
" angkat tangan " ucap polisi yang memimpin penangkapan residivis yang diduga pelaku tabrak lari seorang wanita hingga mengakibatkan wanita tersebut koma.
Anton sang residivis pun mencoba kabur saat Beberapa anggota polisi mengejarnya.
" jika sampai aku tertangkap polisi, aku tak ingin masuk seorang diri dan kamu juga akan terseret, jadi bantu aku kabur " ucap Anton saat sambungan telepon nya tersambung pada seseorang yang sudah memerintahkan dirinya untuk menabrak seorang wanita.
Anton terus berlari menghindari kejaran polisi hingga akhirnya sampailah Anton di sebuah rumah tua yang terbuka sedikit pintu utama, tanpa pikir panjang Anton masuk ke sana dan mencari tempat untuk nya bersembunyi dari kejaran polisi.
" kamu siapa ?" tanya Savitri yang baru saja dari dapur untuk mengambil minum setelah pulang dari rumah Haikal.
" DIAM.. DAN JANGAN BERTERIAK JIKA KAMU INGIN SELAMAT " ucap Anton sambil membekap mulut Savitri.
" DAN TUTUP PINTU RUMAH MU DAN BERIKAN KUNCINYA PADAKU " ucap Anton yang masih membekap mulut Savitri tapi sambil mendorong Savitri menuju pintu utama rumahnya.
Savitri yang tak memiliki pilihan dan keberanian untuk melawan hanya bisa mengikuti apa yang di perintahkan laki laki yang tak iya kenal.
" bagus " ucap Anton yang kini sudah terduduk di kursi ruang tengah rumah Savitri.
" jangan berteriak dan jangan mengatakan pada siapapun jika aku ada di sini ! itu pun jika kamu ingin selamat " ucap Anton yang membiarkan Savitri berdiri tak jauh darinya.
" apa kamu sedang di kejar polisi ? memang apa yang kamu lakukan sampai posisi mengejar mu ?" tanya Savitri yang tak mau jika harus menyembunyikan seorang pembunuh di rumahnya.
" tak usah ikut campur semua urusanku, cukup diam maka kamu akan aman " ucap Anton sambil memejamkan matanya karena iya berlari lumayan jauh.
Savitri pun mencoba percaya jika laki laki yang tidak iya kenal tidak akan melakukan hal buruk padanya jika dirinya tidak macam macam.
Setelah mendapat telepon dari orang suruhannya, perasaan Nabila kini semakin tidak tenang. iya pikir sultan tidak akan melaporkan kejadian yang menimpa Agnia ke kepolisian tapi semua dugaan nya salah, semuanya berbalik pada Nabila.
" Arrrggggghhhh awas kau Agnia, jika aku tidak bisa kembali pada sultan maka kamu juga tidak akan bisa bahagia bersama mas sultan " ucap Nabila yang masih terdengar oleh Alan.
" MAH... KENAPA MAMAH JADI SEPERTI INI ??" tanya Alan yang bingung harus bagaimana menghentikan ibunya yang masih ingin mencelakai ibu sambungnya.
" KENAPA .. APA KARENA KAMU SUDAH TINGGAL DENGAN WANITA ITU MAKA KAMU JADI PERDULI PADA WANITA ITU ??" tanya Nabila penuh amarah.
__ADS_1
" bukan seperti itu mah, tapi apa yang mama lakukan itu salah dan Alan tidak mau mamah sampai masuk penjara hanya karena ambisi dan obsesi mama saja " ucap Alan mencoba menyadarkan Nabila.
" JANGAN SOK MENASEHATI MAMA JIKA KAMU TIDAK BISA MEMBANTU MAMA " ucap Nabila yang merasa Alan ikut campur dengan segala urusannya.
Sultan yang saat ini sudah lumayan segar karena seperti yang di ucapkan Bu cahaya jika Bu cahaya akan membawakan pakaian ganti untuk dirinya
" makasih kak " Bu cahaya hanya tersenyum karena baginya sultan adalah adik sekaligus keluarga satu satunya di dunia ini.
" bagaimana dengan pelaku penabrakan Agnia,apa sudah kamu usut ?" tanya Bu cahaya yang sangat hapal bagaimana cara kerja sultan jika ada orang yang mencoba mengusik ketenangan keluarga apalagi orang yang iya sayangi.
