End Of Patience

End Of Patience
Berjuang dan Berusaha


__ADS_3

Terkadang sebagai orang tua kita akan berpikir jika anak tidak perlu tau semua masalah yang sedang orang tua hadapi, tapi semakin kita menutupi semakin besar rasa kecewa seorang anak karena merasa tidak di anggap dalam setiap keputusan yang di hadapi orang tuanya.


" apa jangan jangan jika dia tidak muncul di kehidupan Dava selamanya Dava tidak akan tau tentang semua kebenaran ini " ucap Dava yang masih melihat ke dalam kamarnya karena memang menghindari tatapan Bu cahaya ibu kandungnya.


" sebenarnya apa yang bunda takutkan jika sampai rahasia ini terbongkar ?" tanya Dava tapi tanpa menunggu jawaban dari Bu cahaya Dava langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menunggu jawaban dari ibunya.


" kamu tidak tau bagaimana perihnya ibu melewati semuanya sendiri " ucap Bu cahaya meski pintu kamar Dava sudah tertutup.


Setelah keluar dari rumah cahaya, Aditya langsung menuju rumah yang selama tiga bulan ini iya tempati untuk menyelidiki cahaya dan anak laki laki yang iya yakini sebagai anaknya.


" mas pasti akan bisa meyakinkan Dava dan kita akan bersama seperti rencana awal kita sebelum musibah itu memisahkan kita " ucap Aditya sambil mendudukkan diri di ruang utama rumahnya.


Drttt drttt


Aditya langsung melihat ke arah handphone yang iya letakan di atas meja dan melihat siapa yang menghubunginya


" kenapa ibu tidak mengerti jika kebahagiaan ku hanya ada pada cahaya dan Dava " gerutu Aditya saat melihat ibunya yang lagi lagi menghubunginya tapi kali ini Aditya mengangkat sambungan telepon nya.


" halo dit, kenapa telpon ibu selalu kamu reject " ucap Bu Nadia dengan nada kesal pada Aditya.


" sudah berulangkali Aditya jelaskan jika Aditya tidak bisa menikahi Nilam Bu " ucap Aditya yang sudah berulangkali menolak perjodohan yang di rencanakan ibunya dengan teman sahabat nya itu.


" tapi sampai kapan kamu akan sendiri seperti ini ?" tanya Bu Nadia.


" Aditya akan menikah Bu tapi dengan cahaya " ucap Aditya yang langsung membuat Bu Nadia tercengang mendengar nama yang sudah lama tak iya dengar dari mulut Aditya.


" cahaya ? Cahaya yang mana ? Jangan bilang jika cahaya yang kamu maksud adalah cahaya kekasih mu lima belas tahun lalu " ucap Bu Nadia memastikan tebakannya.


" ibu benar, Adit sudah menemukan cahaya, dan apa ibu tau jika adit ternyata sudah memiliki seorang anak laki laki " ucap Aditya dengan nada penuh haru dan Bu Nadia pun bisa merasakan perasaan yang di rasakan Aditya.

__ADS_1


" tapi dari mana kamu yakin jika anak itu adalah anakmu " ucap Bu Nadia yang mendadak curiga jika cahaya ingin menipu Aditya yang terlihat cinta mati padanya.


" BU CUKUP " bentak Aditya di telpon yang membuat ibunya terdiam untuk pertama kalinya setelah ingatan nya kembali.


" kenapa ibu terus saja merendahkan cahaya " ucap Aditya.


" untuk kali ini Aditya akan menentukan apa yang akan Aditya jalani " ucap Aditya yang langsung menutup sambungan teleponnya.


Sultan Agnia dan Reina pun kini sudah ada di rumah mereka bahkan Reina langsung memasuki kamarnya.


" mas, jika kak cahaya dan ayah Dava kembali bersama, apa mas tidak akan keberatan ?" tanya Agnia yang dari tadi memperhatikan jika sultan sedang memikirkan sesuatu.


