
Ada saat dimana nasihat itu langsung mengena ke hati seseorang dan orang tersebut tersadar jika nasihat yang di berikan itu memang lah benar, dan itu juga yang di rasakan Haikal dimana iya sadar sudah terlalu egois pada Agnia.
Hanya demi keegoisan dan juga harga diri membuatnya terus mengganggu Agnia bahkan menekan Agnia tapi berkali kali juga iya terus menyakiti Agnia.
" maafkan Haikal Bu, Haikal sadar jika apa yang Haikal lakukan telah menyakiti Agnia, savitri dan juga ibu " ucap Haikal sambil memeluk ibunya yang selalu berusaha menyadarkan dirinya.
" syukurlah jika kamu sudah sadar, jadilah keluarga yang rukun yang bisa saling menjaga dan melindungi satu sama lain " ucap Bu Nina yang untuk pertama kalinya mengulurkan tangannya menyambut savitri dalam pelukannya untuk pertama kali.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Dimana Haikal dan savitri benar menjalani pernikahan mereka, mencoba menumbuhkan rasa yang pernah ada di antara mereka meski tidak lah mudah.
" eaa .. Eaaa.. Eaa.. " tangis bayi savitri untuk pertama kalinya terdengar dan savitri berharap jika kehadiran bayi di antara mereka bisa semakin mempererat hubungan nya dengan Haikal.
" Haikal, apa kamu tidak ingin menggendong putramu ?" tanya Bu Nina yang sudah menggendong bayi savitri yang baru saja lahir.
Savitri kecewa melihat Haikal yang seolah tak ingin menggendong putranya, sedangkan Haikal hanya bisa melihat ke arah savitri tanpa mengatakan apapun.
" katakan apa yang kalian sembunyikan ?" tanya Bu Nina yang merasa jika ada yang di sembunyikan keduanya.
" mungkin mas Haikal akan menepati janjinya yang akan memisahkan Vi sama putra Vi " ucap savitri yang kembali mengingat janjinya dulu saat mereka mau menikah.
Bu Nina tak percaya jika putranya akan sangat tega seperti itu, meski dirinya dulu tidak menyukai savitri bahkan menentang hubungan mereka tapi jika harus memisahkan seorang ibu dari putranya yang bahkan baru di lahir kn sangat lah kejam.
" apa kamu sudah gila Haikal ?" tanya Bu Nina sedangkan savitri sudah memeluk putranya dan savitri memang menjalankan perannya sebagai seorang istri yang baik untuk Haikal Suaminya.
" kenapa kamu bisa Setega itu sama savitri " tanya Bu Nina lagi.
" setidaknya pikirkan putra kalian yang masih sangat memerlukan ibunya "
__ADS_1
" sudah Bu.. Vi ngga papa jika mas Haikal akan benar benar memisahkan Vi dengan putra Vi " ucap savitri yang sudah pasrah.
Bukan tidak ingin berusaha meyakinkan Haikal tapi savitri sudah cukup berusaha selama ini membuat Haikal menatap padanya tapi hingga saat ini hubungan masih lah hambar hanya hubungan fisik saja yang selalu mereka lakukan demi kebutuhan mereka.
" Vi hanya titip putra Vi sama ibu, sayangi dia, dan jangan biarkan dia merasa kesepian karena ketidak hadiran ibunya " ucap savitri yang tak kuasa menahan air matanya ambil memeluk putranya yang bahkan belum iya beri nama.
" mas, sebelum Vi pergi boleh Vi minta sesuatu " tanya Vi penuh harap yang kini sudah menyerahkan putranya ke Bu Nina untuk di tidurkan di box bayi.
" beri waktu Vi satu Minggu, setidak nya satu Minggu itu bisa memberikan kenangan untuk Vi dan putra kita " ucap savitri yang seperti nya enggan memberi nama dan lebih memasrahkan pemberian nama pada Haikal.
