
Sungguh sultan tidak pernah menyangka jika Nabila akan memberikan alasan seperti itu terkait perselingkuhan nya dulu, tapi tiba tiba saja sultan seolah mendapat celah untuk bisa membuat Nabila terdiam.
" apa kamu yakin jika itu alasan sebenarnya kamu mengkhianati mas dulu ?" tanya sultan yang sedikit aneh dengan alasan yang di berikan Nabila padanya.
" apa maksud kamu mas ?" tanya Nabila sambil menatap serius ke arah sultan karena tak mengerti dengan pertanyaan sultan padanya.
" jika memang mas tidak bisa memuaskan kamu lalu kenapa mati Matian ingin kembali dengan mas sekarang ? bahkan kamu melakukan berbagai macam cara sampai mau menjadi madu bagi Agnia " ucap sultan dan tak lama sultan pun memilih meninggalkan Nabila dan juga Alan karena ada yang jauh lebih penting baginya saat ini yaitu Agnia.
" LIHAT SAJA, AKU DOAKAN AGNIA TIDAK AKAN SELAMAT " teriak Nabila penuh emosi tapi sultan tak menggubris apa ya g di katakan Nabila tapi sultan berharap jika semua ucapan Nabila tidak akan terjadi.
" yah.. bunda yah .. " ucap Reina yang masih ada dalam 0elukan Bu cahaya saat melihat sultan sudah kembali.
" kenapa bunda ?" tanya sultan yang sudah berpikiran buruk apalagi saat mengingat apa yang di katakan Nabila tadi.
" Bunda tadi menggerakkan tangannya, dan Reina harap bunda akan benar benar sadar " ucap Nabila
" jika seperti itu kenapa kalian semua di luar " ucap sultan yang baru saja memegang handle pintu ruangan Agnia.
" Agnia masih di periksa di dalam "
" kita doakan saja agar Agnia bisa segera sadar dan bisa berkumpul lagi dengan kita " ucap Bu cahaya yang masih memeluk Reina.
" kak sebaiknya kalian pulang, kasihan Reina dan Dava jika mereka harus tidur di rumah sakit " ucap sultan saat melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.
" tapi yah Reina mau nunggu kabar Bunda dulu " ucap Reina yang tidak akan tenang jika pulang tapi belum tau kondisi ibunya.
" baiklah, tapi setelah dokter menjelaskan kondisi bunda kamu pulang ya bareng Dava dan kak cahaya " ucap sultan membiarkan Reina sedikit lebih lama di sana.
" iya sultan kamu tenang saja, ada kakak yang akan menjaga Reina selama kamu menjaga Agnia di sini" ucap Bu cahaya agar sultan bisa lebih tenang saat menjaga Agnia.
" terima kasih kak " sultan pun membelai rambut Reina saat melewati Reina karena dirinya melihat pintu ruangan Agnia yang sudah di buka.
__ADS_1
" bagaimana kondisi istri saya dok ?" tanya sultan yang langsung mendapat perhatian dari Reina Bu cahaya dan juga Dava.
" bunda udah sadarkan, Reina mau ketemu bunda " ucap Reina yang tak memberikan kesempatan bagi dokter menjelaskan kondisi Agnia a
saat ini.
" maaf, tapi gerakan tadi tidak memberikan dampak apapun terhadap keadaan nyonya Agnia saat ini " jelas dokter setelah memastikan jika kondisi Agnia masih sama seperti sebelumnya.
" bagaimana bisa dok ? tadi Reina lihat sendiri tangan bunda bergerak " ucap Reina yang masih tak terima jika Agnia masih belum sadarkan diri.
" sayang tenang, kamu harus yakin jika Bunda kamu pasti akan kembali sadar " ucap Bu cahaya yang tak tega melihat Reina seperti ini.
" ayah akan berusaha semaksimal mungkin agar bunda bisa kembali berkumpul bersama kita lagi " ucap sultan yang juga berharap Agnia akan secepatnya sadar.
" kamu juga akan memberikan yang terbaik untuk nyonya Agnia karena dari yang kami lihat semangat untuk sembuh nyonya Agnia itu sangat besar tapi mungkin Tuhan sedang memintanya untuk istirahat sebentar dari rasa sakit " ucap dokter yang menangani Agnia dari awal masuk rumah sakit siang tadi.
