
Sudah satu bulan Haikal dan Agnia berpisah dalam artian yang sebenarnya yaitu perceraian, agnia dan Reina benar benar saling membantu dan mendukung semua yang mereka kerjakan.
Lain halnya dengan Haikal dan Savitri yang hanya berisikan pertengkaran dalam rumah tangga mereka.
" mas.. Kenapa kamu selalu membandingkan Vi dengan Agnia " ucap Savitri yang lelah dibandingkan apapun dengan Agnia.
" ya karena Agnia begitu sempurna menjadi seorang istri " ucap Haikal penuh sesal.
" mas akui kamu memang hebat jika berurusan dengan hal yang menyenangkan mas, tapi selebihnya kamu kalah dari Agnia " ucap Haikal tanpa memikirkan perasaan Savitri.
" Agnia.. Agnia.. Agnia... Memang apa hebatnya Agnia hingga mas hanya mengingat jika Agnia yang terbaik dan Vi ngga ada apa apanya di banding agnia " ucap savitri sambil meninggalkan Haikal.
" aku menyesal melepaskan Agnia " gumam Haikal sambil duduk di kursi keluarga.
Savitri hanya bisa menangis di dalam kamar menutupi semua luka yang Haikal berikan setiap hari, bahkan kehamilan nya seolah tak di harapkan Haikal.
" sayang bantu bunda meluluhkan ayahmu " ucap Savitri sambil mengusap usap perutnya yang mulai membuncit.
Semenjak Reina membantu nya berjualan kue secara online membuat Agnia semakin sibuk karen pesanan yang semakin hari semakin banyak.
" Bun.. jangan terlalu memforsir tenaga bunda, bunda juga butuh istirahat " ucap Reina yang kasihan melihat Agnia yang sangat sibuk satu Minggu belakangan ini.
" bunda ngga papa sayang, nanti kalo sudah selesai Bunda istirahat ok " ucap agnia yang tau jika putrinya mengkhawatirkan kesehatan nya.
" tidur duluan sana " ucap Agnia sambil mengarahkan matanya ke rah kamar mereka.
Drrrtt drrrtt
handphone Agnia bergetar tanda ada yang menghubunginya, tapi siapa ? Sedangkan saat ini jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
" pak sultan ?" gumam Agnia saat melihat jika yang menghubungi nya adalah orang yang ingin dirinya hindari.
" halo " ucap Agnia yang merasa tidak enak jika tidak mengangkat panggilan telepon nya.
" halo, maaf saya mengganggu malam malam" ucap pak sultan yang sebenarnya tidak enak menghubungi Agnia malam malam, tapi rasa penasaran di hatinya tidak bisa di kompromi lagi.
__ADS_1
" iya pak, ada yang bisa saya bantu ?" tanya Agnia agar bisa segera melanjutkan pekerjaan nya.
" maaf apa bisa kita bertemu besok ? Ada yang ingin saya tanyakan dan saya rasa ini sangat lah penting " tanya pak sultan langsung.
Agnia tau apa yang sebenarnya ingin di tanyakan pak sultan padanya, tapi demi menghormati pak sultan yang selalu membantu dirinya dan Reina membuat Agnia tak bisa menolak pak sultan.
" baik tapi bisa kita bicara di luar saja ?" tanya Agnia karena semenjak kecelakaan waktu itu Agnia sudah tidak lagi bekerja di cafe hanya menjual kue secara online saja.
" di cafe tempat kamu bekerja bisa ?" tanya pak sultan yang belum tau jika Agnia sudah tidak bekerja lagi.
" di taman kota saja bisa ?" ucap agnia yang tak ingin menjelaskan pada pak sultan kondisi dirinya.
" baik saya setuju, saat makan siang kita bertemu di taman kota " ucap pak sultan yang langsung menyanggupi keinginan Agnia.
Setelah Agnia menyanggupi keinginan nya pak sultan pun menutup sambungan telepon nya karena malam semakin larut.
" cieee yang abis di telpon " ucap Reina yang tak sengaja terbangun dan mendengar percakapan sang bunda dan om dari Dava.
