End Of Patience

End Of Patience
Tamu Tak di Undang


__ADS_3

Kabar kehamilan Agnia pun menyebar sangat cepat, bahkan kabar itu telah sampai ke telinga Haikal dan juga Savitri.


" mulai saat ini mas tidak perlu mengkhawatirkan Agnia karena Agnia pasti akan di jaga oleh suaminya yang pastinya akan lebih protektif pada Agnia dan calon anaknya " ucap Savitri yang masih sering cemburu jika harus membahas tentang Agnia bersama Haikal.


" iya mas tau, kini mas sudah bisa tenang karena Agnia mendapatkan suami yang lebih baik dari mas " ucap Haikal yang malah memantik rasa kesal di hati Savitri yang tadi sempat meredup.


" dan mas juga harus bersyukur karena mendapatkan Savitri yang juga lebih baik dari Agnia " ucap Savitri jumawa.


Haikal yang malas berdebat pun memilih pergi menemui Bu Nina yang kini sedang bersama dengan Adam di teras rumah.


" Bu .. Haikal punya kabar gembira tentang Agnia" ucap Haikal yang langsung mendapat perhatian dari Bu Nina yang masih tetap menggendong Adam yang terlihat tertidur dalam gendongan Bu Nina.


" apa ?" tanya Bu Nina penasaran karena bagi Bu Nina Agnia kini sudah seperti seorang anak baginya.


" Agnia sedang hamil dan menurut kabar dari Reina jika Agnia hamil anak kembar " ucap Haikal yang kini sudah benar benar move on dari Agnia.


" benarkah ? Syukurlah jika benar seperti itu " ucap Bu Nina yang malah berkaca kaca mendengar berita tentang Agnia.


" akhirnya Agnia bisa benar benar merasakan kebahagiaan setelah begitu banyak luka yang iya rasakan " ucap Bu Nina, Savitri yang mencuri dengar obrolan Haikal dan Bu Nina pun jujur merasa iri dengan Agnia yang terlihat begitu istimewa dimata Bu Nina dan Haikal.


Begitu pun dengan Bu cahaya yang ikut bahagia dengan berita yang di sampaikan sultan padanya.


" kakak bersyukur kamu bisa merasakan memiliki anak kandung mu sendiri " ucap Bu cahaya.


" setidaknya kamu Bisa meraih kebahagiaan tidak seperti kakak yang sangat sulit untuk bisa merengkuh bahagia " ucap Bu cahaya yang kembali terhalang restu dari orang tua Aditya.


Tok tok tok


Bu cahaya yang sedang sedikit melamun pun langsung tersadar setelah mendengar bunyi pintu rumahnya yang di ketuk dari luar.


" kenapa Dava pulang lagi ? Katanya mau pergi ke rumah Reina ?" ucap Bu cahaya yang mengira jika yang mengetuk pintu rumahnya adalah Dava putranya.


Cklek...

__ADS_1


Bu cahaya kembali terdiam saat melihat siapa yang kini ada di hadapannya atau lebih tepatnya di depan pintu rumahnya.


" mas ? Bu.. " cahaya mendadak kikuk saat kini sudah berhadapan dengan ibunya Aditya yang bernama Milka.


" siang Bu " ucap cahaya setelah berhasil menguasai diri.


" apa saya tidak di perkenankan untuk masuk ?" tanya Bu Milka pada cahaya yang malah menghalangi jalan tamu yang ingin masuk ke dalam rumahnya.


" maaf, mari silahkan masuk " ucap Cahaya yang kini sudah memberi jalan pada Aditya dan Bu Milka agar bisa masuk ke dalam rumahnya.


" mas kenapa tidak bilang jika akan ke sini " bisik cahaya tapi masih terdengar oleh Bu Milka meski tidak secara jelas.


" saya yang meminta Aditya tidak memberitahu kamu jika kamu akan datang ke sini " ucap Bu Milka yang kini sudah duduk di ruang tamu rumah cahaya.


" jujur saya tidak keberatan jika ibu akan lebih sering datang ke sini " ucap cahaya meluruskan.


