
Sudah tiga bulan usia pernikahan Agnia dan juga sultan, bahkan kini Alan juga ikut dengan Agnia dan sultan semenjak Nabila resmi di tetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Agnia.
" sayang bangun, ini sudah siang " ucap sultan mencoba membangunkan Agnia yang akhir akhir ini sangat susah di bangunkan.
" mas.. kenapa badan Agnia terasa lemas ya.. Perut Agnia juga rasanya tidak enak " keluh Agnia sambil menyembunyikan wajahnya di perut sultan yang masih sixpack.
Baru kali ini selama pernikahan nya dengan Agnia, Agnia bersikap manja seperti ini bahkan biasanya sultan lah yang lebih manja pada Agnia selama pernikahan mereka.
Tapi tak lama Agnia bangkit dari tempat ternyaman nya akhir akhir ini menuju kamar mandi sambil berlari karena kini perutnya sudah benar benar tidak bisa di tahan lagi.
" hueekkk huekkk hueekkk " sultan yang melihat Agnia seperti itu langsung ikut berlari menyusul Agnia karena merasa khawatir dengan kondisi Agnia.
" yang.. Kamu kenapa ? " ucap sultan sambil memijat mijat tengkuk leher Agnia, tapi Agnia hanya menggeleng karena dirinya sendiri pun tidak tau apa yang terjadi pada dirinya.
" kita ke rumah sakit ya, lihat lah wajah mu sangat pucat " ucap sultan sambil membantu membangunkan Agnia yang terlihat semakin lemas.
Agnia hanya mengikuti apa yang di sarankan suaminya karena tubuhnya benar benar tidak bisa di ajak kompromi lagi, sultan pun membantu Agnia menggunakan jaket dan kembali menuntun nya keluar dari kamar mereka.
" yah.. Bunda kenapa ?" tanya Reina yang sedang membantu Alan menyiapkan sarapan untuk mereka semua.
" ayah ngga tau, makanya ayah akan bawa bunda ke rumah sakit karena bunda sudah beberapa hari ini terlihat sangat lemas.
" apa jangan jangan Reina akan punya adik ?" tanya Reina yang membuat Agnia dan sultan menghentikan langkahnya, bahkan Agnia kini tertegun kenapa dirinya tidak berpikir sampai ke sana.
" mas.. Apa mungkin yang Reina katakan benar, jika Agnia sekarang sedang hamil " ucap Agnia sambil melihat ke arah sultan yang terlihat tak ingin terlalu banyak berharap sebelum semuanya benar.
" semoga, tapi untuk lebih pasti kita ke rumah sakit sekarang " ucap sultan yang masih tidak yakin jika dirinya bisa menjadi seorang ayah dari anak kandungnya sendiri.
" Alan doakan semoga apa yang ayah dan bunda harapkan bisa terkabul " ucap Alan yang akan ikut bahagia jika sampai sultan bisa memiliki anak kandungnya nya sendiri.
__ADS_1
Sultan dan Agnia kini sudah menuju rumah sakit bahkan Reina tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa mengetahui kabar baik ini secara langsung.
" Bun apa saja yang bunda rasakan akhir akhir ini ?" tanya Reina yang ingin memastikan jika tebakannya benar.
" yang pasti bunda kamu sangat manja seminggu belakangan ini " ucap sultan menjawab pertanyaan Reina pada istrinya.
" jadi mas ngga suka Agnia seperti itu " ucap Agnia yang tiba tiba saja sudah menitikkan air matanya, satu hal yang tidak pernah Agnia lakukan yaitu meneteskan air mata untuk hal sepele seperti ini.
" bukan mas ngga suka, mas malah suka banget kamu seperti itu " ucap sultan yang mulai panik saat melihat Agnia semakin sensitif seperti ini.
" tapi dari ucapan mas seperti tidak menyukai apa yang Agnia lakukan " ucap Agnia yang kini sudah berlinang air mata.
Sultan hanya melihat ke arah Reina tapi apa yang Reina lakukan malah membuat sultan semakin bingung karena Reina malah tersenyum dimana sultan sendiri tidak tau apa arti dari senyuman Reina padanya.
Butuh waktu setengah jam untuk Agnia menunggu dirinya di panggil untuk melakukan pemeriksaan setelah Reina membantunya mendaftarkan Agnia .
