
Seolah kembali pada dirinya yang dulu sebelum bertemu dengan agnia lima belas tahun lalu, Haikal seolah tak memperdulikan savitri yang telah memberikan ancaman padanya.
" terserah, mas ngga perduli " ucap Haikal sambil berlalu dari hadapan Savitri.
" bagaimana jika Vi mengumumkan jika Vi sudah hamil anak mas, apa mas akan tetap diam dan tak perduli ?" ucap Savitri sebelum Haikal menjauh darinya.
Deggg
Haikal menghentikan langkahnya dan tak lama kembali berbalik ke arah savitri yang menatap Haikal penuh percaya diri.
" apa kamu yakin jika itu anak mas ?" tanya Haikal yang ragu dengan kesetiaan savitri setelah dirinya menceraikan savitri seminggu yang lalu.
" tentu saja, bahkan usia kandungan Vi seusia dengan pernikahan kita " ucap savitri yang tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa kembali pada Haikal.
" ada apa kal ?" tanya teman Haikal yang dari tadi terus memperhatikan Haikal dan juga savitri.
" aman.. Lo duluan aja tar gue susul " ucap Haikal yang tak ingin teman sekantor nya tau hubungan nya dengan savitri, dan tak lama teman Haikal pun pergi meninggalkan Haikal yang masih melihat ke arah savitri mencari kebohongan di mata savitri.
" baiklah mas percaya sama kamu, dan kita akan bicarakan setelah mas pulang dari kantor " ucap Haikal yang tak mungkin meninggalkan perusahaan nya demi savitri.
Seperti mendapat angin segar, savitri tersenyum penuh kemenangan mendengar apa yang di ucapkan Haikal.
" baik lah, kalo gitu Vi tunggu mas di rumah atau Vi harus datang ke rumah mas ?" tanya savitri yang tak ingin di bohongi oleh Haikal.
" kamu pulang saja, nanti mas datang ke rumah " Setelah yakin jika Haikal akan datang ke rumahnya sore nanti, savitri pun meninggalkan kantor Haikal dengan wajah berseri.
Lain halnya di cafe tempat agnia berada dimana pak Sultan baru saja menduduki kursi cafe yang berada di sudut ruangan.
" mba.. " pak sultan sengaja memanggil agnia yang tak jauh dari nya, agnia yang tak jauh dari pak sultan pun berjalan mendekati sultan yang masih menatap ke arah nya.
" pak sultan ?" sapa agnia yang tidak percaya jika yang ada di hadapannya kini adalah om dari Dava.
" iya, saya minta kopi latte dan ada yang ini saya sampaikan sama kamu " ucap sultan yang harus bisa meyakinkan agnia agar berpisah dari Haikal.
__ADS_1
" Maaf , saya sedang bekerja dan saya tidak bisa menemani anda minum kopi " tolak agnia secara halus.
" baiklah, jam berapa kamu selesai bekerja ?" tanya pak sultan pada agnia langsung.
" jam tiga sore " ucap agnia yang penasaran dengan apa yang akan di sampaikan pak sultan yang sepertinya sangat penting.
" baiklah, tolong berikan kunci motor kamu karena nanti kamu akan pulang bersama saya" ucap pak sultan memerintah pada agnia.
Tanpa banyak bicara agnia pun pergi meninggalkan pak sultan dan memesankan kopi latte pesanan pak Sultan sebelum pergi ke tempatnya menyimpan tas dan kunci motornya.
" memang ada hal penting apa sampai dia jadi bersikap seperti itu ? apa jangan jangan ada yang terjadi pada Reina ?" tanya agnia pada dirinya sendiri tapi tangannya tetap mengambil kunci motor dan kembali keluar.
" silahkan di nikmati " ucap agnia setelah meletakan kopi pesanan pak Sultan yang sudah di siapkan oleh teman agnia.
" mana kuncinya ?" tanya pak sultan seolah tak memberikan pilihan lain pada agnia, karena rasa penasaran agnia pun mengikuti apa yang di perintahkan pak sultan dengan menyerahkan kunci motornya.
