End Of Patience

End Of Patience
Ketegasan Sultan


__ADS_3

Anton yang tau jika sultan masih ragu untuk menghukum Nabila mencoba mencari celah agar bisa lolos dari cengkraman dua aparat negara.


" ya Nabila yang memintaku menabrak Agnia hingga tewas, tapi sayang usaha ku gagal " ucap Anton sambil terus mencoba membuka borgol yang mengikat kedua tangannya.


" dan anda tau apa yang Nabila katakan saat tau saya gagal membuat Agnia tewas ?" tanya Anton semakin membuat sultan marah.


" katakan ?" ucap Aipda Hamka yang tanpa semuanya sadari jika ucapan Anton sengaja iya rekam sebagai bukti yang bisa memberatkan Nabila nanti.


" dia terdengar sangat marah dan bahkan menyebut saya bodoh " ucap Anton yang kini sudah berhasil membuka borgol hanya dengan seutas kawat yang selalu iya gunakan sebagai cincin di jarinya.


Sultan sudah benar benar hilang kendali saat mendengar semua yang di ucapkan Anton dan dengan penuh tenaga sultan bersiap menuju wajah Anton yang langsung di tangkis oleh Anton dengan tangan kanannya.


Aipda Hamka sontak mengangkat pistolnya dan mengarahkannya kepada Anton.


" jangan, biarkan dia menjadi urusanku karena dia sudah berani melukai Agnia " ucap sultan sambil mengangkat tangannya.


" lalu apa kamu juga yang nanti akan menghukum Nabila ? " tanya Anton mengulur waktu sambil mencari celah untuk bisa keluar dari gudang kosong ini.


Mendengar semua yang di katakan Anton membuat sultan semakin terbakar amarah dan sultan pun dengan membabi buta memukul dan menendang Anton seolah meluapkan emosi yang ada di hatinya yang mungkin tidak akan bisa iya luapkan pada Nabila.


" apa kamu masih mencintai nya ?" ucap Anton di sela sela pukulan dan tendangan yang iya balaskan pada sultan.


" seperti nya iya !!" ucap Anton dengan napas yang terengah engah karena tendangan sultan yang mendarat tepat di ulu hatinya.


" DIAM KAU.. " teriak sultan.


Dan kesempatan itu langsung di manfaatkan oleh Anton yang kini sudah melarikan diri namun dengan sigap Aipda Hamka menembak kaki Anton untuk menghentikan usaha Anton.


Dorrr...


" arrrggggghhhh " Anton menjerit kesakitan bersamaan dengan Savitri yang menjerit karena baru kali ini melihat penembakan di depan matanya.


" bawa mereka dan masukan mereka kedalam penjara dan seret juga Nabila " setelah mengucapkan itu sultan pergi meninggalkan Anton yang masih mengerang kesakitan dan Savitri yang masih ketakutan akibat menembakan tadi.


Aipda Hamka tau jika saat ini sultan sedang tidak baik baik saja, bukan karena sultan masih mencintai Nabila tapi sultan memikirkan nasib Alan jika benar Nabila di jebloskan kedalam penjara.


" maafkan ayah Alan " ucap sultan sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi mobil.

__ADS_1


" tapi mamamu sudah benar benar keterlaluan " ucap sultan yang langsung tancap gas meninggalkan tempat itu menuju rumah Nabila karena ada yang harus iya urus agar semuanya jelas dan tidak akan ada lagi yang mengganjal di hatinya.


Sedangkan Agnia yang semenjak kepergian sultan tidak bisa lagi memejamkan matanya, bahkan hati Agnia semakin tak tenang karena sultan tak bisa di hubungi dan tak mengubungi nya.


" kamu kemana mas ?" tanya Agnia sambil memandangi poto pernikahan nya dengan sultan.


" apa urusan mu begitu penting hingga tega meninggalkan Agnia disini sendiri " ucap Agnia yang mendadak merasa takut akan kembali di khianati.


Sultan yang baru saja sampai di rumah Nabila hanya terdiam di dalam mobil sambil melihat ke arah pintu rumah Nabila, tapi tak lama sultan pun turun dari mobil setelah yakin dengan apa yang kita putuskan.


tok tok tok


Nabila yang baru saja terbangun sesaat sebelum sultan mengetuk pintu pun di buat heran dengan siapa yang datang ke rumahnya pagi pagi buta.


" siapa yang datang pagi pagi begini " ucap Nabila sambil membuka pintu rumah nya.


ceklek...


