End Of Patience

End Of Patience
Di Mabuk Asmara


__ADS_3

Pagi ini terasa sangat istimewa bagi sultan, bagaimana tidak sudah lebih dari tiga tahun dirinya berpuasa kini semuanya di bayar lunas saat Agnia begitu bisa mengimbangi setiap permainan dan keinginan nya dalam bercinta.


" terima kasih sayang, jujur mas sangat menanti saat saat seperti ini semenjak kamu dan dia sudah benar benar berpisah " ucapan sultan sontak membuat Agnia malu karena secara tidak langsung dirinya menjadi fantasi untuk sultan selama ini.


" tapi kamu tenang saja, mas tidak selalu membayangkan hal yang tidak tidak dengan mu " ucap sultan yabg tau jika Agnia berpikir buruk tentangnya.


" ayo kita turun, anak anak pasti sudah menunggu kita untuk sarapan " ucap Agnia yang mulai waspada jika terus berdua dengan sultan, bisa bisa dirinya tidak akan pernah bisa keluar dari kamat sebelum sultan benar benar terkapar tak bertenaga.


" baiklah, ayo tapi nanti kalo mas dapet curi tugas kita pergi bulan madu ok " ucap sultan yang ingin memberikan moment spesial pada Agnia agar Agnia tidak akan pernah mengingat laki laki itu lagi.


Agnia hanya mengangguk membiarkan sultan memutuskan apa yang memang terbaik untuk mereka berdua tanpa harus mengorbankan kebahagiaan anak anak mereka.


" kalian sudah bangun " tanya Bu cahaya saat melihat Agnia dan juga sultan turun dari kamar mereka.


" maafkan, Agnia kesiangan " ucap Agnia yang merasa malu karena Bu cahaya sudah menyiapkan semuanya.


" santai saja, kakak tau kalian pasti perlu waktu untuk bangun pagi " ucap Bu cahaya sambil tersenyum penuh arti pada Agnia dan juga sultan.


" lihat, kakak juga mengerti jika kita butuh waktu untuk berdua " ucap sultan yang sudah tak malu bahkan tak sungkan mencium Agnia di hadapan kakaknya sendiri, sedangkan Bu cahaya hanya tersenyum melihat tingkah sultan yang seperti sedang di mabuk cinta.


" Agnia, kamu harus bisa mengendalikan sultan yang seperti nya sedang di mabuk cinta " ucap Bu cahaya yang tentu saja membuat pipi Agnia bersemu merah karena mendengar apa yang di sampaikan Bu cahaya.


" Sultan di mabuk cinta sama istri sultan sendiri ngga masalah kak " ucap sultan sambil memeluk Agnia di hadapan kakaknya Bu cahaya.


" mas, jangan seperti ini malu ada anak anak " ucap Agnia saat mendengar derap langkah dari ruang depan rumah mereka.


" Bun.. sarapan sudah siapkan ? Dava lapar " ucap Dava yang baru saja pulang joging dengan Reina dan juga Alan.

__ADS_1


" kalian mandi dulu baru setelah itu kita sarapan " ucap Agnia yang kini sudah membantu Bu cahaya untuk menyiapkan sarapan pagi mereka, sedangkan sultan kini sudah duduk di kursi ruang makan sambil meminum teh hangat yang baru saja di siapkan Agnia.


Tanpa banyak membantah Reina dan yang lainnya langsung menuju kamar semalam dan tak butuh waktu lama kini semuanya sedang menikmati sarapan yang di buat oleh Bu cahaya.


" kak, bagaimana jika kalian tinggal saja di sini semuanya " ucap Agnia yang tentu saja mendapat perhatian dari semuanya terlebih sultan.


" maaf, bukan kakak ngga mau, tapi alangkah baiknya jika saat kalian memulai kehidupan rumah tangga kalian tidak bersama dengan ipar atau saudara lainnya agar kalian bisa saling memahami dan saling mengerti saat kalian sedang menghadapi masalah "


" tapi Dava mau Bun " ucap Dava yang merasa ada kesempatan lebih banyak untuk selalu bersama dengan Reina.


