
Nabila yang sudah sangat merindukan Arsy langsung mendatangi nya di rumahnya setelah berhasil menyuruh Alan pergi ke rumah Bu cahaya kakak dari mantan suaminya.
" Alan masih berusaha, tapi sepertinya akan sangat susah kembali menguasai Sultan untuk kali ini " jawab Nabila yang sudah di giring oleh Arsy ke kamarnya.
" dasar anak bodoh, di beri perintah seperti itu saja tidak becus " ucap Arsy geram pada Alan.
" memang apa rencana kamu sebenarnya mas ?" tanya Nabila yang sudah terbaring di atas tempat tidur Arsy.
" kamu tau, jika kamu bisa kembali pada sultan maka kita bisa kembali menguasai semua harta nya " ucap Arsy sambil memberikan sentuhan lembut di titik yang paling di sukai Nabila.
" tapi sekarang sultan tidak sebodoh dulu di mana dulu iya begitu tergila gila padaku " ucap Nabila sambil menikmati setiap sentuhan yang di berikan Arsy padanya.
" maka itu tugas kamu untuk bisa membuatnya kembali tergila gila, dan aku tidak mau tau kamu harus menuruti apa yang aku perintahkan " ucap Arsy sambil mere mas pepaya Bangkok Nabila sedikit keras.
" auhhhh " Nabila kesakitan dengan apa yang di lakukan Arsy padanya.
" dan jika sampai Alan tidak berhasil membujuk sultan makan jangan salah kan aku jika Alan tau siapa dia sebenarnya dan aku juga akan menjual kamu pada lelaki hidung belang " ucap Arsy sambil meninggalkan Nabila yang kini sudah menitikkan air mata nya.
" kenapa aku tidak mengenalimu lagi ? Atau ini memang dirimu yang sebenarnya ?" tanya Nabila yang sudah menghapus air mata yang terus mengalir di pipinya, Arsy yang masih bisa mendengar semua ucapan Nabila langsung terdiam dan berbalik melihat ke arah Nabila.
" apa kamu baru menyadarinya ?" ucap Arsy dengan senyum yang terlihat mengerikan di mata Nabila.
" dan aku tidak pernah main main dengan semua yang aku ucapkan padamu " ucap Arsy sambil berlalu pergi dari hadapan Nabila yang mulai menyesali semua yang pernah iya lakukan, yang bahkan rela mengkhianati sultan suaminya karena tergoda dengan semua bujuk rayu Arsy.
Sedangkan orang yang sedang di incar oleh Arsy dan juga Nabila kini sudah bersiap untuk pergi berlibur seperti yang di ucapkan sultan saat di rumah Agnia.
" yah.. " sultan yang baru saja akan membuka pintu mobil terdiam saat merasa Mendengar suara putranya yang semalam sudah berdebat dengannya.
" yah.. " Alan kembali memanggil sultan yang masih bergeming seolah tak percaya jika dirinya memanggil.
Sultan pun berbalik setelah agnia memanggilnya dari dalam mobil dan memberitahu jika memang Alan yang ada di belakangnya.
__ADS_1
" Alan ? Kenapa ada di sini ?" tanya sultan sambil melihat ke arah Alan tapi matanya menyisir di belakang Alan berharap Nabila tidak ikut bersama Alan.
" mamah ngga ikut " ucap Alan yang mengerti arti tatapan sultan yang enggan melihat ibunya berada di sani.
" mas.. Ajak Alan sekalian berlibur " ucap Agnia yang ingin kembali mendekatkan Alan dengan sultan calon suaminya.
" Alan mau ikut sama ayah dan Tante Agnia ?" tanya sultan yang tak ingin memaksakan kehendak nya pada Alan.
" apa boleh ?" tanya Alan saat melihat Reina dan Dava juga ada di dalam mobil.
" boleh dong, ayo masuk " jawab Agnia dari dalam mobil, sedangkan Reina dan Dava hanya diam toh bunda Agnia saja tidak keberatan jadi kenapa mereka harus keberatan.
" ayo Alan masuk " ajak Agnia yang meminta Reina membuka pintu mobil tengah.
" Reina kamu di sebelah sini " ucap Dava yang langsung turun karena tak mau Reina berada di tengah-tengah antara dirinya dan Alan, sedangkan Reina hanya bisa mengikuti apa yang disampaikan Dava karena dirinya pun merasa kurang nyaman berada disamping laki laki yang tidak iya kenal sebelumnya.
