
Haikal hanya menatap kepergian agnia yang membawa serta reina untuk menginap malam ini karena memang besok adalah hari Minggu jadi Reina mungkin ingin menghabiskan waktunya dengan bundanya.
" apa wanita itu sudah pergi ?" tanya Bu Nina yang baru saja keluar dari kamar saat sudah tidak mendengar suara apapun lagi.
" sudah Bu " ucap Haikal sambil mendudukkan diri di kursi tamu rumahnya.
" bahkan Reina juga ikut pergi " ucap Haikal yang membuat Bu Nina penasaran dengan ucapan haikal.
" maksud kamu apa ?" tanya Bu Nina yang meng tidak mengetahui kedatangan agnia ke rumah ini.
" Reina menelpon Bundanya dan minta di jemput untuk menginap di tempat agnia " jelas Haikal tanpa melihat ke arah Bu Nina.
" dan agnia melihat savitri di rumah ini?" tanya Bu Nina yang mulai menebak nebak apa yang terjadi tadi.
" lebih buruk " ucap Haikal sambil memejamkan matanya saat melihat tatapan agnia yang sudah berubah dingin dan datar.
" maksud kamu apa ?" tanya Bu Nina yang kini sudah duduk di samping Haikal putranya
" agnia tidak terlihat cemburu saat melihat haikal memeluk Savitri tadi bahkan terkesan datar tanpa ekspresi " ucap haikal saat mengingat tatapan agnia tadi.
" apa agnia sudah tidak mencintai Haikal lagi ya Bu " ucap Haikal seperti sudah kehilangan harapan agnia untuk selamanya.
" kamu tau, mungkin agnia lelah menghadapi semua yang sudah kamu lakukan selama ini " ucap Bu Nina.
" dan ibu harap kamu bisa menerima semua keputusan yang di ambil agnia karena bagaimana pun agnia juga berhak bahagia " ucap Bu Nina yang memang memposisikan dirinya jika berada di posisi agnia.
" tapi Bu, Haikal benar benar menyesal dan ingin kembali bersama dengan agnia dan juga Reina seperti dulu " ucap Haikal yang memang jelas terlihat wajah penuh sesalnya.
" kamu harus yakin jika memang agnia di takdirkan untuk mu pasti akan ada jalan untuk kalian bisa bersama lagi " ucap Bu Nina sambil menepuk pundak haikal dan memilih memasuki kamarnya.
" dan ibu harap jika kalian benar benar berpisah berikan agnia rumah yang kalian tempati selama ini " ucap Bu Nina yang tak tega melihat agnia yang hidup di kontrakan kecil dan pengap.
Haikal hanya diam tanpa menyanggah atau mengiyakan permintaan ibunya karena haikal masih berharap jika Agnia dan Reina mau memaafkan dirinya dan menerima dirinya kembali seperti dulu.
Lain halnya dengan agnia dan Reina yang baru saja sampai di kontrakan agnia setelah Reina mengajak agnia membeli beberapa camilan untuknya sebelum sampai di kontrakan agnia.
__ADS_1
" Bun.. apa bunda baik baik saja ?" tanya Reina saat mengingat jika ibunya melihat ayahnya dengan wanita lain.
" memang bunda kenapa ?' tanya agnia sambil membuka pintu kontrakan nya dan mereka berdua pun memasuki rumah kontrakan agnia.
" Bun.. Reina tau jika bunda melihat ayah sama wanita itu berpelukan " ucap Reina yang memang melihat saat ayahnya membalas pelukan wanita itu.
Agnia pun tersenyum ke arah putrinya yang mungkin jauh lebih terluka dari dirinya hingga memintanya untuk di jemput saat itu juga.
" bunda ngga papa " ucap agnia sambil membelai rambut Reina yang memang di biarkan terurai.
" mungkin kamu yang tidak baik baik saja atau mungkin kamu terluka dan kecewa melihat ayah haikal memeluk wanita lain " ucap agnia yang kini sudah menggenggam tangan Reina.
Satu tetes air mata meluncur tak tertahan di pipi Reina yang membenarkan apa yang di ucapkan oleh bundanya, bahwa dirinya terluka dan kecewa dengan apa yang sudah ayahnya lakukan dan berakibat pada dirinya juga bukan hanya pada bundanya saja.
