End Of Patience

End Of Patience
Kembali Terluka..


__ADS_3

Sempat rein berfikir ingin kembali mempersatukan kedua orang tuanya agar bisa menjadi keluarga yang utuh seperti dulu kala, tapi melihat ayahnya yang malah menyalahkan dirinya membuat Reina mengubur semua harapannya itu.


" sekarang Reina yakin jika keputusan bunda untuk berpisah dari ayah itu memang yang terbaik " ucap Reina bersamaan dengan tangan Haikal yang berhasil mendarat di pipi Reina.


" harusnya Reina tidak datang pagi ini ke rumah ayah " ucap Reina yang memang di antar bundanya pagi pagi sekali setelah di telpon haikal untuk mengantarkan Reina sebelum agnia berangkat kerja.


" maaf sayang ayah ngga sengaja " ucap Haikal yang mencoba mendekati Reina yang masih memegangi pipi nya yang masih terasa kebas.


" kamu itu kenapa Haikal ?" tanya Bu Nina yang tak habis pikir dengan Haikal yang mudah mengangkat tangannya terhadap wanita.


" Reina benci ayah " ucap Reina sambil berlari keluar dari rumah Haikal yang tak sempat di tahan oleh Haikal dan Bu Nina.


" Haikal kejar Reina " ucap Bu Nina yang mungkin akan kalah tenaga jika mengejar Reina.


" sudah lah Bu, Haikal yakin kalo reina paling pergi ke rumah agnia " ucap Haikal yang masih kesal bercampur sesal.


" tapi Kal ?" Bu Nina masih khawatir jika Reina akan pergi jauh.


" sudah Bu, haikal pergi kerja dulu sudah siang " ucap haikal sambil mengambil tas kerjanya yang tadi sempat iya simpan saat mengambil amplop dari kurir.


Reina yang sakit hati dengan apa yang di lakukan ayahnya pun memilih datang ke rumah Dava karena jika Reina datang ke tempat kerja agnia pasti akan menimbulkan masalah baru antar bundanya dan ayahnya.


" assalamualaikum Dav... Dava.. " ucap Reina yang melihat pintu rumah Dava yang tertutup tapi Reina masih berharap jika Dava ada di rumahnya.


" iya... tunggu sebentar... " ucap seseorang dari dalam rumah Dava dan tak lama pintu rumah Dava pun terbuka dimana om sultan yang membukakan pintu untuk Reina.


" Reina ?" tanya om sultan yang melihat jelas wajah Reina yang masih memerah dengan sisa air mata yang masih terlihat.


" Dava ada om ?" tanya Reina dengan wajah yang menunduk dengan rambut yang sengaja iya urai untuk menutupi sebelah pipinya yang memerah bekas tamparan haikal ayahnya.


" ada, ayo masuk " ucap om sultan sambil memberi jalan pada Reina untuk berjalan lebih dulu.

__ADS_1


Reina pun berjalan lebih dulu dan saat berada di ruang keluarga ternyata ada Bu cahaya yang sedang duduk.


" eh ada Reina, sini sayang duduk " ucap Bu cahaya yang merasa jika Reina tidak baik baik saja.


Reina pun diam sambil melihat ke arah Bu cahaya yang kini sudah berdiri dan berjalan mendekat ke arahnya dan tak butuh waktu lama Reina langsung memeluk Bu cahaya sedangkan om sultan memilih membiarkan Reina yang jelas sedang membutuhkan kakaknya dari pada Dava sahabat nya.


" kenapa sayang ?" tanya Bu cahaya sambil memeluk Reina yang kini sudah menangis dalam pelukannya.


" Reina mau di sini sampai Bunda pulang boleh kan Bun " ucap Reina yang memang sudah terbiasa memanggil bundanya Dava dengan panggilan bunda.


" boleh dong.. " ucap Bu cahaya yang kini yakin jika Reina tidak baik baik saja.


" Reina ?" tanya Dava yang baru saja datang setelah di beritahu oleh om sultan sedangkan om sultan hanya duduk tak jauh dari Dava ponakan nya.


" Lo kenapa na ?" tanya Dava yang merasa ada yang di sembunyikan Reina dengan menggerai rambutnya yang terbiasa di ikat tinggi oleh Reina.