" ih.. bukannya sama bunda di suruh tidur malah nguping " ucap Agnia yang tak bisa menyembunyikan rona merah di pipi saat Reina memergoki dirinya berbicara dengan pak sultan.
" sayang, apa ayah Haikal masih suka datang ke sekolah ?" tanya Agnia yang memeng belum pernah bertemu dengan Haikal semenjak perpisahan mereka.
" dua hari yang lalu ayah datang saat Reina pulang sekolah tapi Reina menghindar ngga mau ketemu ayah " ucap Reina apa adanya.
" kenapa ? Apa Reina masih marah sama ayah ?" tanya Agnia saat mendengar jika Reina sengaja menghindari Haikal.
" entah lah Bun, yang pasti Reina kecewa sama ayah " ucap Reina yang tak berani menatap wajah sang bunda.
Agnia menghela nafasnya melihat sikap reina pada Haikal tapi iya tidak bisa membiarkan Reina terus seperti itu pada sang ayah.
" sayang.. dengarkan bunda " ucap Agnia yang sudah selesai mengerjakan semuanya.
" seburuk dan semarahnya kamu sama ayah, jangan bersikap seolah bunda tidak mengingatkan kamu tentang adab dan perilaku terhadap ayah " ucap Agnia mengingat kan putrinya.
" jadi Reina harus memaafkan ayah yang tidak pernah tulus menyayangi kita " ucap Reina yang masih labil dan tak bisa mengendalikan emosinya.
__ADS_1
" mungkin benar jika ayah ngga sayang sama bunda, tapi tidak ada seorang ayah yang tidak menyayangi putri kandungnya sendiri " ucap Agnia memberikan pemahaman pada Reina.
" Bunda yakin kamu hanya perlu waktu untuk menerima semuanya dan untuk bisa memaafkan semua kesalahan ayah karena anak bunda anak yang cerdas dan bijak " ucap Agnia di akhiri kecupan di kening Reina.
" memang bunda sudah memaafkan ayah ?" tanya Reina balik pada Agnia, mendengar pertanyaan putrinya agnia hanya bisa tersenyum sebelum menjawab apa yang di tanyakan Reina.
" bohong jika bunda tidak sakit hati dan merasa sedih dengan kegagalan rumah tangga bunda " ucap Agnia sambil menyelimuti Reina karena mereka berdua sudah berada di dalam kamar.
" bohong jika bunda tidak marah dan kecewa sama ayah kamu, tapi jika kita memendam dan memelihara rasa sakit dan kecewa dalam hati hanya akan merusak dan mengotori hati kita sendiri " ucap Agnia yang juga sudah merebahkan tubuhnya di samping Reina.
" jadi kita nikmati saja saat saat seperti ini, karena di luar sana ada yang jauh lebih dari kita terpuruk nya tapi mereka berhasil bangkit tapi mungkin semuanya butuh proses dan kesabaran " ucap Agnia.
" karena kita hidup bukan di drama ikan terbang yang mana istri yang sudah menjadi janda dua tahun kemudian jadi pengusaha sukses " ucap agnia dan Reina kompak.
Agnia dan Reina pun mulai memejamkan matanya bahkan tangan Agnia sengaja membelai rambut Reina penuh sayang.
Lain halnya dengan pak sultan yang sudah tidak sabar menunggu hari esok dan memastikan semua berita yang tak sengaja iya dengar memang benar adanya.
" ngga sabar ya nunggu besok ?" tanya Bu cahaya sengaja menggoda adiknya.
" iya, dan sultan harap jika apa yang sultan dengar itu memang terjadi " ucap sultan penuh harap.
" memang apa yang akan kamu lakukan jika berita itu benar ?" tanya Bu cahaya.
" sultan akan menikahinya " Bu cahaya yang mendengar itu hanya bisa menatap tak percaya mendengar tingkat percaya diri adiknya.
" kamu yakin Agnia mau menikah sama kamu ??
✍️✍️✍️ waduh beneran ku tunggu jandamu Agnia 🤭🤭 dan bagaimana reaksi agnia saat pak sultan megungkapkan semuanya perasaan nya selama ini🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1