Alan yang melihat Dava yang seperti tak ingin Reina dekat dengannya pun hanya bisa tersenyum penuh misteri tanpa Dava dan Reina sadari.
" Reina kenalkan dia Alan anak dari om sultan yang jika nanti om sultan dan bunda menikah maka di akan menjadi kakak tiri untuk kamu " ucap Agnia menjelaskan karena kini dia sudah yakin akan menikah dengan sultan.
" Alan kenalkan ini anak Tante Reina yang nanti akan menjadi saudara tiri kamu jika ayah sultan dan Tante menikah " ucap Agnia agar suasana di dalam mobil tidak terlalu hening.
" memang kapan Tante dan ayah akan menikah ?" tanya Alan yang sepertinya harus bisa bergerak cepat untuk menggagalkan rencana ayahnya untuk menikah dengan wanita lain selain ibunya.
" lusa " ucap sultan yang ikut menjawab agar Alan tidak mencoba menggagalkan rencananya yang akan menikahi Agnia.
" terus sekarang kita akan pergi kemana ? " tanya Alan yang sudah mencoba menghubungi ibunya tanpa sepengetahuan Reina dan Dava.
" kata ayah kamu sih kejutan, dan Tante juga tidak tau akan dibawa ke mana " ucap Agnia apa adanya.
" dav, Reina.. Bicara dong biar Alan tidak merasa sendiri di antara kita " ucap Agnia yang merasa kasihan karena Alan seolah di acuhkan oleh Reina dan Dava.
__ADS_1
" apa Tante sudah yakin ?" tanya Alan yang ingin mencari celah agar agnia mau menghentikan pernikahan mereka.
" Alan.. Ayah mohon jangan membahas itu lagi " ucap sultan yang mulai membaca rencana yang ada di pikiran Alan kerena tiba tiba saja Alan mau ikut bergabung bersama dengan mereka.
" mas.. " Agnia memegang lengan sultan agar sultan bisa percaya padanya, bahwa dirinya bisa membuat Alan yakin dan memberikan mereka Restu, akhirnya sultan memilih diam dan mempercayakan semuanya pada Agnia.
" Tante yakin " ucap Agnia sambil memberikan senyum yang malah membuat sultan semakin tak tahan untuk bisa segera menikahI agnia.
" karena butuh waktu bagi tante untuk berani membuka hati untuk laki laki lain setelah perceraian Tante dengan mantan suami Tante dan ayah kamu dengan sabar menunggu Tante " ucap Agnia penuh dengan keyakinan.
" lalu, apa Tante tidak takut jika ayah mungkin akan melakukan apa yang pernah di lakukan mantan suami Tante pada Tante bahkan lebih" ucap Alan tapi kini kembali memasukan handphone nya tanpa melihat apakah handphone itu masih tersambung atau tidak.
Agnia hanya tersenyum ke arah Alan karena jujur iya pernah berpikir jika mungkin saja sultan akan melakukan apa yang Haikal lakukan padanya, tapi iya kini yakin jika sultan memanglah laki laki yang berbeda karena iya tau bagaimana rasanya di khianati.
" kamu tau, jika memang ayah kamu laki laki yang mudah tergoda dengan wanita lain, tidak akan mungkin iya gigih dan sabar untuk bisa mendapatkan Tante yang jelas jelas pernah terluka karena pengkhianat "
" itu karena ayah kan belum dapetin Tante, mungkin saja ayah akan melakukan apa yang pernah di lakukan mantan suami Tante atau mungkin bisa lebih setelah mendapatkan Tante !!" ucap Alan terus menjatuhkan Sultan di hadapan Agnia.
" ALAN... " Reina dan Dava yang dari tadi hanya terdiam mendengar kan kini sudah tidak bisa berdiam saat melihat Agnia terus di pojokan sedangkan om sultan terus di jelek jelekkan olehnya.
" sayang.. " Agnia menggeleng ke arah Dava dan Reina agar bisa tenang menghadapi Alan yang mungkin dalam posisi meyakinkan diri dari semua yang sedang di hadapi nya.
" itu berarti kamu masih belum mengenal ayah kau sebaik Tante mengenal ayah kamu "
✍️✍️✍️ apa setelah mendengar apa yang di sampaikan Agnia, Alan bisa yakin dan percaya jika ayahnya tidak bersalah dan ayahnya yang menjadi korban dari pengkhianatan ibunya sendiri ??🤔🤔 dan bagaimana kondisi Haikal setelah siuman 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1