
Semua mata tertuju pada Haikal menunggu penjelasan yang akan Haikal berikan terkait ucapan sultan yang secara tidak langsung menuduhnya telah berbohong selama ini.
" mas ?" Agnia mendekat ke arah sultan suaminya yang masih duduk di hadapan Haikal yang kini masih berdiri di hadapan semua orang.
" sayang, mas tau jika kamu mungkin sangsi dengan apa yang mas ucapkan " ucap sultan sambil menggenggam tangan kanan Agnia ya g berdiri di sampingnya.
" tapi jika memang Haikal baru bisa berdiri dia tidak mungkin bisa lama seperti ini " ucap sultan sambil melihat ke arah Haikal yang terlihat pucat pasi.
" kamu tau kenapa Haikal melakukan hal itu ?" tanya sultan sambil melihat sekilas ke arah Bu Nina dan juga Reina yang masih tak percaya jika Haikal bisa melakukan hal serendah itu.
" kenapa ? Jangan bilang karena Agnia ?" tanya Agnia yang kini sudah menatap tajam ke arah Haikal.
" mau kamu yang menjawab atau saya yang menjawab ?" tanya sultan ke Haikal yang masih setia berdiri.
" YA... MAS SEPERTI INI UNTUK KEMBALI MENARIK PERHATIAN KAMU " ucap Haikal yang tentu saja membuat semua yang ada di sana tak percaya dengan apa yang Haikal ucapkan.
Plakk
Agnia menampar pipi Haikal yang menurutnya sudah sangat keterlaluan, bagaimana bisa Haikal mempermainkan perasaan ibu Reina dan dirinya dengan melakukan hal itu.
" mas pikir perasaan Agnia itu apa ? Apa dengan melakukan itu mas berharap Agnia mau kembali sama mas dan meninggalkan suami Agnia ini ?"
" maaf, tapi mungkin jodoh di antara kita sudah berakhir setelah putusan pengadilan tentang pernikahan kita, dan saat ini jodoh Agnia adalah mas sultan " ucap Agnia penuh keyakinan bahkan Haikal bisa melihat Binar cinta di mata Agnia untuk rivalnya.
" sejak kapan ayah sudah bisa berjalan lagi ?" tanya Reina yang kembali kecewa dengan apa yang di lakukan ayahnya.
" katakan Haikal, jangan diam saja " ucap Bu Nina yang juga sama kecewa nya dengan Reina yang sudah merasa di bohongi oleh putranya sendiri.
" maafkan Haikal Bu " ucap Haikal yang kini sudah berlutut di hadapan Bu Nina.
__ADS_1
" IBU TANYA SEJAK KAPAN KAMU SUDAH BISA BERJALAN LAGI ?" tanya Bu Nina yang masih membiarkan Haikal berlutut di hadapan nya.
" sejak pemberitahuan dari perusahaan jika Haikal di pecat " ucap Haikal yang sangat menyesal sudah membuat ibunya kecewa.
" bunda mau pulang, apa Reina masih mau di sini ?" tanya Agnia yang sudah melewati Haikal bahkan tanpa melihat ke arah Haikal karena Agnia sangat sangat kecewa pada Haikal yang berpikiran picik dan sempit demi membuat dirinya kembali.
" Reina ikut pulang, ayah hanya bisa memberikan kekecewaan pada Reina saja " ucap Reina yang kini malah meninggalkan Agnia dan juga sultan ayah sambungnya.
" Agnia tunggu " ucap Haikal yang refleks memegang tangan Agnia tepat di hadapan sultan tapi Agnia langsung menghempaskan tangan Haikal meski Agnia masih berdiri di posisinya karena ingin tau apa yang akan di sampaikan Haikal padanya.
" maaf, mas hanya ingin minta maaf karena kembali melukai perasaan kamu " ucap Haikal seolah tidak perduli jika ada sultan yang mendengar apa yang ingin Haikal bicarakan.
" jujur mas masih berharap kita bisa kembali bersama " ucap Haikal menyampaikan apa yang ada di hatinya hingga saat ini.
" tapi kini mas sadar, mas tidak pantas menjadi pendamping kamu " ucap Haikal sambil melihat ke arah Agnia dan juga sultan.