Bu cahaya yang juga curiga pun langsung menyingkap rambut yang menghalangi wajah Reina dan di pipi Reina terlihat jejak tangan yang mereka yakini jika itu bukan akibat tangan Agnia.


" sayang.. apa ini perih ?" tanya Bu cahaya dengan mata yang berkaca kaca melihat Reina yang kini malah kembali menangis.


" katakan siapa yang sudah melakukan itu sama kamu Reina ?" tanya Dava yang tiba tiba saja tidak bisa mengontrol emosinya.


" dav.. kendalikan emosimu " ucap om sultan yang sebenarnya marah dengan orang yang telah tega melakukan kekerasan pada anak di bawah umur.


" pasti ayah kamu kan yang melakukan itu semua ?" tebak Dava yang berfikir jika bunda agnia tidak akan pernah melakukan hal itu pada Reina.


Reina hanya diam sambil menunduk karena memang benar apa yang di ucapkan Dava tapi tak mungkin Reina mengatakan hal itu di hadapan semuanya.


" katakan saja Reina jangan pernah melindungi laki laki pengecut yang hanya bisa melukai anak dan istrinya " ucap om Sultan yang sudah berdiri di hadapan Reina yang sudah iya anggap putrinya bukan hanya karena dirinya tertarik pada agnia tapi Reina memang pribadi yang menyenangkan.


" sudah lah sultan jangan menekan Reina, biarkan dia tenang " ucap Bu cahaya yang tak tega dengan apa yang di hadapi agnia dn reina.

__ADS_1


" dav.. ajak Reina ke gajebo belakang biar reina bisa menghirup udara segar " ucap Bu cahaya pada Dava agar Reina bisa lebih tenang lagi.


Setelah kepergian Dava dan Reina, sultan pun duduk di samping Bu cahaya yang masih duduk di tempat nya tadi.


" mba.. ayah Reina itu sudah keterlaluan mba" ucap sultan yang tak tega melihat apa yang di alami agnia dan reina.


" mba tau, tapi itu bukan ranah kita untuk melakukan sesuatu " ucap Bu cahaya agar sultan bisa menahan dirinya untuk tidak terlalu jauh ikut campur masalah agnia dan suaminya.


" apa sultan harus diam saja sampai nanti jatuh korban ? iya ?" tanya sultan pada kakaknya.


" tapi kita tidak bisa melakukan apapun, kecuali kejadian itu terjadi di hadapan kita " ucap Bu cahaya yang masih mencoba menyadarkan sultan.


" baiklah, tapi jika sampai kejadian itu terjadi lagi baik pada Reina maupun ibunya jangan salahkan sultan jika sultan akan bertindak " ucap sultan sambil bangkit dari duduknya keluar dari rumah cahaya.


Bu cahaya tau jika sultan tidak akan tinggal diam jika ada wanita yang di sakiti terlebih secara fisik oleh seorang laki laki siapapun itu, apa lagi ini wanita yang di harapkan olehnya untuk bisa menjadi masa depannya kelak.


" aku harus bisa mengeluarkan agnia dan reina dari cengkraman laki laki pengecut yang tidak pantas memiliki wanita baik seperti agnia dan Reina.


Sedangkan saat Haikal baru saja tiba di kantor nya ternyata Savitri sudah menunggunya di depan pintu masuk kantor Haikal.


" untuk apa Savitri ada di sini ?" tanya haikal pada dirinya sendiri tapi Haikal tetap melanjutkan langkahnya dan mencoba mengabaikan Savitri.


" mas, Vi mau bicara sebentar " ucap Savitri sambil menghalangi jalan Haikal agar tidak bisa melewati dirinya.


" tidak ada yang perlu di bicarakan lagi " ucap Haikal yang kini sudah berdiri di hadapan Savitri.


" kita bicara berdua atau Vi umumkan di sini ?"


✍️✍️✍️ apa sebenarnya yang ingin di bicarakan Savitri hingga memaksa haikal seperti itu ? dan apa yang akan agnia lakukan jika tau apa yang sudah Haikal lakukan pada putrinya ??🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2