
" dari mana kamu ?" tanya Bu Nina yang baru saja membukakan pintu untuk Haikal, tapi Haikal memilih diam dan pergi memasuki kamarnya karena memang dirinya harus berangkat untuk bekerja.
" apa kamu sudah menemukan agnia ?" ucap Bu Nina yang berhasil menghentikan langkah Haikal yang baru saja membuka pintu kamarnya.
" belum, bahkan Haikal tidak menemukan Reina di sekolah nya " ucap Haikal yang hendak melangkah memasuk kamarnya.
" apa kamu masih ingin kembali pada mereka ?" tanya Bu Nina lagi, dengan penuh curiga Haikal melihat ke arah ibunya yang seperti nya mengetahui sesuatu.
" apa ibu tau dimana agnia tinggal ?" Bu Nina langsung menggeleng.
" entah lah Bu " ucap Haikal yang langsung menutup pintu kamarnya.
' apa agnia akan mau kembali setelah tau aku menikahi Savitri ' gumam Haikal yang kini bersiap untuk berangkat kerja.
Tak beda dengan agnia yang kini akan bersiap untuk berangkat kerja bersamaan dengan Reina yang akan berangkat sekolah.
" Bun.. jangan memikirkan mimpi yang belum tentu terjadi " ucap Reina yang melihat bundanya yang terlihat diam semenjak bangun pagi.
" bunda tidak memikirkan itu dan jika memang itu benar terjadi Bunda ikhlas membiarkan ayahmu menikah lagi " ucap agnia yang kini sudah bersiap dengan motornya sambil membonceng Reina.
Dua wanita ibu dan anak pun kini menuju tempatnya masing masing meski dengan arah yang sama dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat dari saat agnia keluar dari rumah kontrakan nya.
" jadi kamu tinggal di sini ?" ucap orang itu yang kini sudah tidak mengikuti agnia.
Dan tak butuh waktu lama kini agnia dan Reina sudah sampai di depan gerbang sekolah Reina.
" sekolah yang pintar ya, maaf Bunda ngga bisa jemput " ucap agnia dan tak lama agnia pun mulai melajukan motornya.
" agnia tunggu " ucap seseorang yang memanggil agnia yang sudah bersiap meninggalkan sekolah Reina,
deggg
Agnia dan Reina terdiam saat tau yang memanggil nya adalah Haikal suaminya.
" mas.. " agnia seolah terpaku di tempat karena melihat Haikal yang kini berada di hadapannya.
__ADS_1
" ayo kita pulang " ucap Haikal yang langsung mencengkram tangan Agnia yang masih memegang stang kemudi motornya.
" mas lepas !!" ucap agnia masih dengan nada suara yang sopan, tapi bukannya melepaskan lengan agnia malah di cengkram kuat oleh Haikal yang sepertinya tak ingin melepaskan agnia.
" ayah tolong lepaskan bunda " ucap Reina yang tidak tega melihat wajah ibunya yang terlihat kesakitan.
" ayah akan melepaskan bunda mu jika kalian mau ikut pulang dengan ayah " ucap Haikal yang berkeras mengajak agnia pulang.
" tapi ayah ngga berhak memaksa kami setelah apa yang ayah lakukan pada ku dan bunda " ucap Reina yang sebenarnya sangat malu karena semua teman temannya mulai mengerubungi dirinya dan kedua orang tuanya.
" mas.. agnia mohon " ucap agnia dengan wajah memelas.
" kasihan Reina " ucap agnia sambil melihat ke sekeliling dimana semua teman teman Reina berkumpul semakin banyak, Haikal pun melihat sekeliling diman memang benar banyak yang mengerubungi mereka.
" makanya kamu nurut dan ikut apa yang mas ucapkan " ucap Haikal yang terkesan egois, sekuat tenaga agnia menghempaskan tangan Haikal yang masih menggenggam pergelangan tangannya dan langsung tancap gas meninggalkan Haikal.
Melihat bundanya berhasil lepas dari genggaman ayahnya, Reina pun memilih meninggalkan ayahnya dan masuk menuju kelasnya tak memperdulikan tatapan teman temannya.
