End Of Patience

End Of Patience
Sadar atau Kamuflase


__ADS_3

Savitri yang sudah tidak kuasa mendengar apa yang di gunjingkan tetangganya tentang dirinya pun memutuskan untuk kembali ke rumah Haikal laki laki yang bahkan sudah menceraikan dirinya.


" Savitri ?? untuk apa kamu pagi pagi seperti ini datang ke rumah ini ?" tanya Haikal tanpa memperdulikan kondisi Savitri.


" jika kamu memang tidak sanggup untuk mengasuh anak itu, ada ibu yang siap menjaganya" ucap Haikal tanpa perasaan.


" tapi jika kedatangan kamu kesini karena masih berharap untuk bisa kembali dan tinggal bersama lagi, maaf mas tidak bisa " ucap Haikal tegas tanpa ada niatan memberikan celah pada Savitri untuk berharap padanya.


" jadi maaf, aku tidak ingin kamu tinggal di sini dan untuk Adam biarkan Adam di sini agar kamu tidak harus mendengar cemooh dari orang orang " ucap Haikal yang tentu saja membuat Bu Nina tak percaya jika Haikal masih ingin menyiksa dirinya.


" kenapa kamu begitu egois dan picik mas ? " tanya Savitri penuh emosi.


" mas hanya menginginkan yang terbaik untuk kita semua, dan asal kamu tau jika saat ini mas sudah tidak bisa bekerja karena kondisi mas saat ini "


Savitri tidak percaya dengan apa yang di dengar, jujur Savitri berharap jika dirinya kembali dengan Haikal setidaknya kehidupannya terjamin. Tapi kenyataannya Haikal pun sudah tidak bisa di harapkan lagi.


" baiklah jika seperti itu Adam akan Vi tinggal di sini karena jujur Vi tidak bisa hidup dalam cemoohan orang lain " ucap Savitri yang langsung mendapat senyuman penuh misteri dari Haikal.


" kamu yakin Vi dengan yang kamu putuskan untuk Adam ?' tanya Bu Nina.


" Vi yakin Bu karena Vi juga harus memikirkan diri Vi sendiri jika memang mas Haikal tidak mau kembali ya sudah "


" bahkan Vi sudah merendahkan harga diri Vi sendiri untuk mendapatkan mas Haikal tapi sampai saat ini semuanya nihil "


" jadi Vi putuskan untuk melanjutkan hidup dan melupakan mas Haikal dan juga Adam dalam hidup Vi " ucap Savitri yakin.


" baiklah, nanti Senin mas akan urus akta cerai kita agar kamu bisa bebas kemana pun kamu inginkan" ucap Haikal.


" ayo Bu bawa Adam masuk, karena kita harus bersiap siap pergi ke rumah sakit " ucap Haikal tanpa beban.


" mau apa mas ke rumah sakit ? apa mas sudah bisa berjalan lagi ?' tanya Savitri antusias.


" bukan, kami akan menjenguk Agnia " ucap Bu Nina.


" ayo Bu, Savitri tidak perlu tau kemana pun kita akan pergi dan kemana kita akan membawa Adam mulai saat ini " ucap Haikal yang langsung meninggalkan Savitri.


" apa kamu masih berharap pada Agnia hingga saat ini mas ?" tanya Savitri penuh rasa iri.


" kamu tidak berhak mengatur perasaan mas karena kini kita tidak memiliki hubungan apapun lagi " ucap Haikal.

__ADS_1


" tapi !!"


" Haikal benar Vi, sebaiknya kamu pulang dan nikmati kebebasan mu mulai saat ini " ucap Bu Nina yang sudah hilang respek terhadap Savitri.


Akhirnya Savitri pun memilih pergi meninggalkan Dewa dalam pengasuhan Bu Nina dan juga Haikal mantan suaminya.


Sedangkan di ruangan Agnia, sultan baru saja membuka mata saat matahari menyinari celah jendela ruangan Agnia.


" mas ... " Agnia yang sudah jauh lebih segar dari sebelumnya pun tersenyum ke arah sultan suaminya.


" bundaaaaaaa.. " Reina yang baru saja membuka pintu ruangan Agnia langsung senang bercampur bahagia melihat bundanya yang kini sudah sadarkan diri lagi.


" hai sayang... " sapa Agnia pada putrinya yang kini sudah beranjak remaja.


