End Of Patience

End Of Patience
Menikah !!!


__ADS_3

Bu cahaya yang tak tega melihat wajah Reina yang terlihat tak nyaman pun memilih mengantarkan Reina sedangkan Dava tetap di rumah seperti perintahnya untuk menjaga rumah.


" kalian sedang apa ?" tanya Bu cahaya yang bersyukur karena dirinya turun lebih dulu dari pada Reina, jika tidak Reina akan melihat hal yang menurutnya masih kurang pantas di lihat di usia Reina


" kak, kok ada di sini " ucap sultan yang sudah melepaskan pelukannya sedangkan Agnia hanya bisa menunduk malu seolah kepergok telah melakukan hal hal yang tida pantas.


" kakak yang tanya kalian sedang apa ?" ucap Bu cahaya sambil tersenyum ke arah Agnia yang tak menyadari jika bu cahaya hanya ingin menggoda nya saja.


" sebaiknya kalian menikah saja, agar kalian bebas melakukan apapun terlebih setelah menikah semuanya menjadi halal "


Agnia yang mendekati ucapan Bu cahaya langsung mengangkat wajahnya karena jujur iya masih belum siap jika haru menikah dalam waktu dekat.


" kakak benar, bagaimana Agnia ? Tanya sultan yang sebenarnya hanya basa basi tapi tetap dirinya yang akan memutuskan.


" ok kak kita akan menikah lusa " ucap sultan tanpa menunggu jawaban dari Agnia.


" tapi mas " Agnia yang baru saja akan menyampaikan keberatannya pun terhenti saat Reina tiba tiba saja masuk.


" Reina setuju " ucap Reina yang mendengar ucapan Bu cahaya yang mengusulkan bundanya dan sultan untuk segera menikah.


" tapi sayang " Agnia tidak percaya jika Reina juga mendukung usulan Bu cahaya untuk nya agar bisa segera menikah dengan sultan.


" bunda harus bahagia, dan Reina yakin jika om sultan bisa membahagiakan bunda " ucap Reina yang ingin bunda nya bisa membuktikan pada ayah nya jika mereka juga bisa bahagia tanpa dirinya.


" terima kasih sayang " ucap sultan dengan senyum yang penuh dengan kemenangan.


" Kak, nanti siang kita akan jalan kakak mau ikut ?" tanya sultan yang masih tetap ada rencana nya saat ini.


" kemana ?" tanya Bu cahaya sebelum menyetujui ajakan sultan.


" kejutan, Agnia tidak mau pergi berdua jadi sultan ajak Reina dan juga Dava, Kaka mau ikut ?" tanya sultan lagi.


" ngga lah, kakak di rumah saja " ucap Bu cahaya menolak ajakan adiknya.


" ikut aja mba, biar lebih rame " ajak Agnia tai Bu cahaya hanya tersenyum tapi tetap menggeleng tanda tidak ingin ikut pergi.


" ya sudah kakak pulang dulu, biar Dava juga siap siap " ucap Bu cahaya pamit dan setelah melihat Reina yang memasuki kamarnya Bu cahaya menjewer kuping adiknya sultan sambil melihat ke arah Agnia.

__ADS_1


" jangan mau di ajak macam macam oleh sultan sebelum kalian sah sebagai suami istri "


Bluss pipi Agnia langsung bersemu merah sedangkan sultan meringis kesakitan karena ulah tangan kakaknya sendiri.


" jika kamu tulus mencintai Agnia jangan pernah menyentuhnya sebelum kalian benar benar halal " ucap Bu cahaya sambil melepaskan tangannya dari telinga sultan.


" kak ada yang mau sultan bicarakan " ucap sultan saat mengingat Alan putranya.


" kita bicara di depan " ucap sultan sambil melihat ke arah Agnia yang mengangguk mengizinkan.


" kamu bersiap saja " ucap Sultan setelah Bu cahaya pergi lebih dulu ke teras rumah agnia.


" ada apa ? " tanya Bu cahaya yang melihat raut wajah serius dari sultan.


