
Entah takdir atau kah hanya kebetulan saja disaat Agnia, Reina Dava dan pak sultan sedang menikmati bakso pesanan mereka, di saat itu juga Haikal datang ke sana.
" Nia " Haikal langsung memanggil agnia yang terlihat menikmati bakso pesanan nya hingga tak menyadari kehadiran Haikal di sana.
Agnia dan Reina langsung melihat ke arah Haikal yang berdiri tak jauh dari tempat duduk mereka.
" jadi benar karena laki laki ini kamu tak ingin kembali dengan mas ?" tuduh Haikal dengan hati yang di liputi rasa cemburu karena melihat Agnia dengan laki laki lain.
" yah jangan menuduh Bunda seperti itu " ucap Reina yang sudah berdiri untuk membela Agnia.
" sayang " agnia menggenggam tangan putrinya sambil menggeleng kan wajahnya menghentikan apa yang akan Reina ucapkan lagi.
" tapi Bun, ayah sudah menuduh bunda yang tidak tidak " ucap Reina yang masih saja belum menerima apa yang ayahnya lakukan di tempat umum seperti ini.
" tapi memang benar kan ? bahkan kamu, anak ayah sendiri malah ikut mendukung apa yang bunda kamu lakukan di belakang ayah " ucap Haikal semakin menjadi.
" YA.. REINA MEMANG MENDUKUNG BUNDA" ucap Reina berteriak karena terpancing ucapan Haikal.
" karena Reina tau bunda akan bahagia jika bisa lepas dari ayah " ucap Reina yang kini sudah berlari meninggalkan semuanya tapi Dava dengan sigap mengejar Reina yang pasti kembali terluka dengan apa yang ayahnya lakukan.
Agnia hanya bisa menatap Haikal dengan tatapan penuh kekecewaan, terlebih Haikal melakukan itu semua di depan umum.
" apa mas puas sekarang ?" tanya Agnia yang masih mencoba tenang bahkan agnia masih duduk di kursi nya.
" Agnia tak perlu menjawab semua tuduhan yang mas berikan pada Agnia " ucap agnia sambil melihat ke arah pak sultan yang kembali terseret dalam urusan rumah tangganya.
" karena Agnia tau jauh di lubuk hati mas, mas tau Agnia tidak akan pernah melakukan semua yang mas tuduhkan pada Agnia " ucap Agnia tanpa satu tetes pun air mata di wajahnya.
" dan jika mas ingin menikahi Savitri jangan jadikan Agnia tumbal untuk memenuhi keserakahan yang ada di pikiran mas " ucap Agnia yang kini sudah bangkit dari duduknya.
" mari pak sultan " ucap agnia pamit pada pak sultan yang membiarkan Agnia pergi tanpa berusaha mengejar atau menenangkan nya.
Mendengar ucapan Agnia membuat Haikal menghentikan agnia yang hendak melewati nya.
" maksud kamu apa ?" tanya Haikal walaupun sebenarnya Haikal tau apa yang di ucapkan Agnia.
__ADS_1
" sudah lah mas, agnia yakin jika mas mengerti semua yang Agnia ucapkan "
" jujur Agnia lelah, Agnia menyerah dan Agnia hanya ingin hidup tenang " ucap Agnia sambil melepaskan tangan Haikal yang masih menggenggam tangan nya.
Haikal hanya bisa membiarkan Agnia pergi tanpa bisa menghentikan nya lagi bukan karena iya sudah menyerah, tapi karena pak sultan memegang pundaknya bahkan sedikit mencengkram pundak Haikal.
" jika kamu menyayangi nya biarkan dia pergi, jangan semakin membuat dia terluka dengan semua yang kamu lakukan " ucap pak sultan setelah melihat Agnia pergi jauh.
" sebenarnya apa hubungan anda dengan Agnia ?" tanya Haikal setelah keduanya keluar dari warung bakso tadi, dan kini keduanya ada di sebuah taman yang tak jauh dari warung tadi.
