
Agnia terbangun saat perutnya serasa diaduk aduk karena kembali merasakan mual yang sangat luar biasa, dan hal itu membuat sultan ikut terbangun karena mendengar suara Agnia yang sudah memuntahkan apa ada dalam perutnya.
" apa masih mual ?" tanya sultan sambil menghapus sisa muntahan yang ada di pinggir mulut Agnia tanpa rasa jijik sedikitpun.
" mas di depan saja " ucap Agnia yang merasa tak enak dengan apa yang di lakukan sultan padanya.
" kamu seperti ini karena mas, jadi sudah sepantasnya mas membantu kamu sebisa dan semampu mas " ucap sultan yang kini sudah memapah Agnia menuju ranjang mereka.
" anak ayah jangan nakal ya, kasihan bunda " ucap sultan sambil membelai perut Agnia dan di akhiri dengan kecupan di perut Agnia.
" mas iiihh geli " ucap Agnia dengan suara manjanya dan hal itu membuat sultan tersenyum karena selama mengenal Agnia sangat jarang Agnia bersikap manja padanya tapi semenjak hamil Agnia terlihat lebih ekspresif dalam menyampaikan perasaan nya.
" mas buatkan sarapan ya " ucap sultan sambil mencium kening Agnia.
" mas " Agnia menarik tangan sultan sebelum sultan pergi meninggalkan dirinya, sultan pun berbalik sambil menatap ke arah Agnia.
" apa kak cahaya akan baik baik saja ?" tanya Agnia yang menyayangi cahaya seperti kakaknya sendiri, sultan pun tersenyum dan mengusap kepala Agnia dan merasa bersyukur Agnia menyayangi kakaknya dan juga Dava.
" kamu tenang saja, kak cahaya pasti bisa melewati semuanya dan yang bisa kita lakukan hanya mendoakan yang terbaik untuk semuanya" ucap sultan.
" mas mau buat sarapan dulu " ucap sultan tapi langsung di ikuti oleh Agnia yang merasa ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan sultan suaminya.
Aditya yang kecewa dengan Bu Milka yang kembali merusak rencana dan membuat cahaya menjauh darinya lagi pun memilih pergi dari rumah Bu Milka setelah semalam mereka bertengkar hebat.
Flashback semalam setelah kepulangan Aditya dari rumah cahaya.
Dengan penuh kemarahan Aditya mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat sedangkan Bu Milka hanya bisa memegang erat pegangan yang ada di dekat pintu mobil.
" apa kamu ingin kita celaka ?" tanya Bu Milka yang merasa takut dengan cara mengemudikan Aditya tapi Aditya tetap dengan caranya karena masih kesal pada ibunya.
Aditya langsung turun setelah sampai di depan rumahnya, Bu Milka pun ikut turun karena merasa lelah.
" itu kenapa ibu tidak mau kamu bersama dengan cahaya " ucap Bu Milka tiba tiba yang membuat Aditya berhenti sebelum memasuki kamarnya.
__ADS_1
" kenapa ibu dari dulu tidak menyukai cahaya ?" tanya Aditya yang memang belum memahami alasan kenapa Bu Milka menolak cahaya menjadi istri Aditya.
" karena dia bukan wanita baik dan yang paling utama dia bukan dari kalangan kita " ucap Bu Milka yang ingin memiliki menantu yang sederajat dengan keluarganya.
" untuk apa memiliki harta berlimpah tapi kita tidak bahagia dan tidak bersama dengan orang yang kita cintai ?" tanya Aditya yang kecewa dengan sikap ibunya.
" wanita akan datang padamu jika kamu kaya " ucap Bu Milka yang sudah duduk di sofa kesayangannya.
" tapi dia pun akan meninggalkan kita di saat kita jatuh karena yang hanya mereka pandang adalah harta kita " ucap Aditya yang ingin membuka pikiran ibunya.
" pokoknya ibu tidak setuju dan kamu harus tetap menikah dengan wanita pilihan ibu titik " ucap Bu Milka yang tetap pada pendiriannya.
