
" sayang.. " Agnia yang baru saja tiba di rumah Dava langsung memanggil Reina yang kini tengah menikmati makan malam di rumah Dava bersama Bu cahaya dan juga Dava tentunya.
" bunda.. " Reina menghentikan makannya dan berjalan menghampiri agnia yang berdiri tak jauh darinya.
" sayang.. maaf ya.. jika saja Bunda tidak mengantarkan kamu ke rumah ayah kamu, kamu tidak akan mengalami hal ini " ucap agnia sambil mengusap pipi Reina dan benar saja Reina masih meringis saat agnia mengusap lembut pipi Reina.
" bunda ngga salah, ayah saja yang keterlaluan dan malah menyalahkan Reina karena Reina meminta ayah mengabulkan permintaan cerai bunda "
Agnia yang kini tau alasan Haikal menampar Reina pun langsung memeluk Reina penuh sesal dengan sikap Haikal yang hanya bisa mencari kesalahan dalam diri orang lain tanpa ingin introspeksi diri dengan semua kesalahan nya.
" mba Agnia, Reina .. nanti di lanjut lagi pelukan nya, sekarang kita makan malam dulu " ucap Bu cahaya mempersilahkan Agnia dan Reina untuk ikut bergabung makan malam bersama.
" ayo Bun kita makan malam " ucap Reina sambil mengajak bundanya duduk yang kebetulan berada di dekat pak sultan.
Jujur Agnia malu dan kurang nyaman harus makan malam di rumah keluarga Dava tapi demi menghargai Bu cahaya dan pah sultan yang sudah banyak membantunya membuat agnia mencoba berbaur dan menikmati makan malam ini.
" sayang ayo kita pulang, sudah malam " ucap agnia setelah selesai makan malam dan berbincang bincang sebentar dengan Bu cahaya.
" iya, Reina pamit sama Dava dulu " ucap Reina sambil mencari Dava di gajebo belakang tempat favorit mereka jika sedang di rumah.
" kenapa buru buru " ucap Bu cahaya yang sudah menganggap agnia dan Reina sebagai bagian dari keluarga.
" sudah malam mba, dan sebenarnya saya tidak enak sama mba dan pak sultan karena sudah banyak merepotkan kalian di sini " ucap agnia malu.
" jangan berbicara seperti itu, anggap kami sebagai bagian dari keluarga karena saya juga sudah menganggap kalian bagian dari keluarga kami " ucap Bu cahaya sambil menepuk satu tangan Agnia.
" ayo Bun " ucap Reina yang kini sudah berjalan bersama dengan Dava.
" Bun.. Dava harap bunda dan Reina bisa hidup bahagia dan tak kan terpisah lagi " ucapan Dava sontak membuat Bu cahaya dan pak sultan syok.
" doakan saja ya, semoga kita semua hidup bahagia bersama dengan orang yang menyayangi kita " ucap Agnia yang kini sudah berdiri dan pamit dari hadapan semua.
Lain halnya dengan Savitri yang harus menahan kekecewaan nya karena tidak bisa meyakinkan Haikal untuk kembali bersama padanya,
__ADS_1
" apa yang harus aku lakukan sekarang ? apa aku harus benar benar menyerahkan anak yang aku kandung nanti pada mas Haikal " gumam savitri yang kini sudah sampai dirumahnya.
" baiklah, jangan takut dengan apa yang belum terjadi Vi, karena kita tidak akan tau kedepannya nanti " gumam savitri lagi sambil mencoba menghubungi Haikal.
" halo mas " ucap savitri saat sambungan telepon nya sudah di jawab oleh Haikal.
" iya Vi ? ada apa ? " tanya Haikal dari seberang telepon sana.
" Vi sudah putuskan semuanya, jadi apa bisa mas kesini malam ini ?" tanya savitri yang berharap Haikal mau datang ke rumahnya malam ini juga.
" dan Vi harap mas tidak akan membuat Vi kecewa malam ini " ucap savitri yang memang sangat merindukan Haikal.
