End Of Patience

End Of Patience
Kembali Terjebak..


__ADS_3

Sudah satu Minggu agnia keluar dari rumahnya bersama Haikal, tapi hingga kini Haikal belum bisa menemukan keberadaan istri dan anaknya.


Meski Haikal sengaja memantau Reina dan mengikuti Reina sepulang sekolah tapi Reina selalu saja bisa menghindari dirinya.


" giman kal ? apa kmu sudah bisa menemukan agnia ?" tanya Bu Nina yang merasa kasihan ada putranya yang seperti laki laki yang tak terurus.


" Haikal masih berusaha Bu " ucap Haikal yang baru saja menuangkan air putih ke gelas yang iya genggam.


" lalu apa Savitri masih berusaha menghubungi mu ?" tanya Bu Nina yang khawatir Haikal kembali terjebak oleh Savitri.


Haikal hanya diam karena memang savitri terus saja menghubunginya bahkan tak segan Savitri mengirim berbagai video yang tentunya membuat Haikal panas dingin jika menontonnya.


" ibu benar benar tak rel kamu memilih Savitri dari pada agnia dan Reina " ucap Bu Nina sambil meninggalkan putranya.


" memang kenapa bu jik Haikal menikah dengan Savitri " tapi alih alih mendapat jawaban Haikal langsung mendapat lemparan bantal sofa dari ibunya.


" kamu dimana agnia.. " ucap Haikal sambil meletakkan keningnya di atas meja makan.


drrrtt drrrtt handphone Haikal bergerak tanda ada pesan yang baru saja masuk ke handphone nya.


" mas.. apa kamu ngga rindu sama goyangan ku " pesan Savitri yang baru saja di baca oleh Haikal yang di sertai gambar Savitri yang menggunakan pakaian haram dengan pose menggoda.


" arrhhh.. " teriak Haikal saat Ujang kecilnya mulai berkedut terlebih sudah satu Minggu dirinya benar benar libur total.


" lupakan pertengkaran kita, Savitri akan selalu menunggu mas dan akan selalu siap memberikan kehangatan yang mas butuhkan" pesan Savitri lagi yang tentunya lany di baca oleh Haikal.


' ya tuhan... aku harus apa ??'gumam Haikal dalam hati.


" kita lakukan diam diam bila perlu kita nikah diam diam dan Vi janji agnia tidak akan tau pernikahan kita jika sampai mas kembali padanya nanti " Kirim Savitri lagi melalui pesan singkatnya.


Tak ingin termakan bujuk rayu Savitri, Haikal pun memilih memasuki kamarnya dan mengguyur kepalanya yang terasa semakin berat karena ujangnya yang terus berdenyut.


" mas akan berusaha sampai Minggu depan, jika sampai Minggu depan mas tidak bisa menemukan kamu jangan salahkan mas jika mas menikahi Savitri tapi mas tidak akan pernah menceraikan kamu " ucap Haikal saat memandangi Poto pernikahan nya dengan agnia.

__ADS_1


Lain halnya di rumah kontrakan agnia dan Reina dimana di rumah ini Agnia mulai kembali menata hidupnya bersama putrinya, meski tak mudah tapi agnia dan Reina saling menguatkan satu sama lain.


" Bu.. ayah masih menunggu Reina di gerbang sekolah " ucap Reina yang memang selalu bercerita apapun pada Bunda nya.


" apa Reina ngga kangen sama ayah " tanya agnia menebak nebak.


" jujur Reina kangen keluarga kita yang dulu, tapi Reina ngga mau ibu terus di sakiti dan di khianati oleh ayah " ucap Reina.


" sudah ah jangan bahas ayah, bobo aja yu " ucap Reina saat mengingat jika esok adalah hari dimana ibunya mulai bekerja di sebuah perusahaan.


" maafkan bunda yang mengambil keputusan tanpa meminta pendapat kamu " ucap agnia sambil memeluk putrinya.


" jika Reina mau kita akan kembali sama ayah" ucap agnia yang paham rasanya memendam rindu pada orang tua, tapi Reina langsung menggeleng dalam pelukan bundanya.


