End Of Patience

End Of Patience
Eksekusi...


__ADS_3

Aipda Hamka yang berhasil melumpuhkan Anton dan juga membawa serta Savitri karena berbicara buruk tentang Agnia dan akan memasrahkan semuanya pada sultan seperti janjinya.


" halo.. " ucap Hamka saat sambungannya sudah tersambung dan di angkat oleh sultan.


" ya.. Apa sudah ada hasil ?" tanya sultan yang sudah tidak sabar meski pun iya tak tau akan bisa tegas menghukum Nabila atau tidak jika sampai Nabila benar benar dalang dari penabrakan Agnia.


" ho ho ho .. Sabar bos " ucap Aipda Hamka di ambung dengan gelak tawa hanya untuk mencairkan suasana.


" apa kamu sudah siap dan sudah bisa memutuskan jika tebakan ku benar nanti ?" tanya Hamka yang tak ingin sultan kembali bersikap lemah dengan apa yang sudah Nabila lakukan " ucap Aipda Hamka.


" katakan saja, dan soal Nabila kita lihat nanti " ucap sultan yang kini sudah berada di ruangan Agnia karena sultan tidak ingin Agnia mengkhawatirkan dirinya.


" aku sudah berhasil menangkapnya " ucap Aipda Hamka.


" dan aku juga memiliki bonus dari penangkapan kali ini " ucap Aipda Hamka sambil melihat ke arah Savitri yang terlihat menyesal berkata buruk karena mengikuti emosinya.


" baiklah temui aku gudang kosong tempat biasa" ucap sultan yang memang sudah sering bekerja sama dengan Aipda Hamka untuk kasus tertentu.


" baiklah, satu jam lagi aku sampai " ucap sultan tanpa menunggu jawaban dari Aipda Hamka.


Aipda Hamka hanya terkekeh melihat tingkah sultan yang tidak pernah berubah sejak dulu.


Dan seperti yang di perintahkan sultan, Aipda Hamka kini sudah membawa Anton dan juga Savitri di temani dua anak buahnya untuk menjaga dari hal yang mungkin bisa saja terjadi.


" kenapa aku harus di bawa juga ?" tanya Savitri yang tak terima ikut di bawa serta dengan Anton, buronan akibat tabrak lari Agnia.


" kita lihat apa yang akan sultan lakukan padamu setelah apa yang kamu ucapkan tadi " ucap Aipda Hamka tanpa melihat ke arah Savitri.


Sultan yang sadar jika saat ini masih pukul dua malam pun mencoba membangunkan Agnia untuk meminta izin karena dirinya harus menemui sahabatnya.


" sayang.. " suara sultan langsung mengusik Agnia yang tertidur.


" iya.. Mas kenapa ?" tanya Agnia yang melihat perubahan di wajah sultan seakan ada yang tidak baik baik saja.

__ADS_1


" mas mau pergi sebentar ya, ada yang harus mas urus " ucap sultan yang tak ingin menunda hingga pagi tiba.


" apa tidak bisa besok pagi saja ?" tanya Agnia yang mendadak takut dengan apa yang mungkin akan dilakukan sultan malam ini.


" mas janji, jika urusan nya sudah selesai mas langsung balik " ucap sultan yang sudah menggunakan jaket dan bersiap pergi.


" baiklah, tapi mas harus janji akan cepat kembali dan kembali dalam keadaan baik baik saja " ucap Agnia yang tiba tiba saja merasa tidak tenang.


" iya sayang, mas janji akan kembali secepatnya dan dalam keadaan baik baik saja " ucap sultan sambil mencium kening Agnia sebelum pergi meninggalkan Agnia di rumah sakit seorang diri.


Sultan langsung bergegas menuju tempat yang sudah iya janjikan dengan Hamka, meski membutuhkan waktu hampir empat puluh lima menit perjalanan tapi tak menyurutkan langkah sultan untuk membuat hatinya tenang.


' mungkin ini saatnya untukku bersikap tegas padamu jika kamu benar benar dalang dari kecelakaan yang menimpa Agnia ' ucap sultan sambil mengemudikan mobilnya.


