
Sudah dua bulan Aditya mencoba mendekati cahaya dan juga Dava berharap dengan kedatangannya setiap hari bisa membuka ruang di hati cahaya dan juga Dava untuk mau menerima dirinya lagi.
" Dava tunggu " ucap Aditya yang seperti satu Minggu belakangan ini dimana setiap pagi Aditya datang ke rumah cahaya karena Aditya yakin suatu saat Dava akan mengakui dirinya sebagai seorang ayah dan cahaya juga akan mau kembali padanya menjadi keluarga yang utuh dimana ada dirinya cahaya dan juga Dava.
" apa lagi ?" tanya Dava yang Sebenarnya sangat malas berbicara dengan Aditya, tapi karena janjinya pada sang bunda membuat Dava mau tak mau harus mencoba membuka hati untuk bisa menerima ayahnya.
" apa kamu tidak mau kita menjadi keluarga yang utuh seperti Reina yang menerima paman mu menjadi ayah sambung untuknya " ucap Aditya berharap dengan mengatakan itu bisa membuat Dava memikirkan apa yang dirinya katakan.
" jangan pernah membandingkan anda dengan om sultan " ucap Dava yang tak terima om kesayangannya di bandingkan dengan laki laki yang tidak bisa memperjuangkan cintanya.
" maaf ayah salah, tapi setidaknya buka hati kamu" ucap Aditya.
" apa kamu tidak kasihan melihat bunda kamu yang merasa serba salah dimana mungkin hatinya ingin kembali tapi Bunda kamu memikirkan perasaan kamu yang masih belum menerima saya sebagai ayah kamu "
Mendengar apa yang di sampaikan Aditya membuat Dava menatap nya serius, tapi Aditya mengangguk yakin jika apa yang di katakan nya memang sebuah kebenaran.
" dari mana anda tau jika bunda ingin kembali pada anda ?" tanya Dava yang tak ingin terjebak dengan ucapan laki laki di hadapannya ini.
Aditya pun tersenyum ke arah Dava yang penasaran dengan apa yang dirinya ucapkan tentang perasaan Cahaya.
" saya mengenal cahaya sudah sangat lama, dan saya tau jika Bunda kamu juga masih mencintai saya bahkan sangat, tapi rasa sakit dan kecewanya terhadap saya yang sempat melupakannya membuatnya menutup rapat rasa yang iya miliki untuk saya " ucap Aditya yakin.
" sama seperti saya yang mencintainya selama ini, bahkan meski saya mengalami hilang ingatan tak membuat saya melupakan rasa cinta saya untuk bunda kamu meski saat itu yang saya tau saya mencintai seorang wanita yang memang terlihat samar " ucap Aditya menceritakan apa yang tidak pernah dirinya ceritakan pada siapapun.
" Anda pasti bohong " ucap Dava yang tak percaya dengan apa yang di sampaikan Aditya padanya.
" terserah jika memang kamu belum bisa percaya, tapi semoga kamu tidak egois dan mengorbankan kebahagiaan Bunda kamu hanya demi mengikuti amarahmu pada saya " ucap Aditya yang tak ingin memaksakan kehendaknya pada Dava karena Aditya ingin Dava menerima dirinya dengan tulus.
__ADS_1
" tapi bagaimana dengan ibu anda sendiri ? Bahkan hingga detik ini ibu anda masih belum bisa menerima saya dan bunda " ucap Dava.
" saya sudah meninggalkan ibu saja demi kamu dan bunda kamu " ucap Aditya menjelaskan apa adanya.
" apa anda tidak akan menyesal meninggalkan ibu anda sendiri demi kami ?" tanya Dava yang seperti nya mulai luluh.
" iya, dan jika perlu kita akan pindah ke luar kota agar kalian bisa tenang dan tidak akan terganggu dengan apa yang mungkin ibu saya lakukan " ucap Aditya yakin.
