End Of Patience

End Of Patience
Merasa Menang..


__ADS_3

" apa yang kalian lakukan ?" tanya salah satu warga yang kini sudah memasuki rumah Savitri.


Savitri menarik pakaian Haikal yang tergeletak tak jauh dari tempatnya duduk untuk menutupi tubuhnya yang hanya terbalut kain tipis.


" kami.. " ucap Haikal dengan suara terbata bata karena tertangkap basah dan dirinya tidak bisa berkata apa apa lagi, terlebih terlihat jelas apa yang tadi dirinya dan Savitri lakukan.


" semuanya sudah jelas, sebaiknya kita nikahkan saja mereka sebelum mereka semakin mengotori lingkungan kita " ucap salah satu warga ikut menimpali.


" Kalo mereka tidak mau kita arak saja mereka keliling komplek agar mereka merasa malu " ucap warga yang lain.


" tapi pak.. " Haikal yang memang tidak pernah berniat menikahi Savitri pun kini merasa terjebak atas apa yang di lakukan ya di rumah Savitri.


" tenang semuanya " ucap warga yang terlihat lebih tua dari semuanya.


" mba Savitri maaf, bisa mba ganti dengan pakaian yang lebih sopan " ucap bapak yang di ketahui sebagai ketua RT di lingkungan itu.


Savitri pun bergegas untuk masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Haikal yang kini sudah memakai kembali celana panjangnya.


" perkenalkan saya pak Muhit Ketua RT di lingkungan ini, maaf anda ini siapa ya ? dan ada hubungan apa anda dengan Savitri ?" tanya pak Muhit.


" saya Haikal saudara jauh Savitri dan saya " belum selesai Haikal memperkenalkan diri sudah di potong oleh savitri yang sudah kembali dengan pakaian yang lebih sopan.


" dia calon suami saya " ucap Savitri yang tak ingin semua usahanya kali ini kembali gagal.


" VI " Tanpa sadar Haikal meninggikan suara nya di hadapan semua orang.


" nak Haikal, apa yang Savitri sampai kan itu benar ?" tanya pak Muhit memastikan.


Haikal pun hanya terdiam karena jika dirinya berkata lain mungkin hukuman yang akan di berikan oleh warga jauh lebih kejam dari apa yang di sebutkan tadi.


" iya saya calon suaminya" ucap Haikal tidak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang Savitri ucapkan.


" baiklah jika begitu maka tidak masalah bukan jika kami menikahkan kalian malam ini juga ?" tanya pak Muhit sambil melihat ke arah keduanya.


Haikal pun menatap sekilas ke arah Savitri tapi tak lama dirinya pun mengikuti apa yang di putuskan oleh pak Muhit.


" baiklah " ucap Haikal.

__ADS_1


" tapi jika kami menikah malam ini berarti baru nikah siri saja bukan ?" tanya Haikal menebak.


" iya jadi setelah malam ini mas Haikal dan Savitri bisa mengurusnya langsung di kantor KUA besok paginya " ucap pak Muhit.


Tapi lain dengan pikiran Haikal dimana ini merupakan jalan terbaik karena baginya Savitri tidak akan pernah iya jadikan sebagai istri yang sah.


Akhirnya pernikahan yang selalu di dambakan Savitri pun terjadi meski baru sebatas nikah siri tapi Savitri sudah merasa senang dan menang, setelah kedatangan seorang ustadz yang akan menikah kan Savitri dn Haikal malam ini juga.


Kini Savitri sudah sah menjadi istri dari Haikal laki laki yang sudah sangat lama diam diam iya cintai bahkan cintanya itu tumbuh saat kedua orang tuanya masih ada.


" semoga pernikahan kalian langgeng dan bisa segera di sahkan secara negara " ucap pak Muhit dan tak lama semua warga pun berpamitan.


" ah lega nya " ucap Savitri yang masih terdengar oleh Haikal.


" maksud kamu apa ? apa jangan jangan kamu sudah merencanakan semuanya ?" tanya haikal yang kini sudah berada di hadapan Savitri.


" Bu.. bukan begitu mas " ucap Savitri gugup.