" sultan benar, kamu wanita kuat sedangkan mas hanya laki laki yang penuh drama dalam hidupnya"
" aku serahkan Agnia dan aku titip Reina, anggap di seperti putrimu sendiri " ucap Haikal yang kini sudah menatap ke arah sultan yang setia berdiri di samping Agnia.
" didik Reina menjadi pribadi yang tangguh yang tidak lemah dan tidak banyak drama dalam hidup" sultan hanya mengangguk karena tanpa di pinta oleh Haikal, sultan sudah menganggap Reina seperti putrinya sendiri.
" kamu tenang saja, karena tanpa kamu pinta Reina sudah seperti putri saya sendiri, jadi lebih baik kamu fokus pada putramu dan juga kehidupan mu sendiri " ucap sultan.
" dan asal kamu tau jika Savitri saat ini berada dalam penjara karena berharap Agnia meninggal saat kecelakaan saat ini "
Bu Nina dan Haikal tak percaya jika Savitri bisa melakukan hal itu.
" maksud kamu Savitri penyebab kecelakaan yang Agnia alami ?" tanya Bu Nina mewakili apa yang ingin di tanyakan Haikal.
__ADS_1
" Bukan, tapi saat orang yang menabrak Agnia kabur dari kejaran polisi dia masuk ke rumah Savitri dan saat Savitri tau Agnia wanita yang di tabrak orang itu Savitri malah menyayangkan kenapa Agnia tidak sampai meninggal saat itu " ucap sultan.
" bukan saya ingin merusak hubungan kamu dengan Savitri tapi Savitri melakukan hal itu karena merasa Agnia lah penyebab dirinya dan kamu tidak bisa bersama dan akhirnya Adam yang menjadi korban hubungan kalian " ucap sultan.
" maksud kamu jika saya bersama dengan Savitri maka Agnia akan aman dan Savitri tidak akan berpikir untuk mencelakai Agnia ? " tanya Haikal.
" mungkin saja, karena saya tidak bisa mengatur apa yang harus kamu dan dia lakukan tapi jika memang dengan melakukan itu bisa membuat semuanya aman kenapa tidak " ucap sultan.
Setelah mengatakan itu sultan pun mengajak Agnia dan juga Reina keluar dari rumah Haikal setelah pamit pada Bu Nina.
Haikal hanya bisa melihat ke arah sultan yang memang terlihat hangat dan sangat menjaga dan mencintai Agnia dan menyayangi Reina dan itu terlihat jelas di mata Haikal dan juga Bu Nina.
" kamu harus bisa mengikhlaskan Agnia, karena memang kebahagiaan Agnia terletak pada suaminya bukan dengan mu lagi " ucap Bu Nina yang langsung meninggalkan Haikal setelah mendengar suara tangis Adam di dalam kamarnya.
" mas janji ini terakhir kalinya mas mengusik kebahagiaan kamu dan suami baru mu karena kini mas yakin jika sultan tidak akan mungkin melakukan apa yang pernah mas lakukan padamu " ucap Haikal yang masih melihat mobil sultan yang membawa Agnia dan juga Reina.
" mas, Agnia mau tanya dari mana mas tau jika mas Haikal hanya berbohong selama ini ?" tanya Agnia yang penasaran dari mana suaminya tau kebohongan yang di lakukan Haikal.
" mas sebenarnya tidak tau jika Haikal sudah bisa berdiri lagi, dan mas hanya memancing Haikal untuk bereaksi saat mendengar lawan bicaranya " ucap sultan apa adanya.
" tapi saat melihat Haikal berdiri dengan tenang dan tanpa kesusahan membuat mas yakin jika ini bukan lah pertama kali Haikal melakukan itu "
" ayah pintar, lain kali ajari Reina cara membaca kebohongan orang lain " ucap Reina memuji ayah sambungnya.
" memang siapa yang berbohong ?"
✍️✍️✍️ siapa ya yang ingin Reina baca wajahnya ? Dan apa Haikal akan kembali pada Savitri demi melindungi Agnia ? 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Love you moreee 😘😘😘