" baiklah, beri saya waktu untuk memikirkan semuanya dan memastikan apa yang bunda inginkan " ucap Dava yang merasa jika bundanya berhak bahagia, dan jika memang ini waktunya bunda cahaya untuk bahagia maka Dava akan mengikhlaskan semuanya.
" terima kasih, saya janji tidak akan pernah mengecewakan kamu dan bunda kamu nanti dan kita akan hidup bahagia dimana pun kamu inginkan " ucap Aditya.
Dava pun melanjutkan langkahnya dan langsung menaiki motor karena memang dirinya akan menjemput Reina untuk kerja kelompok dengan teman sekelas nya.
" kenapa mas menekan Dava seperti itu ?" tanya cahaya yang dari tadi mendengarkan apa yang di bicarakan dua laki laki yang sama berartinya untuk dirinya.
" karena Dava harus tau jika kamu juga berhak bahagia" ucap Aditya yang memang sudah bisa meyakinkan cahaya untuk mau memaafkannya dan mau kembali padanya meski harus atas restu dari Dava.
Dava kini sudah tiba di rumah sultan dimana Reina berada, bahkan Reina terlihat sudah siap dengan pita yang menghiasi rambutnya yang di biarkan tergerai indah.
" pagi sayang " bisik Dava yang sejak saat itu sudah resmi menjadi kekasih Dava meski mereka harus backstreet menjalani hubungan mereka.
" halo Al " sapa Dava pada Alan tapi Alan hanya mengangguk dan kembali fokus pada buku yang sedang iya pegang.
" Alan kenapa ?" tanya Dava yang merasa sikap Alan semakin hari semakin berbeda padanya.
" kak Alan sedang fokus pada ujiannya agar bisa masuk ke sekolah yang di impikan olehnya " ucap Reina seperti apa yang di katakan Alan saat Reina bertanya kenapa sikap Alan terasa berubah.
__ADS_1
" eh Dava sudah datang ?" tanya Agnia dengan perut yang sudah mulai terlihat karena usia kehamilan Agnia yang memasuki bulan ke lima.
" bunda, Dava izin bawa Reina kerja kelompok dulu ya " ucap Dava karena waktu janjiannya sudah sangat mepet.
" iya, tapi kamu harus hati-hati bawa motornya dan ingat langsung pulang jika sudah selesai " ucap Agnia yang memang tidak menaruh curiga pada kedekatan Dava dan Reina.
" siap bunda, Dava akan jaga Reina dengan sepenuh jiwa dan raga Dava " Agnia hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar apa yang di katakan Dava yang Agnia anggap hanya bualan semata tanpa Agnia sadari jika Dava mengatakannya dengan sangat tulus.
" bunda ngga perlu khawatir, Dava pasti akan jagain Reina hingga tidak akan ada laki laki yang berani mendekati Reina " ucap Alan yang malah membuat Dava terbatuk mendengar apa yang di katakan Alan.
" Reina berangkat dulu ya Bun, kak " ucap Reina yang merasa jika Alan seperti sedang menyindir hubungan dirinya dan Dava.
Dava dan Reina pun sudah melajukan motornya menuju tempat salah satu teman sekelas Dava dan Reina, sedangkan Agnia yang sedang membereskan sisa sarapan pun langsung di peluk sultan dari belakang.
" bunda jangan terlalu capek " ucap sultan yang sudah berulangkali menawarkan seorang asisten rumah tangga untuk membantu Agnia tapi Agnia masih terus menolak karena merasa mampu mengerjakan semuanya sejauh ini.
" mas ngga usah khawatir Agnia pasti bisa jaga diri, dan jika memang Agnia sudah tidak sanggup pasti Agnia akan mengatakan sama mas " ucap Agnia yang memang semakin rajin selama kehamilan ini.
"oh iya tadi kak cahaya nelpon katanya Aditya seperti nya berhasil membujuk Dava untuk mau menerima dirinya "
" benarkah, ah syukurlah "
" Agnia harap bukan hanya kita yang merasa bahagia tapi juga kak cahaya dan Dava yang berhak bahagia "
✍️✍️✍️ happy reading.. Happy weekend...
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