" bunda tau apa yang kamu pikirkan " ucap Bu cahaya yang memang bisa menebak saat Dava setuju untuk tinggal di rumah om Nya.


" kakak benar Dava " ucap sultan bukannya keberatan jika Dava tetap bersama mereka tapi jika Dava yang tinggal di sini lalu siapa yang akan menemani kakaknya di rumah peninggalan mendiang suaminya.


" tapi om tidak akan melarang jika setiap Minggu kamu menginap di sini " ucapan sultan tentu saja membuat Dava tersenyum lega setidaknya dirinya masih bisa menginap di rumah sultan dan bisa melihat Reina.


" kenapa sayang ? apa kamu merindukan ayah mu ?" tanya Savitri yang masih mencoba menyusui Adam tapi Adam terus saja menolaknya.


" sayang, coba lah mengerti " ucap Savitri yang kini tak bisa lagi membendung air matanya yang malah ikut keluar melihat Adam yang sedang menangis.


" jika memang ayah merindukan kita, ibu yakin jika ayah pasti akan datang ke sini karena ayah tau kemana harus mencari kita " ucap Savitri yang bukan hanya menghibur putranya tapi juga menghibur hatinya yang semakin terluka melihat Adam yang seperti mencari sosok yang bahkan belum pernah menyentuhnya.


Seperti halnya Adam yang sedang menangis kencang, Haikal juga merasakan jika hatinya tiba tiba saja tidak tenang, bahkan pikirannya terus tertuju pada putra yang baru saja semalam meninggalkan rumahnya.


" maafkan ayah sayang, bukan ayah meragukan kamu tapi ayah yakin jika ini yang terbaik untuk kita, dan ayah harap kelak kamu jadi anak yang bertanggung jawab baik pada ibumu keluarga mu dan juga anak dan istrimu jika nanti kamu sudah berkeluarga " ucap Haikal dalam hati dan memang hanya ini yang iya bisa untuk membuat hatinya tenang.


" jangan pernah jadi laku laki pengecut sekaligus pecundang seperti ayah "

__ADS_1


Dan benar saja setelah berkata seperti itu hatinya tiba tiba saja tenang dan itu pun berpengaruh pada Adam yang tiba tiba saja diam dan langsung menyusu dengan sangat lahap pada Savitri.


Tapi berbeda dengan Nabila yang kini sudah bersiap untuk pergi menuju rumah sultan dan berharap Alan sudah bisa memaafkannya dan mau tinggal lagi bersama dengan dirinya.


" aku harap istri baru mas sultan sudah bisa membujuk Alan untuk kembali ke rumah dan hidup berdua dengan ku " ucap Nabila sambil berjalan menuju pintu utama rumahnya.


Degg..


Tiba tiba saja Nabila membayangkan jika Alan masih belum mau tinggal dengannya di sini, apa yang bisa iya lakukan untuk membujuk Alan agar mau memaafkannya.


" Alan.. Bunda dan ayah mau bicara bisa ?" tanya Agnia saat semuanya baru saja selesai sarapan pagi.


" ada apa Bun ?" tanya Alan yang mulai menebak jika ini ada sangkut pautnya dengan ibunya yang kini jauh darinya.


" Bunda tau jika kamu adalah anak yang memiliki hati yang luas " ucap Agnia sambil melihat ke arah sultan yang memasrahkan semuanya pada Agnia karena sultan yakin jika apa yang di lakukan Agnia memang yang terbaik untuk mereka semua terutama Alan.


tok


tok..


" Alan.. kamu di dalam kan nak ? ini ibu sayang .. ibu kangen..


✍️✍️✍️ baru aja Agnia mau jelasin eh orangnya malah udah nongol ? 😏😏 apa Agnia berhasil membujuk Alan untuk mau memaafkan Nabila ? atau Nabila malah seperti mencari celah untuk kembali dekat dengan sultan ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi up-nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi up-nya.

__ADS_1


love you moreee😘😘😘


__ADS_2