End Of Patience

End Of Patience
Ulat Bulu Baru


__ADS_3

Sultan tidak akan pernah menerima jika Agnia di cap buruk oleh siapapun terlebih oleh Nabila yang tidak ada apa apanya dibandingkan Nabila, wanita murahan yang lebih memikirkan dirinya sendiri dibanding kebahagiaan orang lain.


" kamu tidak berhak menuduh Agnia seperti itu karena kamu sendiri tidak mengenalinya " ucap sultan yang sudah kembali menguasai pikirannya.


" bahkan Alan juga menganggap Agnia sebagai bundanya tanpa ada satu orang pun yang memaksa nya memanggil Agnia bunda " ucap sultan apa adanya.


" itu karena Alan merasa jika Agnia memang tulus menyayangi nya " ucap sultan yang sudah tidak bisa menahan geramnya dengan apa yang di katakan Nabila.


" Alan pasti memanggil dia dengan panggilan bunda karena takut padamu " ucap Nabila yang masih belum bisa menerima jika Alan bisa dengan mudah menerima Agnia menggantikan posisinya.


" terserah kamu mau berpikir seperti apa, tapi aku mohon kamu pergi dari sini sekarang " usir sultan pada Nabila.


Nabila yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa menghentikan kakinya berbalik untuk meninggalkan sultan yang seperti nya sudah cinta mati pada Agnia.


" harusnya kamu bersyukur selama kamu di penjara Alan tak kehilangan sosok ibu yang bisa menjadi teman sekaligus ibu dari Agnia " ucap sultan yang sangat menyayangkan sikap Nabila yang masih belum berubah meski telah masuk penjara sekalipun.


Tapi Nabila yang sudah tertutup hatinya dan sudah merasa dengki pada Agnia seolah menolak apa yang di sampaikan sultan sekalipun itu sebuah kebenaran.


Flashback off


" Alan pasti akan sangat kecewa saat bertemu dengan nabila lagi sedangkan Nabila masih sama seperti dulu " ucap sultan saat teringat tentang Nabila.


" tapi aku harap Alan bisa memberikan pengertian pada Nabila jika apa yang iya lakukan itu salah dan tidak baik untuk dirinya sendiri " ucap sultan yang mencoba kembali fokus pada ke jalanan dan tak butuh waktu lama kini sultan sudah sampai di kantor nya.


Sedangkan Agnia juga kini sudah sampai di sekolah Ghani dan Ghavi dimana di sana sudah banyak orang tua yang sedang menunggu anak anaknya.


" bunda mau tunggu apa mau pulang ?" tanya ghavi sebelum turun dari mobil yang Agnia kemudikan.


" ghavi maunya bunda tunggu atau bunda pulang ?" tanya Agnia yang heran dengan pertanyaan yang di lontarkan putranya.


" kata Bu guru kalo bisa saat kami sekolah jangan di tunggu " ucap Ghani yang juga belum turun.


" tapi ghavi malas kalo istirahat suka ada ibu ibu yang nanyain ayah " ucap Ghavi dengan wajah cemberutnya.

__ADS_1


Agnia serasa lucu dengan sikap ghavi yang protektif terhadap ayahnya bahkan saat orang lain menanyakan ayahnya ghavi seolah tidak rela.


" bunda temani turun tapi kalo ghavi sudah masuk kelas bunda langsung pulang ok " ucap Agnia yang memang kurang suka nongkrong di sekolah.


" ok bunda, biar mereka semua tau jika ayah sudah punya bunda yang sangat cantik " ucap Ghavi setuju dengan usulan Bundanya.


Dan benar saja saat Ghavi dan Ghani turun dari mobil semua mata tertuju pada kedua bocah itu tapi saat Agnia turun dari mobil menyusul kedua anaknya semua yang ada di sana menyangka jika Agnia adalah adik dari sultan.