" nyonya Agnia ?" panggil seorang suster kandungan atas saran dari Reina yang menyarankan Agnia di periksa di dokter kandungan.
" selamat pagi Bu Agnia, apa yang di rasa ?" tanya dokter setelah suster melakukan pemeriksaan awal.
" Sudah satu Minggu ini perut saya seperti di aduk aduk tapi baru pagi ini sampai membuat saya muntah " ucap Agnia yang bahkan sultan tidak pernah tau apa yang di rasakan Agnia seminggu ini.
" kenapa kamu ngga pernah cerita sama mas " tanya sultan.
" Agnia pikir Agnia hanya masuk angin " ucap Agnia yang malah kembali berkaca kaca yang membuat sultan sangat merasa bersalah.
" baiklah, agar lebih pasti mari kita periksa " ucap dokter kandungan yang langsung menyarankan Agnia untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan di bantu oleh suster, bahkan suster pun membantu menyingkap atasan pakaian Agnia dan mulai mengoleskan gel untuk memperlancar gerak alat USG yang akan dokter gunakan.
Sultan hanya bisa berharap jika apa yang Reina dan Alan harapkan benar terjadi meski hatinya sangat tidak tenang dengan jantung yang berdetak sangat kencang.
__ADS_1
" wah.. Seperti nya keluarga bapak dan ibu akan kedatangan tamu yang akan membuat kalian sangat bahagia " ucap dokter yang menemukan sesuatu yang pasti membuat Agnia dan semuanya merasa bahagia.
" maksud anda " bukan sultan tidak mengerti apa yang di ucapkan dokter tersebut tapi iya hanya ingin memastikan jika tebakannya benar adanya.
" selamat, bapak dan ibu akan memiliki dua orang anak " ucap dokter yang malah membuat sultan meneteskan air mata karena penantian nya selama ini kini membuahkan hasil.
" sayang kamu dengar apa yang dokter katakan, kita akan memiliki anak " ucap sultan yang kini sudah menciumi punggung tangan Agnia tepat di hadapan dokter dan suster.
Reina yang melihat apa yang di lakukan ayah sambungnya pun merasa terharu karena Reina tau jika ayahnya tidak yakin bisa memiliki anak kandung sendiri.
Tapi kini semuanya sudah terjawab akhir dari kesabarannya dan akhir dari rasa luka yang di belikan Nabila yang mengatakan jika dirinya tidak memiliki daya untuk bisa memiliki anak kandungnya sendiri, sultan akhir nya bisa merasakan kebahagiaan yang luar biasa yang sulit untuk di ungkapkan.
" Agnia dengar " ucap Agnia yang merasa bersyukur bisa melihat kebahagiaan yang sangat sulit untuk di ceritakan oleh Agnia dari apa yang di lihat di wajah sultan.
" ehhmm " dokter pun menyadarkan dua orang yang terlihat melupakan dimana mereka berada saat ini.
" maaf maaf dok, kami terlalu bahagia hingga melupakan dimana kamu berada " ucap sultan yang sudah kembali ke tempat semula tepatnya di samping Agnia.
" dan kalian bisa lihat, jika di sini ada dua kantung yang artinya ada dua janin yang sedang berkembang dalam tubuh ibunya " ucap dokter yang lagi lagi membuat sultan merasa memiliki seluruh yang ada di dalam dunia ini.
Agnia sultan dan Reina pun langsung menatap ke arah layar komputer dimana anak anaknya terlihat jelas di sana meski baru sebiji kacang.
" selamat ya yah akhirnya penantian dan kesabaran yang ayah dan bunda tunggu kini hadir dan ayah mendapatkan dua langsung "
" kini Reina tau akan ada kebahagiaan di akhir setiap masalah dan musibah yang kita lewati, dan inilah akhir dari kesabaran yang ayah dan bunda jalani selama ini " ucap Reina yang benar benar merasa bahagia melihat bunda dan ayah sambungnya yang akhirnya bisa merengkuh bahagia.
✍️✍️✍️ Terima kasih buat semua yang sudah mendukung cerita Agnia sultan Haikal, terima kasih juga untuk dukungan kalian selama ini dan atas support yang selalu kalian berikan untuk R-kha.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