" Haikal katakan sesuatu ?" ucap Bu Nina yang kesal dengan kebungkaman Haikal.
Tapi tanpa mengatakan apapun Haikal memilih pergi meninggalkan savitri Bu Nina dan bahkan putranya yang belum pernah iya sentuh.
" kamu harus bersabar, ibu yakin Haikal tidak akan sekejam itu memisahkan kamu dan putramu yang baru saja lahir " ucap Bu Nina sambil mengelus rambut savitri agar lebih tenang.
" jangan mengingat masa lalu yang bisa merusak hati dan ikutan kita " ucap Bu Nina yang bisa saja merasa kesal saat mengingat saat dimana savitri hadir dan merusak rumah tangga putranya dan Agnia.
Lain halnya dengan Agnia yang masih memilih menjadi single mother untuk Reina putri satu satunya, meski Agnia dan sultan sudah semakin dekat tapi sultan masih memberi ruang pada Agnia agar Agnia yakin jika dirinya memang benar benar mencintai dan menyayangi Agnia dan Reina.
" Bun, kemarin Reina melihat om sultan bertemu dengan seorang perempuan tapi ada anak gadisnya juga bersama mereka " ucap Reina yang melihat sultan saat pulang sekolah tapi rein tidak bilang pada Dava jika dirinya melihat om sultan.
" mungkin mantan istri dan anaknya om sultan " ucap agnia yang tak ingin berpikir buruk tentang sultan yang memang terlihat sangat tulus mencintai dan menyayangi nya.
" apa bunda ngga cemburu ?" tanya Reina yang kini sudah melihat sultan yang sedang berjalan ke arah mereka, tapi Agnia tidak melihatnya karena posisi Agnia yang membelakangi mereka.
" bunda percaya jika memang om sultan jodoh yang tuhan takdirkan untuk bunda di sisa umur bunda, tidak akan ada yang bisa mengambil dan merebutnya dari bunda " ucap Agnia yang tentu saja terdengar oleh sultan.
__ADS_1
" terima kasih " ucap sultan yang langsung duduk di samping Agnia yang tentu saja terkejut bercampur malu dan berharap sultan tidak mendengar apa yang di ucapkannya tadi.
" jadi.. Apa kamu sudah yakin untuk menerima mas menjadi suami kamu dan ayah sambung untuk Reina " ucap sultan menatap Agnia penuh harap.
" apa anak mas ngga keberatan jika ayahnya menikah lagi ?" tanya Agnia yang tak ingin memiliki batu yang bisa menyakiti kakinya saat nanti menjalani pernikahan dengan sultan.
" sejauh yang mas tau, anak mas tidak mempermasalahkan jika mas dekat dengan siapapun " ucap sultan yang memang belum pernah bertanya apa anaknya keberatan jika dirinya menikah lagi atau tidak.
" dan jika kamu dan Reina mau kita bisa bertemu dengan anak mas agar kalian bisa kenal dan dekat dengan anak mas " ucap sultan agar Agnia tidak ragu padanya.
" terserah mas aja, yang pasti Agnia tidak mau jika anak mas keberatan kita terus memaksakan hubungan kita " ucap Agnia.
Sultan yang mengerti jika Agnia ingin menjalani pernikahan nya nanti dengan restu dari semuanya, akan mencoba meyakinkan putra nya untuk bisa menerima Agnia yang akan menjadi ibu sambungnya dan Reina yang akan menjadi saudara tirinya.
Prankkk
Pot Bunga Agnia terjatuh karena tersenggol Haikal yang datang tiba tiba, Haikal tidak menyangka jika Agnia akan memulai hubungan baru bersama dengan sultan.
" ayah.. " panggil Reina yang melihat Haikal yang terdiam di pintu rumah Agnia.
" apa kamu akan menikah dengannya..
✍️✍️✍️ lah kirain Haikal pergi kemana 🤭🤭 ngga tau nya masih berharap Agnia akan kembali padanya 😤😤
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
love you moreeeee 😍😍🌹