End Of Patience

End Of Patience
Tetap Pada Pendirian..


__ADS_3

Haikal tersenyum pada sang ibu yang baru saja bertanya apakah dirinya mau memiliki semuanya baik agnia maupun Savitri.


" toh ngga ada yang salah jika suami memiliki dua istri " ucap Haikal.


" dan Haikal yakin jika Agnia apakan menyetujui apa yang Haikal putuskan " ucap Haikal sombong dn penuh keyakinan.


" baiklah kita lihat apa semua yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan " ucap Bu Nina.


" tapi ibu mohon jangan menekan Agnia menggunakan Reina " ucap Bu Nina yang tak tega melihat agnia yang sudah iya anggap sebagai putrinya bukan menantu nya.


" tapi jika Haikal tidak menggunakan Reina sebagai senjata Agnia pasti tidak akan mau kembali pada Haikal Bu " ucap Haikal.


" sudah lah Bu, Haikal berangkat kerja dulu " ucap Haikal yang mulai kesal pada Bu Nina yang lebih membela agnia dari pada dirinya.


" ibu hanya tidak mau ada yang terluka hanya demi keegoisan dan keserakahan kamu " ucap Bu Nina sambil melihat ke arah Haikal yang sudah pergi menjauh.


Sedangkan agnia juga baru saja sampai di cafe tempat nya bekerja, yang ternyata sudah di tunggu oleh savitri.


" Agnia " panggil savitri saat Agnia berusaha tak menghiraukan kehadiran Savitri di sana, tapi kini mau tak mau Agnia pun menghentikan langkahnya meski tak berusaha mendekati Savitri yang langsung menghampiri Agnia.


" bisa kita bicara sebentar " ucap savitri sambil memegang tangan Agnia sebelah kiri.


" maaf tapi saya harus bekerja " ucap Agnia sambil melepaskan tangan savitri yang masih memegang tangannya.


" tapi ini penting " ucap Savitri yang masih berusaha membujuk Agnia agar mau berbicara dengannya.


" baik lah tapi tidak sekarang " ucap Agnia mengalah tapi ucapan Agnia cukup membuat Savitri lega.


" kita bicara setelah saya selesai kerja " ucap Agnia agar bisa segera terlepas dari Savitri.


Setelah mendengar ucapan Agnia, Savitri pun pergi meninggalkan Agnia yang langsung fokus bekerja dan tak memperdulikan tujuan Savitri yang memaksanya untuk bertemu nanti.


Lain halnya di sekolah Reina dimana Reina mendapatkan perundungan dari teman temannya tentang ayahnya yang sempat mempermalukan Reina karena memaksa ibunya untuk pulang.


" sudah lah rein, jangan di ambil hati semua ucapan teman teman " ucap Dava yang melihat Reina yang hanya diam setelah di ledek habis habisan oleh teman temannya.

__ADS_1


" kamu ngga tau sih Dava rasanya jadi aku " ucap Reina sambil menghapus kasar air matanya yang masih mengalir di pipinya.


" aku paham, tapi jika kamu seperti ini yang ada semua teman akan semakin memperolok kamu nanti " ucap Dava agar Reina bangkit dan tak lemah menghadapi teman temannya yang usil.


Dan tak lama pelajaran pun di mulai, tapi Reina tak bisa berkonsentrasi, semua ucapan teman temannya terus saja terdengar di telinga nya.


" Dika nanti pulang sekolah antar aku ke tempat kerja Bunda ya " ucap Reina yang semakin tidak ingin tinggal bersama dengan ayahnya.


" siap tuan putri " ucap Dava yang akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Reina.


Waktu pun berlalu tak terasa dimana kini Dava dan Reina sudah dalam perjalanan menuju tempat kerja Agnia berbarengan dengan Agnia yang baru saja selesai kerja.


" Dava, Bunda sama siapa ya ?" tanya Reina yang baru saja tiba di tempat parkir cafe.


" entahlah, jadi apa kita akan tetap menemui bunda ?" tanya Dava karena sepertinya mereka sedang berbicara serius di sana.