" halo Bun... hai Nia.. " sapa Dava dan juga Bu cahaya berbarengan tapi tak mengurangi rasa bahagia nya bisa melihat Agnia kembali sadar bahkan jauh lebih segar dari sebelumnya


" halo juga .. Agnia sangat senang bisa melihat kalian lagi " ucap Agnia.


Tok tok tok...


Bu Nina mendorong pintu ruangan Agnia agar bisa melihat siapa yang ada di dalam ruangan Agnia.


" sayang .. syukur lah ibu sangat khawatir setelah mendengar jika kamu kecelakaan "


" Alhamdulillah Agnia sekarang sudah sadar dan kondisinya stabil " ucap sultan saat melihat Haikal yang terus saja menatap ke arah Agnia yang tak jauh dari mereka berdiri.


" mas.. apa itu anakmu dengan Savitri ?" tanya Agnia antusias.


" iya.. dan Savitri memutuskan untuk memberikan Adam pada mas dan ibu karena iya ingin hidup bebas " ucap Haikal sengaja mencari simpati pada Agnia dan berharap Agnia mau kembali.


" Agnia yakin jika mas dan juga Bu Nina pasti mampu menjaga dan mendidik Adam.." ucap Agnia yang tentunya menyadari jika Haikal berharap padanya,Sedangkan setelah perdebatan sultan dengan Nabila yang berakhir dengan sumpah serapah.


" bagaimana kondisi wanita itu saat ini ?" tanya Nabila pada anak buahnya yang masih setia mengawasi Agnia hingga saat ini.


" dia sudah sadar dan saat ini pak sultan terlihat sangat senang dengan wanita itu "


" dasar tidak berguna ?? bagaimana bisa kamu diam saja saat melihat Agnia sadar " ucap Nabila yang semakin kehilangan kesempatan untuk bisa kembali pada sultan.


" mungkin memang belum saat nya wanita itu untuk meninggalkan karena dia masih bermanfaat untuk hidup dan membahagiakan orang orang di sekitarnya "

__ADS_1


" aku yang harusnya bersama mas sultan bukan wanita itu " ucap Savitri lagi.


" Bu.. sadar " ucap Alan yang tak tega melihat ibunya sangat terobsesi pada sultan yang jelas jelas sudah tidak mencintai ibunya lagi.


" ayah sudah bahagia dengan pilihan ayah sendiri "


ucap Alan yang ingin menjaga pernikahan ayah ya dari gangguan ibu kandungnya yang sudah menggunakan segala cara untuk merusak kebahagiaan sultan.


" kamu tidak tau bagaimana rasanya jadi ibu, dan kamu akan mengerti saat tidak bisa memiliki apa yang kamu inginkan "


" tapi ibu salah " ucap Alan mencoba menyadarkan ibunya Nabila.


" jika memang ibu mencintai ayah harusnya ibu bisa menerima keadaan dan kondisi ayah apapun yang terjadi " ucap Alan.


" jangan malah mencari pelarian dari apa yang tidak bisa ibu dapat dari ayah "


" dan mungkin ini saatnya ibu menuai apa yang sudah ibu tanam selama ini " ucap Alan yang kini sedang menghidangkan sarapan yang iya buat untuk ibunya dan juga dirinya.


" dan Alan mohon sama ibu, ikhlaskan ayah agar hati ibu juga merasa tenang "


" Alan yakin jika ibu juga akan mendapatkan kebahagiaan meski bukan bersama ayah "


Nabila kini meneteskan air mata saat harusnya dirinya bisa mendidik dan menasehati putranya tapi kini malah sebaliknya dimana Alan lah yang sedang mengingatkan dan menasehati dirinya dari segala kekhilafan yang iya perbuat.


" apa mas sultan masih mau memaafkan ibu ? setelah semua yang ibu lakukan padanya dan juga pada Agnia istrinya.. "


" Alan tidak tau Bu "


" tapi Alan ada yakin jika ibu sungguh sungguh tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini "


" tapi apa ibu benar benar menyesal atau semua itu hanya kamuflase saja ?


✍️✍️✍️ kepercayaan itu sesuatu yang sangat mahal dan jika sekali kita sudah merusaknya akan sulit bagi orang lain untuk kembali percaya padanya.


Apakah kali ini Nabila benar benar sadar atau kah hanya kamuflase seperti yang di ucapkan Alan ?🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak dan jadikan R-kha author favorit biar R-kha lebih semangat lagi update nya.

__ADS_1


love you moreee 😘😘😘


__ADS_2