" sudah sultan urus dan sultan tidak akan membiarkan orang tersebut lolos " lain dengan Nabila yang memang mengkhianati sultan jadi sultan tidak bisa melakukan apapun selain membiarkan Nabila pergi dan menceraikannya.
" baiklah jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali " ucap Bu cahaya yang tak tega melihat sultan yang terlihat terpukul melihat Agnia tak sadarkan diri semalaman.
" mas.. "
" kapan Agnia pulang " tanya Agnia yang tak betah di rumah sakit setelah sultan dan Bu cahaya berada di sampingnya.
" sabar, yang penting kamu segar dulu karena mas ngga mau jika kamu memaksa pulang malah membuat kamu lama proses penyembuhannya " ucap sultan yang mengerti jika Agnia kurang nyaman di rumah sakit.
" ibu harap kamu bisa mengendalikan diri jika sedang bertemu dengan Agnia " ucap Bu Nina yang tau jika Haikal masih berharap Agnia kembali.
" kamu harus ingat jika agnia kini tidak lagi sendiri dan Agnia sudah menikah dengan laki laki yang ibu yakin bisa membahagiakan Agnia lebih dari kamu " ucap Bu Nina.
" Haikal hanya perlu waktu Bu " ucap Haikal yang masih belum bisa berjalan tanpa bantuan alat.
" mulai sekarang kamu harus semangat untuk sembuh karena ada Adam yang harus kamu urus dan kamu biayai " ucap Bu Nina berharap dengan berkata seperti itu membuat Haikal memiliki semangat untuk kembali seperti dulu bisa berjalan dan beraktivitas seperti sebelumnya.
Tanpa menjawab Haikal memilih meninggalkan ibunya yang masih menggendong Adam yang terlihat nyaman dalam gendongan Bu Nina.
" kamu lihat Adam, bagaimana ayahmu yang tak memiliki semangat untuk sembuh " ucap Bu Nina yang jujur sedih melihat Haikal seperti itu.
" jadi nenek mohon, bantu nenek agar ayah kamu semangat untuk sembuh dan agar ayah kamu juga bisa menyayangimu " ucap Bu Nina yang langsung melabuhkan kecupan di kening Adam yang baru saja terlelap dalam gendongan nya.
__ADS_1
Polisi yang kehilangan jejak Anton terus menyisir daerah di sekitar rumah Savitri bahkan tak segan polisi pun menggedor rumah yang mungkin ada Anton di dalamnya.
" kalian awasi daerah ini, karena saya yakin jika Anton bersembunyi di daerah ini dan saya yakin lambat Laun Anton pasti akan keluar dari persembunyiannya " ucap polisi yang memimpin penyergapan Anton.
" SIAP LAKSANAKAN " ucap semua anggota yang ikut dalam penyergapan.
" gunakan pakaian bebas agar Anton berpikir jika kita tidak mengawasi tempat ini " ucap pimpinan penyergapan yang tak lain adalah Aipda Hamka.
" siap.. "
Aipda Hamka pun mencoba menghubungi teman sekaligus orang yang memintanya menangani kasus tabrak lari istrinya yang tak lain adalah sultan.
" halo " sapa Aipda Hamka saat sambungan telepon nya sudah tersambung.
" halo Hamka, bagaimana apa sudah ada hasil ?" tanya sultan yang sudah sangat akrab dengan Hamka.
" dia lolos tapi aku janji akan bisa menangkap dan menyerahkannya padamu sebelum aku seret dia ke kantor polisi " ucap Hamka yang tau bagaimana sifat sultan sahabatnya.
" terima kasih karena sudah mau memegang kasus ini " ucap sultan.
" tapi aku curiga jika ini semua ada hubungannya dengan Nabila yang ingin kembali padamu ?"
" aku tau tapi aku tidak bisa melakukan apapun sampai semuanya jelas dan ada bukti nyata " ucap sultan.
" lalu jika sampai benar Nabila otak dari kecelakaan Agnia apa yang akan kamu lakukan ?"
" aku ...
✍️✍️✍️ apa yang akan sultan lakukan pada Nabila jika benar Nabila otak dari kecelakaan Agnia ? dan bagaimana nasib Savitri di tangan Anton ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi dan jadikan R-kha author favorit mu agar lebih semangat update nya
__ADS_1
Love you moreee 😘😘😘