" kamu dengar kan, jika bunda kamu juga sedang berjuang jadi kamu jangan putus asa dan harus terus mendoakan bunda kamu ok " ucap sultan.
" apa kamu sudah memberitahu nenek kamu tentang kondisi Bunda?" tanya sultan yang tiba tiba saja teringat keluarga Haikal dan berharap doa mereka bisa membantu kesembuhan Agnia.
" biar ayah saja, tapi ayah minta nomor ayah kamu ya " ucap sultan agar Reina tidak salah dalam berucap saat memberitahu kondisi Agnia.
" kami akan pulang dulu, besok pagi kami kembali kesini sekalian bawa baju ganti " ucap Bu cahaya setelah sultan mengembalikan handphone Reina.
" yah.. sekecil apapun perkembangan Bunda kabari Reina " ucap Reina yang sebenarnya sangat enggan untuk pulang.
" iya, kamu juga harus menjaga kesehatan agar saat bunda sadar Bunda tidak sedih melihat kamu yang tiba tiba kurus " ucap sultan yang tentu saja berhasil membuat Reina kembali tersenyum.
Setelah kepergian Reina Bu cahaya dan Dava, sultan menyandarkan tubuhnya di kursi tunggu rumah sakit tepat di depan ruangan Agnia, tanpa terasa satu bulir air mata menetes di sudut matanya saat mengingat kondisi Agnia tadi.
" kamu harus kuat sayang, mas dan Reina membutuhkan kamu dan kami di sini menunggu kamu kembali sayang " ucap sultan dalam hati.
__ADS_1
" halo.. " sapa sultan saat sambungan telepon nya pada Haikal di angkat.
" halo maaf ini siapa ?" tanya Haikal yang mengangkat telepon dari nomor asing di handphone nya.
" saya sultan " ucap sultan
" ada apa ? Agnia dan Reina baik baik saja kan ?" tanya Haikal yang curiga saat sultan menghubunginya hampir tengah malam.
" Agnia saat ini sedang Koma di rumah sakit "
" APAAAA BAGAIMANA BISA ? APA KAMU TIDAK BISA MENJAGA AGNIA HINGGA AGNIA HARUS MENGALAMI HAL SEPERTI INI ?" teriak Haikal yang tentu saja membuat Bu Nina terbangun dan langsung berlari ke kamar Haikal.
" saya tau saya telah gagal menjaga Agnia, tapi ini bukan saat yang tepat untuk saling menyalahkan karena saya hanya minta anda dan Bu Nina untuk ikut mendoakan agar Agnia cepat sadar " jelas sultan yang tak ingin terpancing ucapan Haikal padanya.
" di rumah sakit mana ? saya ingin melihatnya." ucap Haikal berharap bisa bertemu dengan Agnia dan kembali meminta maaf pada Agnia atas segala penyesalan yang bersemayam di hatinya.
" saya tidak melarang anda untuk datang tapi saya harap anda tidak pergi untuk saat ini, lebih baik besok pagi saja " ucap sultan yang hanya ingin memberikan ketenangan pada semuanya.
" ada apa Haikal ? kenapa kamu berteriak seperti tadi ?" tanya Bu Nina yang baru saja masuk ke kamar Haikal.
" Agnia kembali masuk rumah sakit, dan saat ini kondisinya jauh lebih buruk dari sebelumnya " ucap Haikal yang baru saja menutup sambungan telepon dari sultan.
" apa maksud kamu ? kenapa Reina tidak mengatakan apapun ?" tanya Bu Nina yang masih tidak percaya dengan apa yang di ceritakan Haikal tentang Agnia.
" Haikal tidak tau Bu, yang pasti suami Agnia meminta kita mendoakan Agnia agar bisa kembali sadar dari koma nya "
" APA KOMA ?
✍️✍️✍️ ayo dong Agnia sadar.. banyak yang nungguin dan doain kamu buat sadar, dan berikan pelajaran untuk orang yang sudah membuat kamu seperti ini.😤😤
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