" Tapi kamu harus yakin jika sampai kapan pun ayah dan bunda akan selalu mencintai dan menyayangi kamu " ucap agnia sambil menghapus air mata renia yang kini mengalir semakin deras.
" apa Reina ingin ayah dan bunda kembali bersama ?" tanya Agni yang akan melakukan apapun untuk kebahagiaan putrinya meski harus mengorbankan kebahagiaan nya sendiri.
Reina menatap wajah agnia yang terlihat sangat yakin saat mengucapkan itu semua.
" bunda akan melakukan apapun untuk kebahagian dan untuk senyum anak bunda " ucap agnia ambil membelai rambut putrinya yang kini tengah menatap padanya.
" termasuk mengorbankan kebahagiaan Bunda sendiri ?" tanya Reina tapi agnia hanya tersenyum tanpa menjawab apapun yang di tanyakan Reina padanya.
" kamu tau sayang.. sebagai seorang ibu kebahagiaan terbesar nya iyalah melihat anaknya tumbuh sehat dan juga bahagia dalam hidupnya " ucap agnia tidak menjawab secara langsung.
" dan bagi bunda apapun akan bunda lakukan untuk kamu " ucap agnia yang harus menjelaskan secara perlahan pada putrinya tanpa harus menjelekkan Haikal di mata Reina.
" terima kasih bunda " ucap Reina sambil memeluk bundanya yang begitu sangat menyayangi dirinya melebihi dirinya sendiri.
" sudah ah melow nya.. ayo kita makan ini saja" ucap agnia ambil mencoba jajanan yang di pilih oleh Reina tadi, Reina pun mengikuti apa yang agnia lakukan meski Reina tau jika Agnia hanya mengalihkan pikiran nya agar tidak semakin membahas tentang dirinya dan juga Haikal.
Savitri yang tak terima dengan keputusan yang di berikan Haikal pun memilih kembali ke rumahnya untuk bisa memikirkan cara agar dirinya bisa kembali bersama Haikal.
" sayang... apa kamu sudah tumbuh di dalam sini " ucap savitri sambil membelai perutnya yang masih rata karena hanya ini alasan satu satunya yang bisa iya gunakan untuk bisa mengikat haikal di sisi nya.
__ADS_1
" ibu harap kamu sudah ada di dalam sana agar ibu tidak kehilangan ayahmu untuk selamanya " ucap savitri sambil merebahkan tubuhnya sedang kan tangannya terus berada di atas perutnya.
Dan tak lama savitri pun tertidur meski air matanya masih mengalir di sudut matanya, Haikal pun memilih merebahkan tubuhnya sambil memikirkan keputusan apa yang harus iya ambil untuk keluarga kecil nya yang sudah iya hancurkan berkali kali.
" apa sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mas... agnia ? ucap haikal sambil memejamkan matanya mengingat saat di awal dirinya bertemu dengan agnia.
Flashback on
Pagi itu Haikal yang sedang lari pagi tiba tiba terpana dengan kecantikan seorang wanita yang juga tengah lari pagi.
" IBU.. AWASSS " ucap wanita itu yang reflek menarik wanita paruh baya yang menyebrang jalan sembarangan.
Bahkan karena itu juga wanita tersebut dan wanita paruh baya pun terjatuh ke sisi trotoar dimana Haikal berdiri bahkan menyaksikan secara langsung apa yang di lakukan wanita muda tersebut.
" kamu tidak apa apa ?" tanya Haikal sambil mengulurkan tangannya pada wanita muda yang masih terduduk di pinggir trotoar untuk menenangkan diri setelah berhasil menyelamatkan wanita paruh baya.
" ibu ngga papa ?" tanya wanita itu yang tak lain adalah agnia yang bahkan malah mengabaikan pertanyaan dari Haikal.
" ibu ngga papa,makasih ya neng " ucap wanita paruh baya pada agnia
" agnia.. nama saya agnia nek " ucap agnia memperkenalkan diri pada wanita paruh baya di hadapan nya.
" nek Darmi " ucap wanita paruh baya tersebut membalas perkenalan agnia.
" makasih ya neng agnia, nenek pulang dulu " ucap nenek paruh baya yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan Agnia yang kini sudah bisa berdiri di pinggir trotoar.
" Haikal " ulur tangan Haikal mengajak berkenalan agnia .
" maaf...
✍️✍️✍️ kita bercerita awal mula perjalanan agnia dan juga Haikal, masih semangat kan buat baca cerita receh R-kha kan ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