End Of Patience

End Of Patience
Kedatangan Haikal..


__ADS_3

Haikal terus berpikir keputusan apa yang akan di ambilnya untuk memenuhi syarat dari Savitri.


" apa kamu begitu ingin untuk menjadi istri sah mas ?" tanya haikal pada savitri yang masih terus menatap padanya seolah menunggu jawaban apa yang akan di berikan Haikal


" tentu saja, tidak mungkin Vi terus dinikahi secara siri " ucap savitri.


" baik lah kita akan menikah setelah mas menemukan agnia " ucap Haikal mencari alasan.


" Vi tidak mau, mas harus menikahi Vi besok baru setelah itu Vi antar mas ke rumah agnia " ucap savitri terus menekan Haikal.


Dengan perasaan kesal haikal memilih pergi meninggalkan savitri yang tersenyum penuh kemenangan karena akhirnya bisa memiliki Haikal sepenuhnya.


" sial... kenapa aku terjebak dengan perempuan seperti itu " gumam Haikal sambil memasuki mobilnya.


" ya tuhan... apa memang ini saatnya aku benar benar kehilangan wanita yang begitu tulus mencintai ku " ucap Haikal sambil meletakan kepalanya di stir mobil.


Lain halnya dengan agnia yang kini sudah memantapkan hatinya untuk berpisah dari haikal, bahkan agnia kini sedang menyiapkan berkas berkas yang harus iya ajukan ke pengadilan agama untuk memproses perpisahan nya dengan Haikal.


" Bun.. besok Reina sudah bisa sekolah kan ?" tanya rein yang baru saja menutup sambungan telepon nya dari Dava.


" iya sekolah kenapa memang ?" tanya agnia sambil menyusun berkas kedalam sebuah map coklat.


" mulai besok Reina akan di jemput oleh Dava dan mungkin kadang kadang juga bersama om Sultan " ucap Reina polos.


" om sultan ?" agnia bukan lah wanita yang tidak paham dengan perasaan lawan jenis, tapi agnia sadar statusnya bukan wanita single yang bisa dengan mudah menerima kehadiran laki laki lain terlebih seorang duda.


" sayang.. kalo Reina di antar atau di jemput sama Dava bunda ngga masalah " ucap agnia yang mencari kata yang pas untuk seusia Reina.


" tapi jika om sultan yang menjemput sebaiknya jangan " ucap agnia yang tentu saja membuat Reina menatap serius ke arah bundanya.


" memang kenapa bun ?" tanya Reina penasaran.


" bagaimana pun status bunda masih istri sah ayah kamu, jadi apa jadinya jika orang tau kontrakan kita sering di datangi laki-laki yang tidak ada hubungan nya dengan kita " ucap agnia.


" baik Bun.. nanti Reina sampai kan sama Dava Biar Dava yang sampai kan langsung sama om sultan " ucap Reina mengerti.

__ADS_1


" ya sudah sana istirahat kamu masih harus banyak istirahat " ucap agnia.


drrrtt drrrtt


Handphone agnia pun bergetar dan ternyata yang menghubunginya adalah Bu Nina mertuanya.


" halo Bu.. " sapa agnia pada ibu mertuanya.


" halo sayang.. kamu di mana ?" tanya Bu Nina dari sebrang telpon sana.


" agnia di kontrakan Bu " ucap agnia yang merasa bersalah karena melanggar apa yang sudah iya ucapkan pada Bu Nina.


" bisa ibu bertemu ?" tanya Bu nina yang memang di pinta oleh Haikal untuk memancing agnia keluar dari persembunyiannya.


" maaf Bu.. bukan agnia menolak, tapi mungkin ini yang terbaik untuk semua " ucap agnia yang sudah bulat tekadnya untuk berpisah dengan Haikal.


" tapi sayang... bukannya kamu sudah bilang sama ibu kalo kamu akan memberikan kesempatan terakhir untuk Haikal?" tanya Bu Nina penasaran kenapa agnia merubah keputusan nya.


