
Reina yang sengaja me lostspeaker handphone nya agar Bu cahaya dan Dava bisa mendengar obrolan mereka pun tak percaya jika Alan ada dirumah yang akan di tempati Agnia dan juga dirinya.
" ayo kita ke sana, tapi sebelum itu kita pesankan dulu makan malam untuk ayah dan bunda juga Alan, mereka pasti lapar " ucap Bu cahaya yang merasa ada yang salah dengan adanya Alan di antara sultan dan juga Agnia.
Dan tak menunggu lama Reina Dava dan Bu cahaya pun kini sudah menuju rumah sultan yang lumayan jauh dari rumah Bu cahaya.
' apa wanita ular itu membuat ulah lagi ?' tanya Bu cahaya dalam hati saat mereka sedang menaiki taksi online untuk sampai di rumah sultan.
" Bun, Dava ngga suka kalo Alan ikut tinggal sama om sultan " ucap Dava yang memang terlihat jelas wajah cemburu Dava di mata Bu cahaya.
" perasaan semenjak kita bertemu dengan Alan kamu terlihat tidak menyukai nya ? " tanya Reina yang merasa Dava menyembunyikan sesuatu darinya.
" nanti juga kamu akan mengerti sayang kenapa Dava bersikap seperti itu sama kamu" ucap Bu cahaya yang merasa lucu di hadapkan dengan dua ABG yang sama sama belum paham dengan perasaan masing masing.
Reina tidak banyak bertanya tentang Dava yang kurang menyukai Alan karena itu tak ingin salah mengartikan sikap Dava padanya.
" hai sayang " sapa Agnia saat melihat Reina dan juga Dava yang baru saja turun dari taksi online di ikuti oleh Bu cahaya yang menjadi Kaka iparnya kini.
" Bun.. Kenapa ada kak Alan di sini " tanya Reina langsung saat sudah memeluk ibunya.
" panjang ceritanya, tapi bunda mohon temani Alan dan ajak iya bermain bersama kalian agar dia bisa melewati masa masa berat nya " ucap Agnia tanpa menjelas kan lebih detail pada Reina.
" baik bunda, ayo Alan " ajak Reina sambil menarik tangan Dava.
Reina dan Dava langsung masuk ke dalam rumah untuk mencari Alan karena Reina yakin jika tidak mungkin ibunya meminta menemani Alan jika Alan sedang tidak baik baik saja.
" sebenarnya ada apa ? Dan kenapa Alan ada di sini bersama kalian ?" tanya Bu cahaya yang sudah tidak bisa membendung rasa penasaran dalam dirinya saat mereka hanya berdua di sana.
" Alan ternyata bukan anak dari mas sultan " ucapan Agnia sontak saja membuat Bu cahaya tak percaya bahkan langsung menutup mulutnya tak bisa membayangkan apa yang di rasakan sultan dan Alan saat tau kebenaran pahit ini.
" pasti mereka berdua sedang terpukul dengan kenyataan yang baru mereka ketahui " ucap Bu cahaya sambil berjalan ke dalam rumah Agnia dan mencari adiknya yang mungkin membutuhkan dirinya.
__ADS_1
" sultan " panggil Bu cahaya saat melihat sultan yang hanya diam melihat Alan yang sedang di hibur oleh Reina dan juga Dava.
" kak " Bu cahaya mengerti jika sultan berusaha terlihat Kuat di hadapan semuanya demi membuat Alan juga bisa menghadapi semuanya.
" yakin lah kamu pasti kuat menerima semua yang tuhan takdirkan untuk mu dan Alan " ucap Bu cahaya sambil menepuk pundak sultan.
" dan sekarang kamu juga punya Agnia dan Reina yang memerlukan mu untuk bisa menghadapi semua setiap ujian yang akan kalian lewati "
Sultan hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Bu cahaya dan juga Agnia yang sudah duduk di samping Bu cahaya.
" seperti nya paket makanan yang kakak pesan sudah sampai, ayo kita makan " ajak Bu cahaya pada semua.