" Aditya juga tetap pada pendirian Adit jika Adit akan menikah dengan cahaya dengan atau tanpa restu dari ibu " ucap Aditya penuh kecewa pada ibunya.
" dan mulai malam ini Aditya keluar dari rumah ini sampai ibu mau menerima cahaya dan Dava " ucap Aditya yang memilih berbalik keluar menuju mobilnya tanpa menghiraukan teriakan Bu Milka yang terus memanggil manggil dirinya.
Flashback off
Tok tok tok
" siapa yang datang sepagi ini " ucap cahaya yang tetap bangun untuk melihat siapa yang mendatangi rumahnya sepagi ini.
" mas " cahaya tak percaya saat melihat Aditya yang kini ada di hadapannya bahkan pakaian nya masih sama dengan pakaian semalam saat Aditya dan Bu Milka datang ke rumahnya.
" cahaya " Aditya langsung tersungkur tepat di hadapan cahaya yang dengan refleks menangkap tubuh Aditya yang terjatuh di hadapan nya.
" Dava... Dava... tolong bunda " teriak cahaya yang tak akan sanggup membawa Aditya memasuki rumahnya.
Dava yang masih tertidur pun langsung terduduk di atas tempat tidur karena mendengar suara bundanya yang memanggil manggil namanya.
" iya Bun " ucap Dava yang langsung keluar dari kamarnya menuju suara bunda nya, tapi apa yang di lihat Dava membuatnya sedikit bingung karena posisi bundanya yang seperti sedang memeluk Seorang laki laki.
" Dava bantu bunda "
__ADS_1
" ayah mu tiba tiba saja pingsan " jelas cahaya yang tak ingin putra nya salah paham dengan situasi yang sedang di hadapinya.
Dava pun langsung membantu cahaya memapah tubuh tinggi besar Aditya yang memang terasa berat, Aditya pun langsung di rebahkan di atas sofa ruang tamu yang lebih dekat dari pintu utama.
" pak Aditya kenapa Bun ?" tanya Dava yang hanya melihat apa yang sedang di lakukan ibunya pada laki laki yang menurut Dava tidak bisa tegas dan berusaha dalam menginginkan sesuatu.
" Bunda ngga tau, saat bunda membuka pintu ayah kamu sudah seperti ini " ucap cahaya yang secara halus memberikan pemahaman pada Dava jika laki laki di hadapannya ini adalah memang ayah kandung Dava.
" kenapa bunda masih bersikap baik pada laki laki yang tidak bisa memperjuangkan bunda ?" tanya Dava yang heran dengan perasaan ibunya yang sulit untuk di pahami oleh nya.
Cahaya pun tersenyum ke arah putranya yang terlihat belum menerima Aditya sebagai ayahnya meskipun ini memang kenyataannya.
" bunda tau jika kamu kecewa pada ayah mu, tapi kamu harus tetap menghormatinya karena jika bukan karenanya kamu belum tentu ada di dunia ini " ucap cahaya yang tak ingin Dava terus membenci ayahnya sendiri
Sultan yang baru saja membuatkan sarapan untuk anak dan istrinya pun kini sudah kembali menuju kamarnya karena diri ya pun harus bersiap pergi ke kantor.
" mas, nanti siang Agnia akan pergi ke rumah kak cahaya dan biar Reina dan Alan pulang ke sana nanti " ucap Agnia meminta izin pada sultan suaminya.
" baiklah, nanti pulang kerja mas jemput di sana " ucap sultan yang tau jika Agnia kesepian di rumah setelah Reina pergi ke sekolah.
Ting
Notifikasi handphone Agnia mengalihkan perhatian sultan dan Agnia, Agnia pun langsung membuka pesan yang ternyata dari nomor yan tidak di kenal.
" kamu hidup bahagia dengan keluarga baru tapi aku hanya hidup dalam bayang bayang mu di mata suamiku "
" kamu bahagia di atas luka orang lain "
✍️✍️✍️ siapa yang mengirim pesan seperti itu pada Agnia ? Dan apa maksud dari pesan tersebut??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Love you moreee 😘😘😘