" saya hanya om dari teman Reina dan saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Agnia "
" saat ini " ucap pak sultan sengaja menjeda ucapannya.
" maksud anda apa ?" tanya Haikal yang tak terima jika pak sultan berharap bisa memiliki Agnia.
" saya yakin anda tau apa yang saya maksud tanpa harus saya jelaskan " ucap pak sultan.
" dan sebagai lelaki sejati saya harap anda bisa menerima keputusan yang Agnia ambil baik untuk dirinya mau pun untuk Reina "
Lain halnya dengan Reina yang berhasil di hentikan oleh Dava yang memang sengaja mengejar Reina agar Reina tidak melakukan hal yang bisa merugikan dirinya sendiri.
" Reina berhenti " ucap Dava sambil memegang tangan Reina yang masih berusaha berlari.
" lebih baik kita pulang ya, jangan membuat Bunda semakin sedih " ucap Dava menyadarkan Reina jika Agnia pasti sama kecewa dengannya.
" antar aku ke rumah Bunda karena mulai saat ini aku ngga mau tinggal dan bertemu dengan ayah lagi " ucap Reina yang kini sudah berlinang air mata.
Tanpa banyak bertanya Dava langsung menarik Reina menuju motornya yang sedikit jauh dari tempat mereka berada.
" loh om disini ? lalu bunda dimana ?" tanya Reina yang hanya melihat om sultan di tempat Dava menyimpan motornya.
" bunda kamu sudah pulang duluan, dan om yakin jika bunda kamu baik baik saja dan mungkin saat ini bunda kamu pasti sudah sampai di rumah " ucap pak sultan.
" ayo dav antar aku pulang, aku mau ketemu Bunda " ucap Reina sambil duduk di atas motor Dava sahabat nya, Dava mulai melajukan motornya ke arah rumah Agnia tapi tanpa di duga di perempatan sana telah terjadi kecelakaan laka lantas yang membuat jalan sedikit macet.
__ADS_1
" pak ada apa ya di depan kok macet sih " tanya Reina pada pengendara motor di samping mereka.
" katanya ada tabrakan lari dan sekarang sedang di lakukan evakuasi oleh tim ambulance.
" ya tuhan kasihan nya " ucap Reina yang tiba tiba saja hatinya merasa berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
" ayo Dav, jalannya sudah lumayan lancar " ucap Reina yang tak ingin melihat bekas kejadian kecelakaan yang baru saja terjadi.
Entah kenapa hati Reina semakin tak tenang saat akan mendekati rumahnya dengan Agnia sang bunda.
" dav tapi kenapa bunda belum datang ?" tanya Reina semakin khawatir karena bundanya belum juga datang padahal bundanya pulang lebih dulu dari dirinya.
" kamu tenang dulu rein " ucap Dava sambil memberikan minum yang selalu tersedia di motornya.
" siapa tau bunda lagi beli apa gitu di jalan jadi kita datang lebih dulu dari bunda " ucap Dava mencoba menenangkan Reina meski sebenarnya dirinya pun sedikit takut jika yang menjadi korban laka lantas tadi adalah bunda Reina.
Sudah satu jam Reina menunggu bunda Agnia bersama Dava di teras rumah tapi hingga saat ini Agnia masih saja belum datang bahkan malam sudah mulai menghiasi langit.
drtt drtt drtt
" dav, Bunda telpon " ucap Reina sambil mengangkat sambungan telepon nya iya pikir dari sang bunda.
" halo bun, bunda dimana Reina sudah nunggu di depan rumah dari tadi " ucap Reina tanpa memberikan kesempatan pada orang di seberang sana untuk berbicara lebih dulu.
" maaf dengan siapa saya bicara ?" tanya orang di seberang sana yang tentu saja membuat Reina melihat handphone nya untuk memastikan jika yang menghubungi nya adalah nomor sang bunda.
" saya Reina anaknya, anda siapa dan mana bunda...
✍️✍️✍️ kemana kira kira Agnia ?🤔 apa benar tebakan Dava jika Agni yang menjadi korban laka lantas tadi ?🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1