" tapi jika cahaya tau jika ibu akan datang, cahaya bisa akan menyiapkan makanan yang ibu suka " ucap cahaya yang terus mencoba meraih restu dari ibu kandungnya Aditya.


" saya datang kesini bukan untuk meminta makan, tapi ada hal yang ingin saya sampaikan " ucap Bu Milka yang masih saja terlihat tidak menyukai cahaya.


" ibu ingat, kamu tenang saja " ucap Bu Milka yang sebenarnya sangat terpaksa datang ke rumah cahaya karena desakan dari Aditya yang ingin jika dirinya bisa mengenal cahaya dan Dava sebelum memutuskan semuanya.


Cahaya yang merasa jika ada hal yang kurang baik yang ingin di sampaikan Bu Milka pun kini sudah menyiapkan hatinya jika untuk kedua kalinya mendapat penolakan dari Bu Milka.


" saya ingin bertemu dengan anak laki laki kamu, siapa namanya ?" tanya Bu Milka pada Aditya.


" Dava Alkatiri " jawab cahaya.


" maaf Dava sedang pergi ke rumah omnya, yang baru saja pulang dari rumah sakit " ucap cahaya apa adanya.


" tapi kamu bisa kan menyuruhnya pulang karena saya ingin melihatnya " ucap Bu Milka, cahaya langsung melihat ke arah Aditya yang hanya mengangguk seolah menyuruh cahaya langsung menghubungi Dava agar bisa segera pulang sebelum ibu ya berubah pikiran.


" baiklah, saya akan mencoba menghubungi Dava dan memintanya pulang saat ini juga " ucap cahaya bangkit sambil membawa handphone nya menuju dapur karena sekalian membuatkan minum untuk semua yang ada di sana.

__ADS_1


" Bu, Adit temani cahaya dulu ya " ucap Aditya yang tanpa menunggu jawaban ibunya, Aditya kini berjalan ke arah cahaya yang masih terlihat oleh Bu Nina.


" maaf, ibu memaksa datang ke sini untuk melihat kamu dan anak Kita " ucap Aditya yang kini sudah duduk tak jauh dari cahaya yang sedang membuat kan minuman untuk ibunya Dava.


" ngga papa mas, cahaya mau telpon Dava dulu ya " ucap cahaya yang langsung menelpon Dava yang baru saja tiba di rumah sultan yang berbarengan dengan kedatangan sultan dari rumah sakit.


" halo Bu, Dava baru saja sampai di rumah om sultan " ucap Dava yang langsung memberitahu dimana dirinya kini sebelum ibunya bertanya.


" sayang, kamu bisa pulang dulu ke rumah ? di sini ada yang ingin bertemu sama kamu " ucap cahaya.


" siapa Bu ?" tanya Dava sambil melihat ke arah Reina.


" siapa Dava ?" tanya sultan yang melihat Dava yang tengah berbicara serius dengan lawan bicara nya.


" bunda, bunda bilang ada yang ingin bertemu dengan Dava " ucap Dava yang mana telepon nya masih tersambung pada cahaya.


" biar om yang bicara " ucap sultan sambil mengambil alih handphone Dava.


" halo kak, ini sultan " ucap sultan.


" siapa yang datang ? Apa kakak baik baik saja ?" tanya sultan yang tiba tiba saja mengkhawatirkan kakaknya dan saudara satu satunya bagi sultan.


" ibunya mas Aditya yang ingin melihat Dava " ucap cahaya yang memang tidak tau maksud kedatangan Bu Milka ke rumahnya.


" sepuluh menit lagi Dava akan sampai di rumah kakak " ucap sultan yang langsung menutup sambungan telepon nya dan memberikan handphone nya pada Dava.


" sayang, mas akan pergi ke rumah kak cahaya, kamu di rumah saja ya " ucap sultan pada Agnia.


" apa semuanya biak baik saja ?"


✍️✍️✍️ Apa semua baik baik saja ? dan apa tujuan sebenarnya dari kedatangan Bu Milka ke rumah cahaya ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2