End Of Patience

End Of Patience
Menerima Kenyataan...


__ADS_3

Tak pernah terpikir oleh sultan dimana wanita yang begitu iya cintai dan percayai tega mengkhianati nya, bahkan yang lebih membuat sultan sakit Nabila mengkhianati nya dengan teman sahabat yang sudah sultan anggap adik siapa lagi jika bukan Arsy.


" apa yang kalian lakukan ?" ucap sultan sambil membuka lebar pintu kamar Nabila dan dirinya, tapi miris kini bukan dirinya yang sedang di atas tempat tidur itu melainkan orang lain.


" mas.. Ini semua tidak seperti yang mas pikirkan ?" ucap Nabila sambil menutup tubuh depannya dengan pakaian yang tadi iya letakan di sampingnya.


" oh ya.. memang apa yang terjadi sebenarnya ?" tanya sultan mencoba untuk tenang.


" tunggu, sebelum kalian menjelaskan, dimana Alan sekarang ?" tanya sultan yang tak ingin putranya melihat ibunya seperti ini.


" Alan sedang kerja kelompok di rumah Dirly " ucap Nabila yang sudah menggunakan pakaian atasnya.


" baiklah, katakan apa yang ingin kalian katakan ?" ucap sultan sambil menyandarkan tubuhnya di pinggir pintu kamar dengan tangan menyilang di dada.


" Billa sedang tidak enak badan jadi Billa minta Arsy untuk kerok punggung Billa " ucap Nabila yang tak bisa mencari alasan lain selain yang iya ucapkan tadi.


" benarkan ?' tanya sultan pada arsy, sedangkan Arsy yang mendengar itu melihat sebentar ke arah Nabilla sebelum mengiyakan apa yang Nabila ucapkan.


" baiklah jika seperti itu silahkan di lanjutkan karena mulai sekarang kamu aku ceraikan " ucap sultan tegas.


" MASSS KENAPA KAMU BISA SEMUDAH ITU MENGATAKAN CERAI ?" tanya Nabilla yang tak percaya sultan yang begitu bucin dan begitu mencintai nya dengan mudah melepaskan nya.


" lalu aku harus apa ? Apa aku harus percaya pada kalian yang jelas jelas melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan oleh kalian yang bukan muhrim ?" tanya sultan.


" cukup, aku sudah sangat lelah terus membela dan menutup telinga dari ucapan sumbang orang orang yang mengenal kalian berdua " ucap sultan sambil berbalik ingin meninggalkan kamar yang sudah memberikan luka pada hati dan kepercayaan nya.


" kalian tau ? Cukup lama aku mendengar desas-desus kedekatan kalian tapi aku terus menolak dan memungkiri apa yang terjadi pada kalian karena aku tidak memiliki bukti bahkan aku begitu percaya buta pada kalian " ucap sultan tanpa ingin melihat ke arah Nabilla dan juga arsy


Sultan kembali menghentikan langkahnya dan kembali menatap Nabila yang masih diam di posisinya sedangkan tanpa rasa bersalah Arsy masih merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur nya.


" dengar Nabilla putri aku ceraikan kamu mulai saat ini dan detik ini, dan untuk rumah ini aku akan berikan untuk kamu dan juga Alan " ucap sultan yakin karena baginya kesalahan terbesar yang tidak akan mungkin bisa di maafkan atau di tolerir lagi adalah perselingkuhan.

__ADS_1


" MAS.. kamu tidak bisa melakukan ini padaku " ucap Nabilla yang tak ingin di ceraikan oleh sultan.


Nabilla langsung melihat ke arah Arsy yang masih terlihat santai meski semuanya sudah terbongkar jelas.


" biarkan saja dia pergi " ucap Arsy.


" kita lihat satu Minggu kedepan, dan mas yakin jika sultan sudah bisa di ajak bicara bahkan dia akan melupakan semua yang terjadi saat ini " ucap Arsy sambil kembali menarik tangan Nabilla dan akhirnya Nabilla terjerembab ke atas tubuhnya.


Flashback off


" dan kamu pasti tau apa yang terjadi setelah itu ?" tanya sultan pada Alan yang masih diam mendengarkan apa yang di sampaikan sultan padanya.


" laki laki yang di junjung dalam dirinya adalah harga dirinya, jika wanitamu di rebut oleh orang lain terlebih itu sahabat kita sendiri itu sama saja sudah menginjak injak harga diri kita " ucap sultan secara tidak langsung mendidik Alan agar menjadi laki laki yang mempunyai harga diri.