" ke sana aja dulu yu " ucap Reina sambil mengajak Dava untuk mendekati meja Agnia.


" saya tidak bisa lama lama karena Reina pasti sudah pulang sekolah " ucap Agnia saat Savitri hanya diam sedari tadi.


" saya hamil, dan ini anak dari mas Haikal " ucap Savitri akhirnya buka suara, tapi Agnia tidak memberikan reaksi berlebih dengan apa yang baru saja di dengarnya.


" jangan terlalu berbelit-belit langsung saja pada intinya bisa " ucap Agnia.


" aku harap kamu kembali sama mas Haikal dan ijinkan mas Haikal untuk menikahi ku secara resmi " ucap Savitri tanpa rasa malu sama sekali.


Agnia hanya tersenyum ke arah Savitri yang seperti hanya memikirkan dirinya sendiri dan juga anak yang ada dalam kandungan nya saja.


" NGGA " Reina yang mendengar apa yang di sampaikan Savitri langsung menyela pembicaraan Agnia dan Savitri.


" bunda ngga akan kembali sama ayah " ucap Reina yang sudah berada di depan Agnia dan Savitri.


" sayang jangan bicara seperti itu, tidak baik " ucap Agnia mengingatkan putrinya.


" tapi Reina tidak mau bunda kembali dengan ayah apalagi setelah itu ayah menikah lagi dengan wanita itu " ucap Reina semakin berani.

__ADS_1


" maafkan Reina " ucap Agnia yang tidak enak dengan reaksi yang di berikan Reina.


" tapi apa yang di katakan Reina memang benar, jika saya tidak bisa kembali dengan mas Haikal " ucap Agnia berkata apa adanya.


" dan jika masalah kamu yang ingin di nikahi Mas Haikal " ucap agnia menjeda ucapannya.


" kamu bisa usaha sendiri dan berusaha meyakinkan mas Haikal seperti dulu kamu yang dengan mudah menguasai mas Haikal yang melupakan kami begitu saja " ucap Agnia sambil bangkit dari duduknya.


" saya rasa semuanya sudah jelas, jadi saya pamit dulu " ucap Agnia sambil mengajak Dava dan Reina meninggalkan Savitri yang masih diam dengan sindiran yang di ucapkan Agnia tadi.


" makasih ya Dava, sudah anterin Reina " ucap Agnia sambil melihat ke arah Dava sahabat putrinya.


" dan sebagai ucapan terima kasih dari bunda, bunda traktir kalian makan bakso di ujung jalan sana " ucap Agnia yang sudah berada di atas motor nya bersama Reina sedangkan Dava ada di motornya sendiri.


Mereka pun mulai melajukan motornya ke arah yang tadi Agnia tunjuk, meski yang merek tuju hanya warung bakso sederhana tapi rasa sangat memuaskan selera mereka bertiga.


' bukannya itu motor om sultan ya ' gumam Dava saat melihat motor omnya juga sedang ada di warung bakso.


Agnia dan Reina yang sudah sering makan bakso di San pun tampak akrab dengan pemilik warung bakso tersebut.


" pakde bakso nya tiga ya " ucap Agnia memesankan untuk semuanya, sedangkan Reina dan Dava sudah duduk di hadapan om sultan yang baru saj selesai makan.


" tau kalian mau kesini tadi kita bareng saja " ucap om sultan yang juga belum menyadari adanya agnia bersama Dava dan Reina.


" Dava mau minum apa ?" tanya agnia yang baru saja mendekati meja Reina dan Dava.


" Agnia ?" sapa om sultan saat menyadari jika Dava dan Reina tidak hanya berdua di sana.


" loh ada pak sultan juga rupanya ?" tanya agnia yang sama kagetnya dengan pak sultan, tapi ada yang membuat Agnia tak nyaman terlebih pembicaraan terakhir nya dengan pak sultan waktu itu.


" bunda sama om cocok juga


✍️✍️✍️siapa yang bilang agnia dan sultan cocok ? Reina atau Dava 🤔🤔 dan bagaimana reaksi Haikal jika tau Agnia bersama dengan sultan 🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2