End Of Patience

End Of Patience
Dava - Reina


__ADS_3

Dava yang memilih untuk tidak sarapan di rumah karena menghindari laki laki yang ternyata ayahnya pun kini sudah tiba di sekolah berbarengan dengan Reina dan juga Alan yang datang di antar oleh sultan.


" Dava tunggu " teriak Reina tapi Dava tetap berjalan menuju kelasnya tanpa menunggu Reina yang tadi memanggilnya.


" Dava.. Kamu kenapa ?" tanya Reina yang sudah berhasil menghentikan langkah Dava dan membuat Dava berbalik melihat padanya


Tapi tanpa di duga Dava langsung melepaskan tangan Reina yang sedang memegang lengannya dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Reina yang sudah kembali di ikuti oleh Alan.


" biarkan dulu Dava, nanti pulang sekolah kita baru cari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Dava " ucap Alan yang melihat jika Reina kini mengkhawatirkan kondisi Dava.


Reina pun mengangguk setuju meski matanya terus mengikuti kemana Dava melangkah dan itu semua tak luput dari pandangan dan perhatian Alan yang kini mulai merasakan sesuatu yang lain pada Reina.


" ayo masuk kelas, sebentar lagi bel sekolah berbunyi " ucap Alan yang kini sudah menuntun Reina menuju kelasnya baru setelah itu Alan pergi ke kelasnya ya g lumayan jauh dari kelas Reina.


Waktu berlalu begitu lambat bagi Reina karena Reina sudah tidak sabar ingin menanyakan pada Dava kenapa sikapnya sedingin ini hari ini, bahkan meski satu kelas Dava tetap bersikap dingin pada Reina yang hanya terhalang satu bangku di depan Dava.


Hingga bunyi lonceng sekolah pun berbunyi dan itu sedikit membuat Reina merasa lega karena dia bisa leluasa bertanya pada Dava apa yang sebenarnya terjadi.


" Dava, Reina ikut pulang ke rumah ya " ucap Reina yang harus mengejar Dava yang masih saja mengacuhkan Reina.


" kan ada Alan, kamu minta antar dia saja aku akan ke suatu tempat dulu " ucap Dava yang kembali melanjutkan langkahnya tapi Reina tetap mengikuti kemana Dava melangkah tanpa menjawab dan mengikuti apa yang di katakan Dava padanya.


Reina langsung duduk di kursi belakang motor Dava tanpa mengatakan apapun setelah Dava menaiki motornya.


" Reina turun " ucap Dava yang hanya ingin sendiri untuk mengusir keresahan hatinya yang sedang Dava rasakan dari tadi pagi.

__ADS_1


" ngga, Reina mau ikut kemana pun Dava pergi " ucap Reina yang sudah memegang pinggiran baju Dava, akhirnya Dava pun mengalah dan membiarkan Reina ikut karena Dava tau bagaimana sikap Reina jika sudah menginginkan sesuatu.


Reina hanya bisa menyandarkan kepalanya di punggung Dava meski tangannya hanya berpegangan pada pinggiran pakaian sekolah Dava, hingga akhirnya sampailah Dava dan Reina di sebuah danau yang tak terlalu jauh dari tempat sekolah mereka.


" sebenarnya Dava kenapa ?" tanya Reina yang masih duduk di atas motor bersama dengan Dava bahkan posisi mereka masih sama seperti sedang mengemudikan motor.


" aku ngga tau, yang pasti aku kesal dengan laki laki yang terus mengganggu bunda dan hanya bisa membuat bunda menangis saja " ucap Dava yang kini sedang melihat hamparan air danau yang terlihat tenang.


" Reina tau jika Dava sedang kesal tapi jangan bersikap seperti itu pada Reina "


" jangan terus membuat Reina khawatir sama Dava " ucap Reina dengan suara yang sedikit parau karena menahan tangis di belakang Dava.


" Dava boleh kesal pada siapapun, tapi jangan perlakukan Reina seperti tadi " ucap Reina yang kini sudah menyandarkan kepalanya di punggung Dava.


Jantung Dava langsung berdetak kencang saat Reina menyandarkan kepalanya di punggung nya meskipun bagian dada Reina masih terhalang tas yang sengaja Reina letakan di antara dirinya dan juga Dava tapi tak mengurangi debaran di hati Dava atau mungkin di hati keduanya.


Keduanya pun terdiam menikmati debaran yang masih terus bergejolak di hati keduanya bahkan tanpa keduanya sadari ada sepasang mata yang menatap penuh kecemburuan di tempat tak jauh dari posisi Dava dan Reina berada.


" sekarang kakak yakin jika kamu memang memiliki perasaan lebih padanya " ucap orang tersebut yang memang sengaja mengikuti Dava dan Reina dari sekolah tadi.


" Dava, kita pulang yu " ucap Reina yang semakin malam debaran itu semakin terasa dan membuat gejolak lain di hati keduanya.


Dava pun melepaskan tangannya dan mencoba turun dari motornya setelah Reina juga menarik tangannya dari pinggang Dava.


" aku tau mungkin ini bukan waktu yang tepat buat kita, bahkan kita masih terlalu kecil untuk mengenal perasaan ini " ucap Dava yang mencoba memberanikan diri mengatakan isu hatinya pada Reina gadis yang sudah lama iya sukai.

__ADS_1


" tapi jika bukan saat ini mungkin Dava tidak akan pernah berani mengungkapkan semuanya " ucap Dava sambil memajukan wajahnya ke depan wajah Reina yang masih terdiam mencerna apa yang akan Dava sampaikan padanya.


" Dava suka dan cinta sama kamu " ucap Dava dimana wajah Dava dan Reina hanya berjarak satu jengkal saja bahkan hembusan nafas Dava begitu terasa oleh Reina.


Dengan berani dan penuh keyakinan Dava memiringkan wajahnya dan mulai mendekat ke arah Reina yang masih terdiam di posisinya tapi mata Reina kini sudah terpejam seolah membiarkan Dava melakukan apa yang di inginkan Dava padanya.


" Dava cinta dan sayang sama Reina dan Dava mau Reina menjadi milik Dava mulai saat ini dan selamanya " ucap Dava yang kini sudah menempelkan Bi birnya ke Bi biar Reina meski hanya sebuah kecupan yang mendarat di bibir Reina.


" maaf Dava lancang " ucap Dava yang merasa terbawa suasana yang tenang tapi menghanyutkan, tapi tanpa di duga Reina malah menggeleng dan langsung memeluk Dava yang masih berada di hadapannya.


" Reina juga cinta dan sayang sama Dava " ucap Reina dalam pelukan nya.


Mendengar hal itu Dava membalas pelukan Reina tak kalah erat bahkan kini hatinya berbunga bunga karena cintanya terbalas dan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


" tapi bagaimana jika Bunda Agnia dan Bunda cahaya tau tentang hubungan kita ?" tanya Reina yang merasa takut hubungannya tak di restui oleh kedua orang tua mereka.


" kita akan bersikap biasa di hadapan semuanya, Dava yakin tidak akan ada yang curiga karena kita memang sudah dekat sebelum nya " ucap Dava yang masih memeluk Reina bahkan seolah tak ingin melepaskan pelukan Reina.


" jadi sudah tidak ada harapan lagi bagiku untuk bisa bersama sama kamu Reina "ucap seseorang yang masih menyaksikan apa yang di lakukan Dava dan Reina di depan danau sore itu.


" semoga kamu bahagia meski bukan bersama ku"


✍️✍️✍️ siapa yang mengikuti Dava dan Reina ? Apa mungkin Alan ? Atau ada laki laki lain yang menyukai Reina dalam diam ??🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2