" Ghavi itu adiknya ayah ghavi ?" tanya salah satu wanita yang ada di sana yang ternyata seorang janda muda yang suka pada sultan.


" ini Bunda Ghavi sama Ghani " ucap Ghani sambil menggandeng tangan Agnia agar melanjutkan langkahnya menuju kelas mereka.


" bunda ? Istrinya pak sultan dong " bisik bisik ibu ibu yang ada di sana.


" wah lu patah hati dong mon ?" ucap ibu yang bernama Cika.


" ngga lah, sekarang udah jamannya pacaran sama suami orang dan itu tantangan yang sangat menarik buat gue " ucap Mona yang mulai berpikir buruk dan berniat menjadi orang ketiga dalam rumah tangga sultan dan Agnia.


" pagi ibu ibu semua " sapa Agnia setelah kembali mengantarkan Ghani dan ghavi ke kelas mereka.


" pagi juga mama Ghani Ghavi " sapa semua yang ada di sana kecuali Mona yang malah memberikan tatapan tak bersahabat untuk Agnia.


" kami pikir ibu adiknya pak sultan " ucap salah satu ibu yang ada di sana, Agnia pun tersenyum ke arah semua yang ada di sana.


" Alhamdulillah saya istri dari pak sultan " ucap Agnia yang bisa menebak jika salah satu dari mereka ada yang menyukai suaminya.


" mari ibu ibu semua, masih ada yang harus saya kerjakan di rumah " ucap Agnia yang memang kurang suka berkumpul di luar rumah selain dengan keluarga nya.


" emang ngga punya pembantu ya di rumah ? Kirain pak sultan sayang sama istrinya tapi kayaknya engga ya, masa sekolah di tempat elit tapi kerjaan rumah di kerjain sendiri " ucap Mona seolah memiliki kesempatan untuk bisa mencela Agnia.


" maaf, mas sultan sangat menyayangi saya dan saya juga memiliki asisten rumah tangga di rumah " ucap Agnia santai.


" tapi untuk urusan suami saya mulai dari pakaian hingga makanan saya sendiri yang menyiapkan " ucap Agnia tegas.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Agnia pun melangkah dari sana karena iya yakin jika memang ada yang tertarik pada sultan suaminya, sedangkan ibu ibu yang ada di sana langsung menegur Mona yang terlalu frontal dalam menyampaikan rasa ketidak sukaan nya.


drttt drttt drttt


Notifikasi handphone Agnia pun berbunyi tanda ada pesan masuk dari seseorang yang membuat putri satu satunya gelisah selama beberapa bulan ini.


" Bun.. Bagaimana kabar Reina ?" tanya seseorang yang jauh dari kota dimana Agnia Reina dan sultan tinggal.


" boleh kirimin foto Reina ngga Bun " pesan orang itu yang ternyata adalah Dava anak dari cahaya dan Aditya.


Ya Agnia dan Dava selama ini selalu berkomunikasi baik dengan cahaya kakak iparnya ataupun dengan Dava keponakan nya.


Agnia yang baru saja sampai di dalam mobilnya langsung mencoba menghubungi Dava yang terlihat masih online dari layar handphone nya, dan tak butuh waktu lama Dava pun mengangkat sambungan telepon dari Agnia.


" halo Bun " sapa Dava dengan suara lemahnya.


" halo sayang " ucap Agnia yang merasa sedih saat mendengar suara Dava.


" Bun bagaimana kabar Reina ?" tanya Dava dengan suara lemahnya.


" Reina sehat, tapi Reina terlihat semakin murung dan sering melihat ke arah handphone nya " ucap Agnia apa adanya.


" apa tidak bisa kamu mencoba menghubungi Reina sekali saja " ucap Agnia berharap Dava mau menghubungi putrinya


" Dava mau bunda, tapi Dava tidak mau membuat Reina sedih dengan apa yang terjadi pada Dava "


✍️✍️✍️ happy reading


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2