" Alan semalam meminta sultan untuk kembali pada Nabilla " Bu cahaya yang memang kurang menyukai Nabilla terlebih setelah kejadian itu yang membuat sultan seolah trauma dengan pernikahan hanya bisa menarik nafas saat mendengar apa yang di pinta Alan pada adiknya.


" lalu apa kamu sudah menjelaskan kenapa kalian berpisah ?" tanya Bu cahaya yang langsung merasa kesal karena Nabilla yang seperti tidak memiliki rasa malu.


" sultan tak bisa menjelaskan secara gamblang karena sultan tidak ingin Alan membenci ibunya " ucap sultan yang masih memikirkan kondisi Alan jika tau watak buruk ibu yang begitu iya hormati.


Sultan hanya menggeleng karena Alan masih belum mau merestui dirinya menikah dengan Agnia.


" biar waktu yang menunjukan pada Alan jika ayahnya memang benar tidak seperti yang iya pikirkan selama ini " ucap sultan.


Tak lama semuanya pun bersiap untuk pergi tapi Bu cahaya tetap di motor ditemani Reina yang lebih memilih ikut bersama Bu cahaya agar bundanya terbiasa berdua dengan sultan.


" dav.. Dava.. " ucap Bu cahaya saat sudah memasuki rumahnya.


" apa sih Bun teriak teriak segala " ucap Dava yang tak menyangka jika Reina juga ikut pulang bersama dengan bundanya.


" om sultan ajak kalian berlibur, jadi Reina disini menunggu jemputan bundanya dan juga om kamu yang masih dalam perjalanan " ucap Bu cahaya.


" kemana Bun ?" tanya Dava tapi tatapannya mengarah pada Reina yang terlihat sangat manis.


" Bunda ngga tau, kata om sultan itu kejutan untuk calon istri dan anak nya, tapi kamu juga harus ikut menemani "


" ayo dav..Reina " ucap pak sultan yang baru saja memasuki rumah kakaknya di ikuti Agnia di belakangnya.

__ADS_1


Lain halnya dengan Nabila yang tentu saja bisa pulang karena terlihat lebih segar dari sebelumnya.


" Alan kamu harus bisa bertindak tepat, sebelum ayah kamu benar benar menikah wanita itu " ucap Nabilla terus menggunakan Alan sebagai alat untuk membuat sultan kembali padanya.


" lalu Alan harus apa ?" tanya Alan yang tak tega melihat wajah berseri Reina meski hanya sekilas dirinya melihat wajah Reina.


" pengaruhi anak itu jika perlu buat anak itu tidak menyukai ayah kamu sendiri " ucap nabilla tanpa rasa bersalah.


Jujur Alan mulai meragukan jika ibunya tidak bersalah seperti yang di ucapkan ayahnya.


" pergilah ke rumah Bu cahaya karena ibu yakin jika ayah mu ada di sana " ucap Nabila yang masih berusaha memisahkan Agnia dan sultan.


" ibu bisa pergi sendiri " ucap Nabila saat akan memasuki taksi.


" biar Alan antar mamah pulang dulu nanti baru ke rumah Bu cahaya "


" tidak perlu di antara, toh mamah cuma pulang ke rumah tidak ke tempat lain " ucap Nabila terus mencari alasan.


Alan pun hanya bisa mengalah dan membiarkan ibunya untuk pergi ke rumahnya yang selama tiga tahun mereka tempati, sedangkan Alan memilih menuju rumah Bu cahaya.


Tapi Nabila malah berhenti di depan sebuah rumah dan masuk ke dalam yang entah siapa pemilik rumah ini.


" hai sayang ?" sapa seorang laki laki yang langsung memeluk Nabila dan menciumnya dengan rakus setelah Nabila mengalungkan tangannya di pundak laki laki itu.


" kangen " ucap manja Nabila setelah keduanya melepaskan pagutan dua indra perasa yang tadi saling membelit.


" apa lagi mas !!" ucap laki laki itu.


" bagaimana apa Alan berhasil membujuk laki laki bodoh itu ?


✍️✍️✍️ siapa sebenarnya yang di datangi oleh Nabila, dan apa tujuan sebenarnya Nabila sampai sampai harus menggunakan Alan sebagai pion untuk tujuannya 😤😤


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2