" baiklah.. agnia akan mengirimkan alamat rumah agnia yang sekarang tapi agnia harap setelah ibu tau alasan yang sebenarnya ibu bisa menerima apa yang agnia putuskan " ucap agnia


Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Haikal dan Bu Nina langsung menuju ke alamat yang baru saja di kirim agnia pada Bu Nina.


" kal.. dengarkan ibu " ucap Bu Nina yang duduk di samping Haikal yang sedang mengemudikan mobilnya menuju rumah kontrakan agnia, Haikal hanya menatap sebentar ke arah ibunya kemudian kembali fokus ke arah jalan yang semakin padat.


" ibu harap apapun keputusan yang agnia berikan kamu bisa menerima nya dengan lapang dada " ucap Bu Nina.


" tanyakan pada hati mu apa kamu memang masih benar benar mencintai agnia atau hanya ingin mempertahankan agnia demi keegoisan kamu semata " ucap Bu Nina lagi.


" dan tanyakan juga pada hatimu apa yang kamu rasakan untuk savitri " ucap Bu Nina.


" iya Bu.. ayo turun kita sudah sampai " ucap Haikal sambil turun dari mobil nya, Bu Nina pun turun dari mobil dan mulai mengetuk pintu rumah yang di yakini tempat tinggal agnia dan cucunya.


" iya... tunggu sebentar... " teriak seseorang dari dalam rumah agnia.


Dan tak lama pintu kontrakan agnia pun di buka oleh Reina yang tidak percaya jika yang datang bertamu kerumahnya malam malam adalah neneknya dan juga ayahnya.

__ADS_1


" nenek.. " dengan penuh antusias Reina langsung memeluk neneknya yang begitu iya rindukan.


" sayang.. " sapa Haikal yang hanya di lihat sebentar oleh Reina tanpa ingin menyapa lebih pada ayahnya.


" Bun... ada nenek" ucap Reina sambil mengajak masuk Bu Nina dan juga ayahnya ke dalam rumah yang sudah hampir dua Minggu di tempati agnia dan juga Reina.


" Bu.. " agnia langsung mencium takzim tangan ibu mertuanya dan hanya melihat sebentar ke arah Haikal


" sayang.. buatkan minum untuk nenek sama ayah kamu ya " ucap agnia pada putrinya, yang langsung di kerjakan oleh Reina.


" agnia... kenapa kamu keluar dari rumah sakit tidak mengabari mas ?" tanya Haikal langsung, bu Nina langsung memegang tangan Haikal agar Haikal bisa lebih halus membujuk agnia.


" maaf Bu.. agnia tidak bisa menepati ucapan yang agnia katakan waktu di rumah sakit " ucap agnia langsung pada intinya agar semuanya segera selesai.


" katakan sama ibu apa yang membuat Kamu berubah pikiran " tanya Bu Nina.


Agnia menatap sekilas ke arah Haikal dan tak lama kembali terarah pada ibu mertuanya.


" sudah sangat lama agnia terus memberikan kesempatan pada mas Haikal " ucap agnia sambil melihat ke arah suaminya yang juga menatap padanya.


" dan berkali kali juga mas Haikal terus menerus melakukan kesalahan yang sama " ucap agnia sambil kembali mengingat semua yang di lakukan haikal selama ini.


" dan mungkin yang terakhir ini yang membuat agnia akhir nya sadar jika selingkuh itu bukan suatu kekhilafan tapi suatu penyakit" ucap agnia yang kini sudah menatap pada suaminya.


" tapi kan mas sudah minta maaf dan kali ini mas janji akan benar benar setia sama kamu" ucap Haikal mencoba menggenggam tangan Agnia tapi agnia langsung menarik tangannya agar tidak tersentuh oleh Haikal.


" mas serius ? " tanya agnia dimana Haikal langsung mengangguk penuh keyakinan.


" lalu apa yang mas dan savitri lakukan lusa kemarin hingga harus dinikahi oleh warga di komplek perumahan savitri ?


✍️✍️✍️ jeng jeng jeng... alasan apa lagi yang akan Haikal berikan pada agnia ?? dan apakah Haikal akan bisa menerima keputusan Agnia 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2