
Agnia tidak lah sebodoh yang Haikal pikirkan dimana agnia dengan mudah kembali percaya pada Haikal, tapi demi menjaga kestabilan emosi Reina membuat agnia harus bisa mengendalikan situasi yang ada.
" pagi Bu " sapa Haikal yang datang ke rumah ibunya sebelum berangkat bekerja untuk mengganti pakaiannya.
" dari mana kamu ?" tanya Bu Nina yang melihat bercak merah di sekitar leher Haikal.
" apa kamu sudah benar benar ingin mengakhiri hubungan kamu sama agnia ? iya ?" tanya ibunya yang mengerti arti bercak di leher Haikal tanpa harus Haikal jelaskan.
" maksud ibu apa ?" tanya Haikal yang belum menyadari tanda yang sengaja di tinggalkan Savitri padanya.
" kamu kembali main gila kan dengan Savitri ?" tanya Bu Nina yang tentu saja membuat Haikal kaget bercampur heran dari mana ibunya tau jika dirinya kembali pada Savitri.
Bu Nina pun memilih meninggalkan Haikal yang masih kebingungan dengan semua yang ibunya ucapkan, sama halnya dengan agnia yang kembali pada keputusan awalnya untuk tetap berpisah dengan Haikal.
" sayang.. ngga papa kan kalo kita pindah ke luar kota " ucap agnia pada Reina putrinya setelah putrinya memakan sarapan yang di sediakan rumah sakit.
Reina tidak langsung menjawab tapi melihat ke arah bundanya lebih dahulu sebelum mengangguk menyetujui keputusan yang di buat bundanya.
" ya sudah mudah mudahan hari ini kamu sudah bisa pulang jadi kita bisa mengurus semuanya " ucap agnia sambil membelai rambut putrinya.
" maaf Bu.. agnia tidak bisa menepati ucapan agnia yang akan memberikan kesempatan terakhir pada mas Haikal " gumam agnia sambil melihat kearah jendela.
Dan seperti nya kebaikan sedang berpihak pada agnia dan juga Reina dimana setelah kunjungan visit dokter Reina sudah di perbolehkan pulang.
" Bun.. kita akan pulang kemana ?" tanya Reina saat keduanya sedang berjalan di lobi rumah sakit.
" kita ke kontrakan kita dulu " ucap agnia tapi tak lama agnia teringat motor yang iya titipkan di rumah Dava.
" sayang kita ke rumah Dava dulu sekalian kamu pamit sama Bu cahaya jika kita akan pindah keluar kota.
" apa bisa Reina ketemu Dava dulu Bun ?" tanya Reina pada bundanya.
" entah lah, bunda hanya tidak mau rencana kita gagal karena ayah kamu tau kalo kamu sudah keluar dari rumah sakit " ucap agnia sambil melihat ke arah jalan raya.
" taksi.. " ucap agnia yang langsung menghentikan taksi yang melintas di hadapan mereka.
__ADS_1
" jalan jingga ya pak " ucap Reina yang kini mengarahkan jalan supir taksi, hanya butuh tiga puluh menit agnia dan Reina baru saja sampai di rumah Dava yang langsung di sambut oleh Bu cahaya.
" sayang... " Bu cahaya langsung memeluk Reina dan merasa bersyukur jika Reina baik baik saja setelah kemarin tiba tiba saja tak sadarkan diri.
" Dava mana Bun ?' tanya Reina yang melihat rumah Dava yang sepi.
" Dava sekolah.. katanya pulang sekolah baru mau ke rumah sakit nengok kamu " ucap Bu cahaya seperti yang di katakan Dava sebelum berangkat sekolah.
Reina hanya bisa menghela nafas kecewa karena tidak bisa berpamitan dengan Dava sahabat nya.
" mba.. aku berangkat dulu " ucap sultan yang baru saja keluar dari kamarnya tapi apa yang di lihatnya malah menemukan dia wanita yang telah mengusik hatinya semalam tadi.
" Reina sudah sehat ?" tanya pak sultan pada Reina tapi tatapannya pada agnia yang terlihat tak baik baik saja.