" maaf apa semuanya baik baik saja ?" tanya agnia yang tiba tiba saja berfikir buruk tentang putrinya.
" nanti saja saya cerita jika kamu sudah selesai bekerja " ucap pak sultan setelah menyeruput Kopi latte miliknya.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat tapi tidak bagi agnia yang merasa sangat lama karena rasa penasaran yang di berikan pak sultan padanya.
" sudah selesai ?" tanya pak sultan yang baru saja keluar dari mobilnya setelah melihat agnia keluar dari kafe tempat nya bekerja.
" sudah, memang kita mau kemana ?" tanya agnia yang masih berdiri tak jauh dari pak sultan.
" masuklah, ada yang ingin saya sampaikan lebih dulu " ucap pak sultan sambil membuka pintu mobilnya untuk agnia.
" kita bicara di teras cafe saja " ucap agnia yang menjaga jarak dari pak sultan karena bagaimana pun agnia sadar jika status nya masih lah istri Haikal.
" baiklah mari " ucap pak sultan sambil menutup kembali pintu mobilnya dimana Agnia sudah berjalan lebih dulu, tapi pak sultan merasa bangga dengan sikap yang di tunjukan agnia yang mampu menjaga diri dari lawan jenisnya.
" apa yang ingin anda sampaikan ?" tanya agnia yang sudah tidak sabar mendengarkan penjelasan pak sultan.
__ADS_1
" apa kamu tau jika Reina ada di rumah Dava ?" tanya pak sultan yang iya yakini jika Reina tidak memberitahu pada agnia.
" tadi pagi sebelum saya berangkat kerja saya antar Reina ke rumah mas Haikal " ucap Agnia apa adanya.
" maaf jika saya lancang " ucap pak sultan yang hanya ingin tau status yang sedang agnia miliki.
" apa anda dan suami anda masih bersama ?" tanya pak sultan yang sedang mencari bahasa yang pas pada agnia tentang Reina.
" maaf apa itu penting untuk di bicarakan ?" tanya agnia yang tidak nyaman dengan pertanyaan yang di berikan pak sultan.
" itu sangat penting bagi saya " ucap pak sultan yang sontak saja membuat Agnia menatap penuh curiga pada paman dari dava sahabat Reina.
" maaf tapi saya masih belum paham dengan apa yang anda ucapkan dan tanyakan " Agnia yang mulai tak nyaman pun merubah duduknya menghindari tatapan pak sultan.
" jika kamu memang sudah berpisah dengan suami kamu, itu bagus karena saya bisa menjadi pelindung kamu dan Reina dari laki laki pengecut seperti suami kamu " ucap sultan.
" maaf tapi saya dan Reina bisa melindungi diri kami sendiri " ucap agnia yang terasa tak nyaman dengan apa yang di ucapkan pak sultan.
" anda yakin ? tanya pak sultan dan dengan penuh keyakinan Agnia pun mengangguk semangat.
" lalu bagaimana bisa Reina mendapatkan tamparan yang saya yakini bukan anda yang melakukan nya ?" pertanyaan pak sultan sontak membuat Agnia diam seribu bahasa mendengar putrinya di sakiti
" apa mas Haikal tau jika istri yang iya pertahankan ini sedang berduaan dengan laki laki lain ?" tanya seseorang yang baru saja mendekat ke arah agnia dan pak sultan.
Agnia yang sangat hapal dengan suara itu yang tak lain adalah Savitri wanita yang berhasil membuat rumah tangga nya hancur tak berkeping.
" kamu mau mengadukan apa yang kamu lihat ini pada mas Haikal ? lakukan saja aku tidak perduli " ucap agnia sambil melipat tangan di dadanya seolah menantang Savitri.
" baiklah, kita lihat apa yang akan mas Haikal lakukan saat melihat semua ini..
✍️✍️✍️ mantap Agnia jangan mau kalah dengan wanita yang tak tau malu seperti savitri 🤭🤭 Apa yang akan Haikal lakukan setelah melihat agnia bersama dengan laki laki lain🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
love you moreeeee