" mas.. Sedang apa kamu di sini ?" tanya Nabila yang sedikit heran dengan kedatangan sultan di pagi buta di depan rumahnya.


" aku hanya ingin bertanya sesuatu " ucap sultan yang masih berdiri di depan pintu rumah Nabila.


" kita bicara di dalam mas " ucap Nabila mencoba menarik tangan sultan tapi dengan sigap sultan mengangkat kedua tangannya menolak sentuhan yang di berikan Nabila dan itu membuat Nabila curiga dengan kedatangan sultan.


" tidak perlu, karena aku hanya ingin memastikan sesuatu " ucap sultan yang sudah terlihat amarah di wajah dan matanya dan Nabila bisa merasakan itu.


" apa kamu yang menyuruh Anton untuk mencelakai Agnia ?" katakan ?" ucap sultan dengan suara yang penuh dengan penekanan.


" KATAKAN ?? APA KAMU YANG MENYURUH ANTON MELENYAPKAN AGNIA " teriak sultan yang tentu saja terdengar oleh Alan yang saat ini tertidur tak jauh dari ruang tamu.


" Nabila bisa jelaskan " ucap Nabila mendadak takut dengan amarah sultan yang terlihat jelas.


" MAS TIDAK PERLU PENJELASAN YANG MAS TANYAKAN YA ATAU TIDAK ?" Teriak sultan dengan nafas yang menderu.


" ayah.. Ada apa ?" tanya Alan.


" kamu ingat apa yang kamu ceritakan sama ayah di malam saat bunda Agnia tak sadarkan diri ?" tanya sultan mencoba berbicara baik baik pada Alan.

__ADS_1


" ya.. Alan bertanya apa mama yang mencelakai bunda Agnia ?'" ucap Alan yang tentu saja membuat Nabila semakin terpojok dengan perkataan Alan yang semakin menyudutkannya.


" dan apa kamu tau Alan, jika pengemudi yang menabrak bunda Agnia juga berkata jika mamamu lah yang menyuruhnya melenyapkan Agnia " ucap sultan sambil menunjuk tepat di wajah Nabila.


" YA... Ya.. Nabila yang meminta Anton untuk melenyapkan wanita sombong itu " ucap Nabila yang malah kembali mengobarkan amarah di hati sultan.


" APA SALAH AGNIA HINGGA KAMU INGIN MELENYAPKAN NYA ?"


" APA KERENA AGNIA TIDAK MENERIMAMU SEBAGAI MADUNYA ?" tanya sultan sambil mencoba mengendalikan amarahnya.


" ya ... Dan aku hanya mengabulkan apa yang di inginkan istri tercintamu itu " ucap Nabila tanpa rasa penyesalan telah mencoba melukai Agnia.


" APA ?" tanya sultan.


" hanya jika aku tiada " ucap Nabila seperti yang Agnia ucapkan saat itu.


" Alan .. Maafkan ayah tapi ayah harus membawa mamamu karena mulai saat ini tempat yang pas dan pantas untuk mamamu hanya lah penjara " ucap sultan yang saat ini sudah menggenggam tangan Nabila dan bersiap menarik Nabila untuk di bawa ke kantor polisi.


" mas.. Apa waktu lima belas tahun tidak ada artinya di mata dan hati mas ?" ucap Nabila mencoba peruntungannya untuk terakhir kalinya.


" apa Agnia begitu istimewa di matamu di banding kebersamaan kita dulu ?" tanya Nabila mencoba menggoyahkan sultan yang akan membawa nya ke dalam penjara.


" sudah ? Apa masih ada yang ingin kamu katakan ?" tanya sultan dengan suara datar nya tapi tidak dengan tatapannya tak bisa diartikan oleh Nabila maupun Alan.


" Alan rela jika ayah akan memasukan mama ke dalam penjara " ucap Alan yang sadar jika kali ini mamanya sudah sangat keterlaluan.


" Dengar !! Alan pun sudah merelakan jika kamu masuk ke dalam penjara apa lagi aku yang istrinya hampir saja kehilangan nyawanya karena ulahmu "


" karena Agnia jauh lebih baik di banding dirimu "


✍️✍️✍️ bagaimana nasib Nabila dan juga Savitri nanti ? Dan apa yang akan Agnia lakukan jika Agnia tau apa yang di lakukan Savitri dan juga Nabila padanya ?🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya.


Love you moreee 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2