" sudah lebih baik om " ucap Reina.
" mba.. saya dan Reina datang kesini mau mengucapkan terima kasih dan maaf karena sudah merepotkan mba semua terlebih kemarin " ucap agnia dimana sultan malah ikut duduk tak jauh dari Bu cahaya.
Sebelum menjawab Bu cahaya malah melihat ke arah adiknya yang terlihat penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan agnia.
" tan.. katanya mau berangkat ?" tanya Bu cahaya pada adik nya.
" pak sultan benar mba.. saya mau minta tolong " ucap agnia yang tak sengaja mendengar ucapan sultan yang memang tepat sasaran.
" maksud nya.. ?" tanya Bu cahaya yang mang tidak mengerti.
" saya dan reina memutuskan Pindah keluar kota " ucap Agnia sambil melihat ke arah Reina.
" tapi saya tidak mungkin mengurusnya seorang diri karena saya tidak mau suami saya tau kepergian kami ke luar kota " ucap agnia yang mencoba menatap pak sultan yang memang dari tadi ikut mendengarkan.
" kalian akan pergi kemana? dan apa nanti di tempat baru kalian ada saudara atau kerabat ?" tanya Bu cahaya khawatir.
" saya sebatang kara, tapi mba ngga usah khawatir " ucap agnia meyakinkan Bu cahaya.
" gimana kalo mba dan Reina tinggal bersama ibu saya di kampung " ucap pak sultan memberi usulan.
__ADS_1
" dimana ?" tanya Reina yang terlihat semangat.
" Kuningan Jawa Barat ucap pak sultan sambil melihat ke arah Bu cahaya yang mendapat anggukan dari kakaknya.
" iya mba.. kebetulan ibu saya seorang diri di rumah dan jarak dari rumah ke sekolah Reina nanti tidak terlalu jauh hany satu kali naik angkot " ucap Bu cahaya.
" tapi apa nanti ibu mba cahaya ngga akan keberatan dengan kehadiran kami " ucap agnia yang tidak ingin semakin merepotkan Bu cahaya dan pak sultan.
" ibu pasti senang jika tau ada yang akan menemani nya " ucap pak sultan yang merasa sulit mengajak ibunya tinggal di ibu kota.
" jadi saat saya membantu mengurusi perpindahan renia saya bisa mudah memberikan berkas berkas Reina nanti " ucap pak sultan.
" boleh saya pikirkan dulu " ucap agnia yang tidak bisa begitu saja memutuskan semuanya dengan gegabah.
" baik lah kalo mba setuju kabari saja sama mba cahaya karena saya harus masuk kerja dulu " ucap pak sultan.
Agnia hanya mengangguk lalu beralih pada bu cahaya dan keduanya pun berpamitan untuk pulang ke rumah kontrakan karena mereka juga harus menyiapkan semuanya.
" kalo begitu saya dan Reina pamit, nanti kami kabari keputusan kami " ucap Agnia yang sudah bangkit dari duduknya.
" salam sama Dava Bun, mudah mudahan sebelum pergi Reina bisa bertemu dengan Dava " ucap Reina.
" iya mba .. tapi jadi atau pun tidak kabari kami ya.. anggap saja kami ini keluarga mba juga " ucap Bu cahaya.
" baik lah kami pamit " agnia dan juga Reina pun sudah meninggalkan rumah Bu cahaya menggunakan motor yang di beli agnia dengan uang tabungannya.
" Bun.. itu siapa yang berdiri di depan rumah kita ?" tanya Reina karena mereka baru saja tiba di depan rumah kontrakan agnia satu Minggu ini.
" entah lah.. kita lihat saja " ucap agnia yang sebenarnya sudah menebak siapa yang berdiri di hadapan rumahnya itu.
" dari mana dia tau rumah ini dan untuk apa dia datang ke sini...
✍️✍️✍️ siapa kira kira orang yang datang menemui agnia ?? dan kemana kah agnia akan pergi ?? apa ketempat keluarga sultan atau ke tempat lain yang tidak ada yang mengenalinya...🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