" kita lihat nanti keputusan apa yang sudah kamu ambil, jadi setelah itu kita bisa lihat apa kamu akan kembali kecewa atau tidak " ucap Haikal dan tak lama sambungan telepon nya pun terputus.
" dari siapa kal ?" tanya Bu Nina pada putranya yang kini sudah bersiap untuk pergi.
" Savitri Bu " ucap Haikal sambil melihat ke arah ibunya.
" ada apa lagi dengan anak ini, apa yang savitri lakukan sampai sampai membuat Haikal kembali goyah " ucap Bu Nina sambil melihat ke arah pintu rumah dimana Haikal baru saja pergi.
Savitri yang sangat berharap Haikal akan datang ke rumahnya pun kini sudah bersiap, bahkan savitri sampai menyemprotkan minyak wangi di tubuhnya.
" Vi ngga akan menyia nyiakan kesempatan ini agar mas bisa kembali sama Vi lagi " ucap savitri yang sudah sangat tidak sabar menunggu kedatangan Haikal.
Lainnya dengan Agnia yang baru saja tiba kontrakan rumahnya bersama Reina putrinya.
" cepat tidur sudah malam besok kan Reina sekolah " ucap agnia.
" Bun, bisa kan kalo Reina tinggal sama bunda saja " ucap Reina penuh harap.
" bunda akan berusaha membujuk ayah kamu sayang, dan semoga saja akan ada jalan untuk kita bisa bersama " ucap agnia meski ada sedikit ragu Haikal akan mengijinkan Reina tinggal dengannya.
" sekarang Reina tidur dan jangan terlalu memikirkan masalah bunda sama ayah ok " ucap agnia sambil membantu menyelimuti tubuh putrinya.
__ADS_1
Sungguh Agnia sedih melihat rumah tangganya yang di ujung tanduk yang berakibat pada Reina putri mereka.
" maafkan bunda sayang, karena bunda kamu jadi merasakan hal ini " gumam agnia dalam hati sambil melihat ke arah Reina yang sudah tertidur.
Haikal yang baru saja sampai di rumah savitri langsung di sambut savitri karena memang savitri sudah menunggunya sejak tadi.
" mas " Savitri mencium punggung tangan Haikal berharap dengan sikap manisnya bisa membuat Haikal luluh.
" kita bicara di dalam " ucap Haikal sambil mengajak masuk Savitri, jujur Haikal sedikit trauma saat datang kembali ke rumah Savitri.
" langsung saja " ucap Haikal setelah duduk di kursi tamu rumah savitri.
" Vi setuju dengan syarat yang mas ajukan tapi Vi juga punya syarat yang harus mas penuhi selama pernikahan kita " ucap Savitri.
" katakan " ucap Haikal yang tidak menyangka jika Savitri dengan mudahnya menyetujui syarat yang iya ajukan.
" Vi ingin kita menikah secara resmi agar anak yang Vi kandung memiliki status yang jelas meski nanti Vi akan serahkan sama mas " ucap Savitri setelah memikirkan semuanya baik baik.
" dan satu lagi, Vi ingin kita tinggal bersama, terserah kita akan tinggal di sini atau pun di rumah ibu mas tapi yang pasti Vi ingin kita hidup bersama jangan sekedar status pernikahan saja " ucap Savitri penuh keyakinan.
" wow.. seperti nya kamu sudah memikirkan semuanya dengan sangat baik " ucap Haikal tersenyum sinis.
" Vi hanya ingin anak Vi memiliki status yang jelas di mata hukum " ucap Savitri bukan hanya karena keegoisan nya saja, setidaknya meskipun dirinya kelak akan berpisah dengan Haikal tapi anak nya akan mendapatkan hak dari ayah kandungnya.
" dan Vi harap Bu Nina juga tau jika kita akan menikah...
✍️✍️✍️ Apa Haikal akan menyetujui semua syarat yang di ajukan savitri yang tentunya membuat agnia mundur untuk selama nya ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1