saat bertemu dengan Reina.


" om sultan mana Bun, kok rumah sepi " ucap Reina yang biasanya melihat sultan saat iya main ke rumah Dava.


" belum pulang, Kan ada janji " ucap Bu cahaya yang langsung menyadarkan Reina jika om sultan sedang bertemu dengan bundanya.


" apa belum selesai ya ?" gumam Reina yang masih terdengar oleh Bu cahaya.


" mungkin belum, kamu tau kan om sultan bertemu sama bunda kamu ?" tanya Bu cahaya memastikan jika Reina tau pertemuan bundanya.


" tau kok Bun, Reina juga udah bilang kalo mau kesini pulang sekolah " jelas Reina sambil menyuapkan makan siang bersama dengan Dava.


" kak " pak Sultan baru saja tiba di sana pun langsung menuangkan minum ke gelas yang iya pegang dan langsung iya minum hingga tandas.


" loh, kakak kira kamu masih bersama agnia ?" tanya Bu cahaya sambil melihat ke arah Reina yang jug melihat ke arah pak sultan.


" Agnia sudah di rumah, dan nanti biar Reina Sultan yang antar " ucap sultan tak menjelaskan kondisi Agnia agar Reina tidak terlalu khawatir.


" ngga pap tadi on yang bilang mau antar kamu pulang " ucap pak sultan sambil pergi menuju kamarnya.


" sudah ngga usah di pikirkan ayo lanjut makan aja " ucap Dava yang melihat Reina terdiam seperti memikirkan sesuatu.


Bu cahaya yang merasa jika sultan menyembunyikan sesuatu langsung mengikuti adik nya sebelum memasuki kamarnya.


" sultan tunggu " sultan yang tau jika kakaknya ingin menanyakan sesuatu langsung menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah Bu cahaya.


" apa yang terjadi ? dan apa Agnia baik baik saja " ucap Bu cahaya, sultan yang melihat rasa penasaran kakaknya yang begitu besar pun hanya tersenyum sebelum mengobati rasa penasaran kakaknya.


" Agnia sempat tak sadarkan diri karena tekanan yang di berikan mantan suaminya yang tiba tiba saja muncul di sana saat sultan dan Agnia makan siang " terang sultan tapi bukannya selesai Bu cahaya malah semakin penasaran dengan keadaan Agnia saat ini.


" lalu, bagaimana kondisi Agnia saat ini ?" tanya Bu Cahya yang khawatir dengan kondisi Agnia yang terus saja mendapatkan cobaan dalam hidup.


" kakak tenang saja, agnia sudah baik baik saja, tapi sultan tidak mengizinkan agnia menjemput Reina "

__ADS_1


Bu cahaya kini bisa bernafas lega mendengarnya jika Agnia baik-baik saja, tapi yang membuatnya heran kenapa bisa pas agnia sultan dan mantan suami Agnia bisa bertemu di taman kota.


" seperti nya mantan suami Agnia masih belum bisa move on dari Agnia " ucap Bu cahaya.


" iya, bahkan tadi saja masih terlihat jelas jika dia cemburu melihat Agnia bersama dengan sultan " ucap sultan menjelaskan.


" padahal dia sendiri sudah menikah dengan selingkuhannya sendiri " ucap sultan yang merasa jika Haikal ingin memiliki keduanya hingga tadi bersikap seperti itu.


" om ... Boleh antar Reina pulang sekarang ?" tanya Reina yang merasa jika akan ada yang terjadi pada Bundanya.


" iya, tapi om masuk dulu ya ke dalam " ucap sultan sambil memasuki kamarnya a


Karena ada hajat yang harus iya tuntaskan


" loh.. Kok buru buru ?" tanya Bu cahaya tapi saat melihat wajah khawatir Reina Bu cahaya pun mengerti jika Reina merasa jika bundanya sedang tidak baik baik saja.


" tunggu, bunda siapkan makanan buat bunda kamu ya " ucap Bu cahaya sambil meninggalkan Reina yang juga kembali ke ruang keluarga di temani Dava.


" sudah tenang saja, aku yakin jika bunda baik baik saja " ucap Dava menenangkan Reina agar tidak berpikir yang macam macam saat tiba tiba jantung Reina bergetar hebat.


" ayo " ajak pak sultan pada Reina Bakan Bu cahaya jug sudah menyiapkan satu wadah kecil makanan untuk di bawa Reina pulang.


" om.. Kenapa tiba tiba saja Reina mengkhawatirkan bunda ya " ucap Reina sambil terus melihat ke arah jalan raya yang terlihat sedikit ramai terlebih ini jam pulang kantor.


" kamu harus yakin jika bunda kamu pasti bik baik saja " ucap pak sultan yang baru saja menghentikan mobilnya di depan rumah agnia, Reina langsung turun dn berjalan masuk ke dalam rumah yang tak terkunci bahkan pintu nya pun sedikit terbuka.


" bun... Bunda... "


" BUNDAAAA


✍️✍️✍️ Nah ada apa lagi dengan Agnia ???


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹 p


__ADS_2