" selagi Aditya bisa menjaga kak cahaya dan Dava mas akan selalu mendukung semua keputusan yang kak cahaya ambil " ucap sultan yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


" jadi biarkan kak cahaya dan Dava yang memutuskan apa yang terbaik untuk kehidupan mereka kedepannya dan kita hanya akan mendukung apapun itu " ucap sultan yang langsung menarik Agnia dalam pelukannya.


" kamu ingat apa yang kamu katakan kemarin malam ?" tanya sultan dimana tangannya sudah mulai menjelajah ke area sensitif Agnia yang memberikan rasa yang sungguh luar biasa bagi Agnia dan juga sultan.


Adakah yang ingat dengan Haikal dan Savitri, kini Haikal sudah kembali menikahi Savitri bahkan keduanya tinggal di rumah Bu Nina tapi hingga saat ini Haikal masih belum mendapat pekerjaan meski Haikal sudah mencoba mencari pekerjaan yang di kuasai oleh Haikal.


" mas, mau sampai kapan kita seperti ini ?" tanya Savitri yang hanya ingin kehidupan nya kembali normal seperti sebelum Haikal mengalami kecelakaan itu.


" mas masih berusaha, yang harus kamu yakini jika kita harus saling mendukung untuk saling menguatkan satu sama lain " ucap Haikal yang mencoba bersabar menghadapi keluhan yang di sampaikan Savitri padanya.


" tapi kebutuhan Adam makin hari makin banyak " ucap Savitri yang merasa tidak ada gunanya dia kembali bersama dengan Haikal jika hanya hidup dalam kesusahan.


" mas masih punya simpanan " ucap Haikal.


" kenapa tidak mas jual saja rumah yang dulu mas tempati dengan Agnia ? Vi yakin Agnia tidak membutuhkan itu lagi " ucap Savitri yang malah mengungkit harta bersama yang di miliki Haikal dan juga Agnia selama pernikahan mereka.

__ADS_1


" Tidak " ucap Haikal tegas.


" tapi mas, bukan hanya Reina anak mas, Adam juga anak mas yang perbub nafkah yang cukup dari mas " ucap Savitri yang masih berusaha merayu Haikal untuk menjual rumah dua lantai itu.


Haikal langsung menatap ke arah Savitri yang terasa lancang membicarakan harta yang iya dapat selama pernikahan nya dengan Agnia lima belas tahun lalu.


" mas ingat tanpa harus kamu ingantkan jika Adam adalah anak mas, darah daging mas " ucap Haikal yang mulai kesal dengan apa yang di bahas Savitri.


" tapi semua itu mas dapat sebelum Adam ada dan itu jelas jelas hak dari Agnia dan juga Reina "


ucap Haikal.


" tapi di situ juga ada hak yang mas miliki " ucap Savitri yang malah membuat Haikal benar benar kehilangan akal menghadapi Savitri.


" APA DI KEPALAMU HANYA ADA HARTA DAN HARTA SAJA ?" bentak Haikal yang malah membuat Adam terbangun dari tidurnya.


" apa kamu belum puas dengan semua yang mas berikan untuk mu ?" tanya Haikal yang merasa baru mengenal sisi buruh Savitri.


" sangat wajar jika seorang wanita ingin di manja dengan harta suaminya dan Savitri juga ingin menikmati itu " ucap Savitri yang kini sudah menutupi tubuhnya dengan selimut.


Haikal kini menyadari jika memang Agnia adalah istri yang terbaik yang pernah iya miliki dan juga teman dan sahabat yang selalu mendukung tanpa pernah mengeluh berapapun yang iya berikan.


" Tuhan apa ini hukuman yang harus hamba jalani di sisa umur hamba "


" dan jika memang ini bisa menebus apa yang pernah hamba lakukan pada Agnia maka hamba ikhlas menjalaninya dan menerima bagaimana pun buruknya Savitri, karena hanya dengan tetap bersama Savitri maka Agnia akan aman "


✍️✍️✍️ Syukuri apa yang kamu miliki karena belum tentu apa yang kamu inginkan bisa memberikan yang terbaik seperti yang kamu miliki.


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2