" jadi kamu sekarang sudah bekerja ?" tanya Haikal pada dirinya sendiri sambil memasuki mobilnya.
Reina hanya mengangkat sekilas wajah sahabatnya dan tak lama kembali menyembunyikan wajahnya di atas meja, Lain halnya dengan agnia yang baru saja sampai di tempat kerjanya.
" Nia kamu kenapa ?" tanya salah satu teman kerja agnia.
" ngga papa, ayo kita masuk " ucap agnia yang langsung memasuki cafe dimana dirinya bekerja.
Agnia pun melakukan pekerjaan dengan serius dan penuh tanggung jawab, dan itu membuat pemilik cafe merasa puas dengan hasil kerja agnia, dan kini saat jam makan siang cafe tempat agnia bekerja pun semakin ramai oleh pengunjung.
" pelayan " ucap salah satu pengunjung cafe yang letaknya berada di tengah tengah cafe, Agnia pun bergegas menghampiri pelanggan tersebut yang tak lain ternyata Haikal yang duduk Seorang diri.
" mas.. " agnia tidak percaya jika akan kembali bertemu dengan Haikal bahkan sekarang di tempat kerjanya yang baru beberapa hari iya dapatkan.
" kamu memilih bekerja seperti ini dari pada kembali padaku dan tinggal di rumah dengan tenang ?" tanya Haikal yang berusaha membuat agnia tertekan dan akhirnya memilih kembali padanya.
Sedangkan agnia yang kini mulai menarik perhatian seluruh pengunjung cafe pun hanya tertunduk malu dengan suara kencang haikal.
__ADS_1
" memang hasil dari kamu menjadi pelayan akan cukup dan lebih dari yang aku berikan padamu selama ini " ucap Haikal semakin menjadi.
" CUKUP MAS...!! " ucap agnia yang sudah tidak tahan dengan tekanan yang di berikan Haikal padanya.
" mungkin pekerjaan ini tidak akan membuatku menjadi kaya atau pun melebihi uang yang kamu berikan setiap bulannya " ucap agnia yang sudah pasrah jika harus kehilangan pekerjaan nya.
Setelah mengatakan itu agnia pun berbalik untuk meninggalkan Haikal, namun berhasil di cegah dan bahkan Haikal menggenggam tangan Agnia dan menarik agnia agar kembali berbalik menghadapnya.
" kenapa kamu keras kepala, aku hanya memintamu kembali padaku tapi kenapa kamu begitu egois " ucap Haikal yang masih menggenggam tangan Agnia dan tidak memperdulikan orang orang yang kini sedang menatap dirinya dan jug agnia.
" mas.. tolong lepas . ini sakit " ucap agnia yang entah kenapa sekarang haikal berubah menjadi kasar padanya.
Agnia yang benar benar kesakitan pun berusaha melepaskan cengkraman tangan Haikal dengan cara menggigit tangan Haikal dengan kencang,
" arrrhh " Haikal berteriak karena gigitan agnia yang terasa sangat sakit, akhirnya membalas agnia.
" Plakkk " tanpa bisa di tahan tangan Haikal pun kembali mendarat di pipi mulus agnia dan tak terasa air mata agnia Kembali menetes membasahi pipinya.
" apa yang bapak lakukan pada teman saya " ucap salah satu teman agnia di cafe itu.
" dia istri saya, jadi saya berhak melakukan apapun pada istri saya " ucap Haikal tanpa memperdulikan tatapan sekeliling.
" tapi anda tidak berhak menggunakan tangan anda terhadap istri anda, terlebih di depan umum seperti ini " ucap salah satu pengunjung cafe yang memang berada dekat dengan meja Haikal.
" dan ini balasan atas apa yang sudah anda lakukan terhadap wanita terlepas di itu istri anda atau bukan " ucap pengunjung cafe yang memberikan Hadian tepat di wajah Haikal.
buggghhh...
✍️✍️✍️ sukur Lo ada yang bales🤭🤭 kena bogem mentah kan 🤛🤛 kira kira siapa yang membela agnia 🤔🤔 dan apakah Haikal akan sadar dengan perbuatannya yang kembali melukai agnia terlebih di depan umum.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1