" Reina akan selalu bahagia jika bunda bahagia " ucap Reina dan tak lama keduanya pun tertidur.


Savitri yang menunggu balasan pesan dari Haikal pun melempar handphone nya ke atas tempat tidur.


" arrrhhhh " Savitri yang merasa kesal karena semua usahanya untuk menarik Haikal dalam pelukan nya pun kembali gagal.


Dengan senyum devil Savitri menemukan cara agar Haikal benar benar datang padanya malam ini juga, Savitri pun mulai melakukan video call berharap Haikal mau mengangkat sambungan telepon nya.


" ayo mas angkat.." ucap Savitri sambil terus membelai pintu gua miliknya untuk melancarkan aksinya.


" ya.. Vi " sapa Haikal yang baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan box ser untuk menutupi asetnya.


Savitri sengaja menyandarkan handphone nya di depan bantal yang sengaja iya susun agar bisa menangkap seluruh tubuhnya yang berada di atas tempat tidur sama seperti haikal tapi dengan pakaian haram yang selalu di sukai Haikal selama ini.


" mas... " ucap Savitri dengan suara yang di but semerdu mungkin, Haikal yang melihat keberanian Savitri pun berusaha menahan sesuatu yang mulai bergejolak dalam dirinya.


" dia merindukan mu mas .." ucap Savitri yang masih membelai pintu surgawi nya.


" apa mas tidak merindukannya " ucap Savitri semakin berani dan semakin menjadi jadi.

__ADS_1


" Agni tidak akan tau apa yang kita lakukan, Vi janji " ucap Savitri yang mulai bermain solo demi membuat Haikal semakin penasaran bahkan bila perlu berlari ke pelukan nya malam ini juga.


" awas kau Vi.. akan mas buat kamu tidak bisa berjalan besok " ucap Haikal sambil menutup sambungan telepon dan memakai pakaian nya dengan tergesa gesa.


Haikal bahkan berjalan seperti orang yang berlari saking cepatnya yang tentu saja membuat Bu Nina yang melihat nya pun bertanya bertanya.


" mau kemana kal ?" tanya bi Nina saat Haikal membuka pintu utama rumah.


" ada yang harus Haikal kerjakan " ucap Haikal yang tak ingin ibunya mencurigai dirinya.


" awas jika itu ada hubungannya dengan Savitri " ucap Bu Nina.


Tapi Haikal tidak mengatakan apapun, bahkan Haikal bergegas meninggalkan ibunya menuju mobilnya. dan hanya butuh waktu empat puluh menit kini Haikal sudah berdiri di hadapan pintu rumah Savitri.


' Vi... buka ..." ucap Haikal sambil mengetuk pintu rumah Savitri yang hanya tinggal seorang diri.


" mas... kamu datang ?" tanya Savitri ya g masih setia dengan pakaian haram nya ( ngga takut masuk angin Bu 🤭🤭🤭 )


" kamu yang menarik mas untuk datang " ucap Haikal yang langsung mendorong dan melu mat bi bir Savitri tanpa ampun, bahkan pintu rumah Savitri masih sedikit terbuka.


Tapi baru saja Haikal hendak membuka pakaian haram Savitri, terdengar derap langkah orang orang yang berjalan mendekati rumah Savitri.


Savitri yang tak ingin usahanya gagal pun menarik Haikal dalam pelukannya dan memperdalam Luma Tan nya pada bi bir Haikal.


' maaf mas.. hanya ini satu satu nya cara agar kamu tidak bisa meninggalkan ku dan agar Tante Nina tidak menolak ku, dan tentunya agar kamu tidak bisa kembali pada agnia ' ucap Savitri dalam hati.


Haikal yang sudah benar benar di liputi naf su setan pun melepaskan semua pakaian nya dan hanya menyisakan box er yang tadi iya gunakan.


" apa yang kalian lakukan...


✍️✍️✍️ siapakah yang datang ke rumah Savitri malam malam ?🤔🤔 Bu Nina atau kah ada yang lain ??🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2