" kak untuk malam ini menginap lah di sini biar suasana rumah ini menjadi hangat " pinta Agnia sebelum semuanya mulai makan malam.
" apa sultan tidak keberatan ?" tanya Bu cahaya yang hanya ingin menarik perhatian sultan yang terlihat melamun.
" mas.. " Agnia langsung mengusap punggung tangan Sultan untuk mengembalikan kesadaran sultan yang terlihat melamun.
Setelah keluar dari rumah Haikal, savitri langsung menuju rumah peninggalan kedua orang tua nya.
" sayang.. Mulai saat ini kita akan hidup berdua di sini " ucap savitri sambil meletakan Adam di atas tempat tidurnya dimana di sini juga tempat nya dulu memadu kasih dengan Haikal.
" dan ibu janji kamu tidak akan kekurangan apapun selam ibu masih ada dan masih berdiri di samping mu " ucap savitri dengan air mata yang tiba tiba saja mengalir di sudut matanya.
" jika memang ayah tidak menginginkan kita biarkan saja, karena mungkin ini hukuman untuk ibu yang pernah merusak rumah tangga wanita lain hanya demi kebahagiaan ibu "
" tapi maaf karena ibu, kamu jadi ikut terbawa imbas dari kesalahan yang ibu perbuat dulu " ucap savitri penuh sesal sambil melihat wajah Adam yang memang sangat mirip dengan Haikal.
Sama halnya dengan savitri, Haikal kini hidup penuh dengan penyesalan di tambah kondisinya saat ini yang tidak bisa berjalan membuat semuanya bertambah buruk.
" Haikal, kamu masih memiliki waktu untuk memperbaiki semuanya " ucap Bu Nina yang melihat Haikal yang terlihat sangat sedih.
__ADS_1
" semuanya sudah benar Bu, dan Haikal yakin dengan keputusan yang Haikal ambil " ucap Haikal tanpa melihat ke arah ibunya.
" baiklah, ibu harap kamu tidak akan pernah menyesali semuanya " ucap Bu Nina sambil melihat ke arah Haikal yang menghindari tatapan nya.
Nabila kini sudah berada di rumahnya yang biasa iya tempati dengan Alan putra satu-satunya, tapi kini Alan sedang marah padanya hingga tak ingin tinggal lagi dengan dirinya.
" apa wanita itu berhasil membujuk Alan untuk mau memaafkan ku " tanya Nabila pada dirinya sendiri yang sangat merindukan Alan.
" andai waktu bisa di rubah, mama tidak akan pernah mengkhianati ayah mu dan kita akan selalu hidup bahagia bahkan rahasia dirimu pun tak akan pernah terbongkar "
Tapi kini penyesalan Nabila sudah tidak ada artinya lagi karena semuanya sudah hancur. selain kehilangan sultan, Nabila kini juga kehilangan Alan.
" Bun.. Apa boleh Alan tinggal sama kalian saja ?" tanya Alan berharap Agnia mau menerima dirinya yang kini sudah jelas tidak memiliki hubungan apapun dengan sultan.
" kenapa berbicara seperti itu ?" tanya Agnia sambil melihat ke arah sultan yang terlihat masih sangat sedih.
" bagi kami, kamu tetaplah anak ayah dan bunda dan kamu berhak untuk tinggal di sini bersama kami sampai kapan pun kamu mau " ucap Agnia yang mendapat senyuman penuh kebanggaan dari sultan yang bisa menerima Alan sepenuhnya.
" tapi Dava ngga setuju " protes Dava sambil melihat ke arah Alan.
" maaf om.. Tante.. Tapi bagaimana bisa Alan tinggal di sini, sedangkan Alan bukanlah darah daging om jadi bagaimana bisa Alan dan Reina tinggal dalam satu rumah "
" Dava .. Apa yang kamu ucapkan ? Kenapa kamu sampai berpikir seperti itu ?
✍️✍️✍️ bagaimana nasib Alan.. Apa iya akan tetap tinggal di rumah sultan dan Agnia atau akan kembali tinggal dengan Nabila ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1