" maksud Vi, lega karena kita bisa bebas melakukannya di manapun " ucap Savitri sambil mengalungkan tangan di leher Haikal.


' dan kini agnia pun tidak akan bisa mengambil kamu kembali dari sisi ku ' ucap Savitri dalam hati.


" ahhhh " pelepasan panjang pun di dapat oleh Haikal bersamaan dengan Savitri yang juga menge rang penuh kenikmatan atas apa yang Haikal lakukan padanya.


" mas... Vi boleh tinggal di apartemen lagi kan ?" tanya Savitri sambil melukis indah di atas dada Haikal yang tak tertutup apapun.


" besok kita bicarakan, mas lelah " ucap Haikal sambil berjalan menuju kamar Savitri yang memang sudah sering iya tempati jika sedang berada di rumah ini.


Savitri hanya melihat Haikal yang dengan santainya memasuki kamarnya bahkan tanpa mengenakan apapun langsung iya susul dengan melakukan hal yang sama.


Jika di rumah Savitri dirinya merasa sudah berhasil menjerat Haikal, lain hanya di rumah yang di tempati agnia dan juga Reina, dimana agnia baru saja terbangun.


" hah...hah...hah..." agnia terbangun dengan napas yang Ter engah engah yang tentu saja membuat Reina ikut terbangun.


" Bun.. bunda kenapa ?" tanya Reina sambil memberikan botol minum yang selalu iya bawa sebelum tidur.


" bunda mimpi buruk " ucap agnia setelah menengguk air yang di sodorkan oleh putrinya.

__ADS_1


" mimpi apa sih sampai ibu seperti ini " ucap Reina yang sudah kembali merebahkan tubuhnya.


" ayah kamu menikah lagi dengan wanita itu " ucap agnia yang sudah ikut merebahkan tubuhnya di samping putri nya.


" lalu jika itu benar apa yang akan ibu lakukan ?" tanya Reina yang hanya ingin tau isi hati ibunya.


" bunda akan mengikuti apapun yang kamu inginkan " ucap agnia sambil menatap ke langit langit kamar yang sudah lebih dari seminggu itu tempati.


" sudah lah Bun jangan membahas hal yang belum tentu terjadi, ayo tidur besok bunda kerja kan ?" ucap Reina mengingatkan.


Agnia pun mulai memejamkan matanya setelah melihat rein yang sudah tertidur pulang.


" ahhh " Savitri yang baru saja terbangun merasa tubuhnya remuk karena setelah memasuki kamarnya Haikal seperti melupakan apa yang di pendamnya selama satu Minggu ini.


" mas.. bangun.. kamu kerja kan " tanya Savitri yang baru saja akan turun dari tempat tidur untuk membersihkan diri.


" mas dulu dan tolong siapkan sarapan untuk mas jangan lupa kopinya " ucap Haikal tanpa rasa bersalah bahkan tanpa melihat ke arah Savitri.


Tak ingin Haikal kesal padanya, Savitri pun mengenakan pakaian sekedar nya untuk dan menyiapkan apa yang di pinta oleh Haikal yang menjadi suaminya kini.


" sudah " tanya Haikal yang baru saja duduk di kursi makan.


Savitri pun menghidangkan apa yang mampu iya masak tak lupa beserta kopi pesanan Haikal, Haikal pun menyeruput pelan kopi yang sudah di buat oleh Savitri untuk nya.


Byuuurrrrr


Kopi yang masih terasa panas pun menyembur tepat di tangan Savitri.


" auuhh.. mas..? apa kamu sudah gila ?" tanya Savitri yang baru pertama kali mendapatkan perlakuan seperti ini dari Haikal.


" kamu yang kenapa ? apa kamu tidak becus membuat kopi ? bahkan kopi agnia jauh lebih enak dari yang kamu buat " ucap Haikal yang langsung bangkit meninggalkan Savitri bahkan tanpa rasa bersalah atau minta maaf pada Savitri.


" aku bukan agnia...


✍️✍️✍️ emang enak di gituin 🤭🤭 kenapa Haikal berubah sikap seperti 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2