Aipda Hamka dan semuanya baru saja sampai di sebuah gudang yang lumayan terbengkalai, Savitri yang baru kali ini menginjakan kaki di tempat seperti ini pun mulai ketakutan, tapi tidak dengan anton yang memang sudah terbiasa bermain di tempat seperti ini.


" bukannya anda akan membawa kami ke kantor polisi ?" tanya Savitri yang sudah tidak bisa menutupi ketakutan nya.


" kita akan sedikit bermain di sini " ucap Aipda Hamka yang langsung di sambut gelak tawa oleh Anton yang merasa lucu dengan apa yang di ucapkan polisi di hadapan nya.


Tap tap tap Derap langkah sultan terdengar tegas dan berwibawa dan itu semakin membuat Savitri semakin bergetar ketakutan, jika saja dirinya bisa mengendalikan ucapannya mungkin dirinya akan baik baik saja, jujur Savitri sangat menyesal sudah salah dalam berucap apalagi yang berhubungan dengan Agnia.


" hai ka.. "


Savitri yang samar samar mengenal suara orang yang baru saja menyapa polisi yang membawa mereka pun langsung mengangkat wajahnya dan benar saja dia adalah suami Agnia.


" hai letnan " sapa Aipda Hamka yang sangat senang memanggil sultan dengan memanggil pangkat sultan.


" jadi dia yang sudah membuat Agnia hampir kehilangan nyawanya ?" tanya sultan menatap ke arah Anton tapi tak lama tatapan sultan pun tertuju pada wanita yang sultan rasa mengenali wajah itu.


" dia ?" tanya sultan sambil melihat ke arah Savitri.


" aku pasrahkan dia padamu " ucap Hamka yang tentu saja membuat sultan menatap tajam ke arah Hamka yang masih sempat untuk mengajaknya bercanda.

__ADS_1


" maksud kamu apa ?" tanya sultan yang benar benar tidak paham dengan yang di ucapkan Hamka padanya.


" dia adalah wanita yang menginginkan Agnia mu untuk lenyap dari muka bumi " ucapan Hamka tentu saja membuat sultan langsung emosi.


" maksudnya dia dalang dari kecelakaan Agnia ?" tanya sultan yang masih menahan amarah yang sudah mulai mendidih di hatinya.


" bukan, dia hanya menyayangkan Anton gagal dalam mencelakai Agnia tidak sampai tewas " ucap Hamka menjelaskan.


" SIAPA KAMU HINGGA BERHAK BERHARAP AGNIA TIADA HAHHH " teriak sultan hingga suaranya menggema di setiap sudut gudang kosong itu.


Savitri yang sudah ketakutan semakin menciut nyalinya setelah mendengar suara sultan yang terkesan menakutkan untuk di dengar.


" DAN UNTUK MU " tunjuk sultan ke arah Anton yang juga sudah mulai terlihat bergetar bagaimana tidak, pada wanita saja sultan bisa sekeras itu apa lagi dirinya yang menjadi penyebab kecelakaan istrinya.


" KATAKAN DENGAN JUJUR SIAPA YANG SUDAH MENYURUHMU MENCELAKAI AGNIAKU " uxap sultan sambil mencengkram dagi Anton begitu keras.


" KATAKAN !!!" bentak sultan semakin keras dalam mencengkram dagu Anton, hingga membuat Anton meringis ketakutan.


" mantan istrimu Nabila " ucap Anton yang yakin jika dirinya tidak membuka suara sultan akan semakin kejam menyiksanya.


Sultan langsung melepaskan cengkraman tangannya di dagu Anton saat apa yang iya takutkan benar terjadi.


" APA KAMU YAKIN JIKA NABILA YANG MEMINTAMU MENCELAKAI AGNIAKU ? DAN APA BUKTINYA JIKA BENAR NABILA YANG MEMERINTAHKAN MU " tanya sultan yang masih berharap jika yang iya dengar tidak lah salah.


" apa yang bapak harapkan ? Apa bapak tidak tega menghukum mantan istri bapak jika memang benar Nabila yang meminta saya menbunuh Agnia istri bapak saat ini "


" DIAMMM


✍️✍️✍️ apa benar yang di ucapkan Anton jika sultan tidak akan tega menghukum Nabila ? Awas aja kalo biarin Nabila lolos 😡😡 sama Savitri aja tega masa sama Nabila ngga ?😤😤


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2