" dan kamu tau selingkuh itu seperti suatu penyakit yang sulit untuk sembuh, bahkan mungkin seribu satu orang yang bisa sembuh dari penyakit itu " ucap sultan lagi.


" apa ayah yakin jika itu bukan suatu salah paham seperti yang di ucapkan mamah ?" tanya Alan memastikan untuk terakhir kalinya.


" dalam setiap menyelesaikan masalah jangan hanya menggunakan akal dan emosi tapi harus menggunakan logika " ucap sultan tapi Alan tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan ayah nya.


" ayah yakin kamu mengerti apa yang mungkin mereka lakukan jika ada laki laki dan perempuan di dalam kamar bahkan hampir tanpa busana "


" sebenarnya ayah tidak ingin kamu mengetahui keburukan mamah mu tapi kamu tak memberikan ayah pilihan lain agar kamu tidak meminta ayah kembali menikah dengan mamamu " ucap sultan.


" hormati Tante Agnia seperti kamu menghormati mama kamu sebelum semua kebenaran itu kamu ketahui " ucap sultan yang kini sudah bangkit dari duduknya.


" ayo, Reina dan Dava pasti sudah menunggu kamu " ucap sultan sambil menepuk punggung Alan sebelum meninggalkan Alan yang masih mencermati semua yang di ucapkan ayahnya.


" semuanya sudah selesai ?" tanya Agnia saat melihat sultan sudah kembali bergabung dengan semuanya.


" sudah "

__ADS_1


" maaf, mas lama " ucap sultan sambil duduk di samping Agnia meski masih berjarak.


" ngga papa, Agnia mengerti "


" om, dava lapar ?" ucap Dava yang ingin memesan makanan tapi tidak tau alamat rumah baru omnya.


" oh maaf, karena terlalu asik menjelaskan pada Alan, om jadi lupa pada kalian " ucap sultan.


" Tante maaf jika sikap Alan begitu buruk, bahkan Alan terus saja meminta dan memaksa ayah untuk kembali sama mamah " ucap Alan saat sudah kembali bergabung yang lain.


" iya.. Tante mengerti, mungkin Reina juga akan melakukan apa yang kamu lakukan andai Reina tidak tau seperti kamu " ucap Agnia yang merasa lega karena Alan terlihat mulai menerimanya.


Jika Agnia sudah merasa lega karena Alan mulai bisa berbicara padanya, lain halnya dengan savitri yang kini sedang terdiam setelah mendengar apa yang terjadi ada Haikal.


" tapi Bu, bagaimana kondisi mas Haikal sekarang ?" tanya savitri yang masih terbaring di ranjang rumah sakit yang berbeda dengan Haikal.


" Sejauh ini kondisi Haikal baik baik saja, dan Haikal terlihat menerima kondisi yang terjadi padanya " ucap Bu Nina yang harus juga melihat kondisi savitri dan bayi yang bahkan belum di beri nama oleh Haikal.


" Bu.. Apa mas Haikal sudah kembali bersama dengan Agnia ?" tanya savitri yang teringat ucapan Haikal sebelum meninggalkan dirinya sebelum kecelakaan.


" ibu tidak tau, tapi sepertinya Agnia sudah dekat dengan laki laki lain dan itu bukan Haikal "


" apa mungkin karena itu juga yang membuat mas Haikal kehilangan kendali dan akhirnya mengalami kecelakaan " ucap savitri yang hanya mengungkapkan apa yang terlintas dalam pikiran nya.


" jika memang Haikal sudah tau jika Agnia akan menikah, itu hak Agnia untuk bahagia dan Haikal tidak boleh egois apa lagi memaksakan kehendak nya pada Agnia!!"


" dan harus nya kamu bersyukur karena kecelakaan ini setidaknya kamu bisa membuktikan pada Haikal jika kamu memang benar benar tulus menerima Haikal apa adanya, kecuali kamu memang tak ingin menerima kondisi Haikal saat ini ...


✍️✍️✍️ Apa savitri akan meninggalkan Haikal atau tetap bertahan seperti saran yang di berikan Bu Nina ?🤔🤔 dan apakan pernikahan Agnia dan sultan akan berjalan mulus apalagi setelah Nabilla tau jika sultan dan Agnia akan menikah dalam waktu dekat ???


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2